Ambon, Maluku.news – Program Lumbung Ikan Nasional (LIN) dan Pelabuhan Ambon Baru atau Ambon New Port dalam program strategis nasional akhirnya ditiadakan.
Menyikapi kondisi itu, Anggota DPRD Maluku Rovik Afifuddin mendorong Pemerintah daerah (Pemda) perlu memikirkan alternatif lain dari peniadaan program tersebut.
“Saya kira itu merupakan sebuah solusi alternatif yang harus dilakukan pemerintah dan turut didorong pemerintah daerah supaya harapan masyarakat Maluku untuk maju bersama dengan daerah lain bisa tercapai,” ujarnya di Ambon, Senin (13/02/2023).
Menurut Affudin, peniadaan program LIN dan Pelabuhan Ambon Baru dalam prolegnas menandakan upaya untuk mengejar ketertinggalan Maluku dari provinsi lainnya di Indonesia jadi terhambat.
“Ini catatan penting yang perlu dipikirkan untuk kepentingan masyarakat karena Maluku memiliki banyak potensi sumber daya alam seperti nikel, emas, gas alam, serta ditemukan adanya potensi minyak di Bula yang memiliki kapasitas yang cukup banyak,” katanya.
“Sumber-sumber kekayaan alam ini sebenarnya menjadi alat untuk posisi tawar kita jika mau duduk bersama memikirkan Maluku ke depan itu seperti apa,” katanya lagi.
Dijelaskan Afifudin, kalau masih berpikir secara parsial dan saling menyalahkan yang lain tentunya tidak akan berhasil karena lebih sibuk mengurusi berbagai hal yang tidak memiliki potensi baik guna pengembangan Maluku secara komprehensif.
“Kita juga masih banyak terjebak pada angka-angka, dimana prestasi kerja kita dihitung berdasarkan angka seperti kemiskinan dan pengangguran,” tandasnya sembari menambahkan mestinya dimengerti hal kemiskinan yang struktural dan kultural seperti apa, dan sampai hari ini belum terdengar apa ide kreatif tim percepatan pembangunan Maluku yang bisa memaksa pemerintah bekerja untuk memajukan daerah.



