Beranda blog Halaman 97

Setelah 25 Tahun Kembali Dilaksanakan Shalat Ied di Lapangan Merdeka Ambon

0

Ambon, Maluku.news – Setelah 25 tahun, kembali Shalat Idul Fitri (Ied) di gelar di Lapangan Merdeka Ambon. Terakhir, pelaksanaan Shalat Ied dilaksanakan di tahun 1999 karena konflik kemanusiaan.

Sebagaimana diketahui, sebelum konflik kemanusiaan terjadi, lapangan Merdeka menjadi lokasi berbagai kegiatan massal atau menjadi jembatan pertemuan beragam masyarakat dari berbagai latar belakang sosial, suku dan agama.

Tepat, hari ini, 10 April 2024 pelaksanaan shalat Ied 1445 Hijriah dilaksanakan, dimana bertindak sebagai Imam yakni K.H.R.R. Hassannusi Imam Besar Masjid Raya Al Fatah dan Khatib Prof. Dr. Mohammad Attamimi, M.Ag.

Gubernur Maluku Irjen. Pol (Purn) Drs. Murad Ismail beserta Keluarga, mengikuti Sholat Ied 1 Syawal 1445 Hijriah / 2024 Masehi, di Lapangan Merdeka Ambon.

Sholat Ied juga diikuti Forkopimda Provinsi Maluku, Sekretaris Daerah Maluku, Pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Tokoh Masyarakat, serta ribuan umat Muslim yang memadati Kawasan tersebut.

Berdasarkan pantauan media ini, pada pukul 06.00 WIT, Jemaah mulai berbondong-bondong berdatangan untuk melaksanakan shalat.

Usai shalat, Sekretaris Daerah Maluku Ir. Sadali Ie, M.Si. IPU yang ditemui, mengungkapkan, dilaksanakan kembali shalat Ied di Lapangan Merdeka Ambon, atas gagasan Gubernur Maluku bersinergi dengan Pangdam dan Kapolda sebagai wujud membangun kebersamaan antar umat beragama.

“Penyelenggaraan Sholat Ied 1445 H tahun 2024 M, adalah bentuk inisiatif Gubernur Maluku Murad Ismail, yang bersinergi dengan Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Syafrial dan Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif, sehingga pada tahun 2024 ini terselenggara Sholat Ied di lapangan merdeka, yang mana setelah 25 tahun baru dilaksanakan lagi,” ungkapnya.

Sekda mengatakan, kondisi ini menunjukkan bahwa toleransi antar umat beragama di Provinsi Maluku, khususnya Kota Ambon, telah terjalin secara baik.

“Toleransi ini dibuktikan pada hari ini, pekarangan tempat-tempat ibadah seperti Gereja digunakan sebagai tempat parkir jemaah, ini menunjukan basudara Kristen juga mendukung pelaksanaan Sholat Ied di tahun 2024 ini. Pihak Gereja Maranatha dengan penuh sukacita mengijinkan pelatarannya sebagai lahan parkir bagi jemaah yang mengikuti Sholat Ied,” terang Sekda.

Untuk itu, dirinya berharap kondisi keberagaman dan toleransi umat beragama yang terjalin selama ini, perlu dipertahankan dan ditingkatkan, sehingga menunjukan bahwa, kehidupan keberagaman di Provinsi Maluku selalu mengedepankan slogan orang hidup basudara, ale rasa beta rasa, potong di kuku rasa di daging, katong samua basudara.

“Diharapkan pelaksanaan Hari Besar Keagamaan, tidak hanya Sholat Ied tetapi Natal, Tahun Baru, dan lainnya kebersamaan toleransi antar umat beragama tetap selalu dijaga hingga akhir hayat.”pungkas Sekda.

Warga Muslim Kota Ambon Gelar Salat Id di Lapangan Merdeka

0

Ambon, Maluku.news – Warga muslim di Kota Ambon, kembali menggelar salat Idul Fitri 1445 Hijriah di Lapangan Merdeka, Rabu (10/04/2024). Salat Id itu perdana digelar setelah konflik Maluku 1999 atau 25 tahun silam.

dikutip dari detikcom, sejak pukul 06.30 WIT warga sudah memadati lapangan seluas 2,25 hektare tersebut. Ada yang datang seorang diri maupun bersama keluarga.

Tampak panitia pada sisi kiri dan kanan pintu masuk telah bersiaga. Mereka kemudian mengarahkan warga mengisi saf yang disediakan.

“Kita bersyukur setelah 25 tahun (pascakonflik sosial) akhirnya kita bisa kembali salat perdana di Lapangan Merdeka Ambon,” kata ustaz Muhammad Attamimi saat menyampaikan khotbahnya.

Dia mengatakan, inisiatif pelaksanaan salat Id ini datang dari Gubernur Maluku Murad Ismail. Kata dia, gubernur berharap salat Id ini bisa dilakukan secara rutin di Lapangan Merdeka.

“Gubernur Maluku (Murad Ismail) yang berinisiatif dan meminta salat id kembali digelar di sini (Lapangan Merdeka) sekaligus agar beliau bisa dekat dengan masyarakat di akhir masa jabatannya,” jelasnya.

Attamimi mengungkapkan ini merupakan momentum sakral dan karunia dari Allah SWT. Sebab tanpa karunianya salat ini tidak pernah akan terjadi.

“Ya Allah yang pemurah selalu berikan kami limpahan karunia-Mu. Tanpa izin dari-Mu di pagi hari ini kita tak bisa salat berjemaah di sini (Lapangan Merdeka),” ujarnya.

Di akhir khotbahnya, Attamimi mengajak umat muslim di Kota Ambon untuk bermohon dengan segala kemuliaan Allah SWT untuk disempurnakan anugerah Ramadan yang baru saja berlalu.

“Ya Allah, kami selalu mendambakan kemuliaan dan karunia-Mu ya Allah. Sempurnakan anugerah Ramadan ini yang ditutup dengan salat Id berjemaah,” ujarnya.

Sementara itu, jemaah salat id bernama Boy Ali mengaku sangat senang akhirnya salat Id bisa kembali dilaksanakan di Lapangan Merdeka. Dia mengatakan momentum saat ini seperti bernostalgia kembali saat masa kecil.

“Dulu kan waktu salat bersama ayah dan ibu. Kini sudah berbeda, datang bersama anak istri. Seperti bernostalgia kembali lagi ingat masa kecil,” jelasnya.

Dia menambahkan, Kota Ambon sudah benar-benar aman sehingga tidak perlu was-was lagi. Bagi Ali, ini juga merupakan bukti toleransi dan kemajemukan di Kota Ambon sebab lokasi lapangan berdekatan dengan Gereja Maranatha.

“Ini bukti toleransi antar umat beragama di Kota Ambon, Maluku. Ambon sudah damai jadi sudah seharusnya hilangkan rasa was-was,” ungkapnya.

Kelurahan Uritetu Bantu UMKM, Wattimena Apresiasi

0

Ambon, Maluku.news – Pj. Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena memberi apresiasi atas pelaksanaan Safari Ramadhan dan Buka Puasa bersama yang digelar Pemerintah Kelurahan Uritetu, Kecamatan Sirimau, Senin (08/04/2024) di halaman Kantor Kelurahan, Jl. Pelabuhan Slamet Riyadi Ambon.

Pasalnya, dalam kegiatan itu, Lurah Uritetu dan jajaran, turut membagi bantuan paket Sembako dan Peralatan Masak bagi 20 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ada di wilayahnya.

“Kami memberikan apresiasi kepada Pak Lurah dan seluruh jajaran yang hari ini mau fasilitasi paling tidak ada 20 kelompok atau 20 orang yang masuk dalam kategori UMKM. Supaya dengan peralatan ini mungkin bisa meningkatkan produktivitas mereka dalam berusaha,” ungkap Wattimena.

Dikatakan, penyerahan bantuan bagi UMKM yang dilakukan Lurah Uritetu juga Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, bertujuan membangun kemandirian masyarakat untuk berusaha dan memperoleh pendapatan, yang berdampak bagi peningkatan ekonomi, dan mengurangi pengangguran sehingga diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat miskin.

“Kehadiran pemerintah itu memastikan bahwa warganya yang hidup dalam taraf yang masih di bawah bisa dibantu untuk dia meningkatkan taraf hidupnya supaya di Kota Ambon tidak boleh ada lagi orang yang miskin ekstrim,” jelasnya.

Ditandaskan Wattimena, dengan pemberian bantuan ini menunjukkan bahwa pemerintah selalu hadir bukan saja pada saat bulan suci Ramadhan tetapi juga menyambut Natal juga sehingga warga Kota Ambon mengerti dan memahami bahwa pemerintah ada untuk melayani masyarakat.

Sementara itu, Lurah Uritetu, Hendrik Risakota, dalam laporan menyampaikan, sebagian besar mata pencaharian warga Uritetu adalah wiraswasta, pedagang, dan pelaku UMKM

“Pelaku UMKM memiliki kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi penciptaan lapangan kerja pemberdayaan masyarakat dan pengurangan ketimpangan ekonomi di tengah ancaman Resesi,” ujarnya.

Diakuinya. penyerahan bantuan Sembako dan bantuan alat- alat masak yang diperuntukkan untuk 20 Pelaku UMKM dengan anggaran bersumber dari DPA Kelurahan Uritetu tahun 2024.

“Harapan kami dengan pemberian bantuan ini secara khusus pelaku UMKM semakin berdaya dalam meningkatkan ekonomi maupun usaha mereka dan secara umum dapat memajukan perekonomian di Kota Ambon,” pungkas Risakota.

Lima Personil Polisi Dilapor ke Propam Polda Maluku

0

Ambon, Maluku.news – Empat anggota polisi di Polsek Teluk Baguala dan satu anggota di Kantor Lantas Polresta Ambon-Lease, dilaporkan ke Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Maluku, Jumat (5/4). Pelapornya adalah Herona Izaac (29 tahun), puteri Albertina Izaac (71 tahun), korban tabrakan sepeda motor oknum polisi Hensen Calvin Yeheskiel Huwae (22).

Laporan pengaduan Herona diterima oleh Bripda Syurachman A. Tutupoho. Dalam lembar surat penerimaan surat pengaduan Propam, tertulis perihal pengaduan terkait tindakan ketidakprofesionalan yang dilakukan oleh Terin, van Harling, Bambang, Hendrik Huwae, dan Tomagola.

Dalam laporan tertulisnya, Herona memaparkan kronologi ketidakprofesionalan mereka yang menjadi terlapor. Mula-mula, Herona menyebut peristiwa lakalantas di Passo, hari Minggu (24/3). Korban adalah Albertina Izaac alias Oma Aba (71 tahun). Korban ditabrak pengendara sepeda motor bernama Hensen Calvin Yeheskiel Huwae (22 tahun), bekerja sebagai anggota Polri. Akibat tabrakan itu, korban tidak bisa berjalan, dan hanya terbaring di tempat tidur.

Malam itu juga, sekitar pukul 21.00 WIT, kerabat Oma Aba Frangky Pesireron pergi ke Kantor Polsek Teluk Baguala melaporkan lakalantas tersebut. Sekitar pukul 21.30 WIT, Herona menyusul ke Kantor Polsek Teluk Baguala. Seorang petugas di Pos Polsek Baguala bernama Terin mencatat nama Herona Izaac dan Albertina Izaac pada secarik kertas, bukan pada buku.

Pada hari Senin, 25 Maret 2024, puteri Oma Aba yang lain Yohana Izaac dan menantu Oma Aba yakni Pieter Oppier kembali ke Kantor Polsek Teluk Baguala untuk menanyakan perkembangan laporan yang disampaikan Minggu malam oleh Franky Pesireron dan Herona Izaac.

Petugas polisi bermarga Van Harling menerima Yohana Izaac dan Pieter Oppier. Van Harling menjelaskan, tidak ada laporan lakalantas. Hanya ada laporan penganiayaan terhadap Hensen Calvin Yeheskiel Huwae. Van Harling kemudian memberi saran kepada Yohana Izaac dan Pieter Oppier agar pergi ke rumah Hensen Calvin Yeheskiel Huwae, untuk atur secara keluarga. Karena tidak ada proses apa-apa di Polsek, maka Yohana Izaac dan Pieter Oppier pulang.

Pada hari Senin, 25 Maret 2024. Yohana Izaac mengantar Oma Aba ke Rumah Sakit Tentara (RST) Ambon karena sepanjang malam Oma Aba terus menangis dan merintih kesakitan. Petugas di RST memberi saran kepada Yohana Izaac agar mengurus surat keterangan polisi tentang kecelakaan lalulintas, supaya mendapat keringanan biaya dari Jasa Raharja.

Untuk kepentingan keringanan biaya dari Jasa Raharja, maka Yohana Izaac pergi ke Kantor Satuan Lalu Lintas di Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease di Perigi Lima. Petugas polisi bermarga Tomagola kemudian meminta keterangan dari Yohana Izaac tentang nama korban lakalantas , waktu dan tempat kejadian. Setelah itu, Polisi Tomagola menyuruh Yohana Izaac kembali ke RST tanpa memberi secarik surat keterangan yang diminta.

Yohana Izaac sempat menanyakan kepada Tomagola tentang surat keterangan, tetapi Tomagola menjelaskan, sekarang semua sudah serba online jadi sudah dikirim ke Jasa Raharja secara online.

Ketika kembali ke RST, petugas di RST meminta surat keterangan polisi. Yohana Izaac menjelaskan sebagaimana dikatakan Tomagola. Petugas di RST tetap membutuhkan surat secara fisik dari polisi. Yohana Izaac kembali ke Perigi Lima, tetapi lagi-lagi kembali tanpa membawa surat apapun.

Sampai laporan pengaduan ini disampaikan kepada Kabib Propam Polda Maluku, Korban Oma Aba maupun keluarga korban tidak pernah dimintai keterangan lebih lanjut untuk penegakkan hukum.

Menurut Herona, pada saat yang bersamaan, Polsek Teluk Baguala hanya memproses laporan Hensen Calvin Yeheskiel Huwae sebagai korban penganiayaan oleh sejumlah orang pada hari Minggu, 24 Maret 2024 di TKP. Petugas Polsek Teluk Baguala bahkan sudah memproses dengan memanggil saksi-saksi, dan menahan dua orang tersangka penganiayaan.

Herona dalam laporan pengaduan kepada Kabid Propam Polda Maluku menyatakan pihaknya merasa tidak ada kejelasan dan kepastian hukum proses hukum.

“Kami keluarga Oma Aba tidak pernah dimintai keterangan lebih lanjut oleh polisi untuk kepentingan laporan polisi atau berita acara pemeriksaan. Kami tidak pernah menandatangani berkas apapun, atau menerima tanda bukti apapun dari polisi perihal laporan keluarga Oma Aba ke Polsek Teluk Baguala. Jadi, tidak ada kejelasan maupun kepastian hukum,” papar Herona dalam laporannya.

Selain itu, menurut Herona, pihaknya merasa tidak ada keadilan hukum untuk korban Oma Aba.

“Kami keluarga Oma Aba merasa diperlakukan tidak adil oleh petugas Polsek Teluk Baguala sebab polisi hanya memproses laporan penganiayaan terhadap Hensen Calvin Yeheskiel Huwae, dan tidak memproses laporan keluarga Oma Aba,” tulis Herona.

Dia paparkan, Hensen Calvin Yeheskiel Huwae ketika datang berbicara dengan Oma Aba, mengaku dirinya tidak apa-apa, hanya mendapat pukulan dua kali.

“Ini sangat ironis sedangkan kelalaian Hensen Calvin Yeheskiel Huwae dalam berkendara sepeda motor dengan korban parah di kaki Oma Aba, tidak diproses hukum,” tegas Herona.

Herona juga merinci, adanya intervensi keluarga Huwae dalam kasus ini. Menurut Herona, anggota polisi Hendrik Huwae, ayah Hensen Calvin Yeheskiel Huwae pada hari Minggu, 24 Maret 2024, sedang berdinas jaga. Ketika laporan keluarga Oma Aba disampaikan ke Pos Polisi, Hendrik Huwae memang tidak duduk di pos, untuk menerima laporan tetapi sebagai petugas jaga malam, laporan keluarga Oma Aba, maupun laporan anak kandungnya Hensen Calvin Yeheskiel Huwae, pasti diketahui Hendrik, termasuk perkembangan laporan dan penanganannya. Hendrik ikut membiarkan laporan anak kandungnya diproses sedangkan laporan keluarga Oma Aba tidak diproses.

Menurut Herona, anggota polisi Harold Wilson Huwae, paman Hensen Calvin Yeheskiel Huwae berada di Jakarta, namun pengaruhnya tidak terhindarkan. Petugas polisi bernama Bambang di Polsek Teluk Baguala mengatakan kepada sesama petugas polisi di hadapan keluarga Oma Aba bahwa:

“…. barang e, dia (Polisi Hendrik Huwae) pung Kaka Harold (Harold Wilson Huwae) tuh suruh proses, masalahnya dia (Hensen Calvin Yeheskiel Huwae) pung gigi patah, itu yang antua (Harold Kombes Harold Wilson Huwae) marah”, tulis Herona dalam laporannya.

Dia juga menyebut Poppy Huwae (ibunda anggota polisi Harold Wilson Huwae dan Hendrik Huwae) dan Ibu Debby Sopaheluwakan (istri Hendrik Huwae). Kedua orang ini tampil di Polses Teluk Baguala dan Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, mengatur-atur petugas polisi harus begini begitu sesuai keinginan mereka. (Maluku.news)

Wattimena Himbau Masyarakat Jaga Situasi Kondusif Jelang Idul Fitri 1445 H

0

Ambon, Maluku.news – Pj. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena menghimbau masyarakat agar tetap menjaga situasi kota tetap kondusif, jelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1445 Hijriah yang akan dirayakan seluruh umat Islam.

Himbauan ini disampaikannya, usai bertatap muka dengan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Maluku dan Kota Ambon, Jumat (05/04/2024) di Balai Kota.

“Dalam rangka Perayaan hari Idul Fitri 1 Syawal 1445 Hijriah, secara bersama kami himbau kepada masyarakat kota Ambon untuk kita menjaga ketertiban supaya tetap kondusif,” kata Wattimena.

Diakuinya, dari situasi kondusif yang tercipta, umat Islam di Kota ini dapat melaksanakan Malam Takbiran, Sholat led, dan merayakan Idul Fitri dengan baik.

“Ini memungkinkan saudara kita umat Islam di Kota Ambon dapat melaksanakan malam takbiran, kemudian melaksanakan Sholat led, dan perayaan idul fitri,” imbuhnya.

Agar perayaan Idul Fitri 1 Syawal 1445 Hijriah dapat berlangsung dengan baik, menurut Wattimena diperlukan rasa toleransi yang tinggi antar umat beragama.

“Mari kita bangun rasa toleransi yang tinggi antar umat beragama sehingga perayaan idul fitri dapat berlangsung dengan baik,” pungkasnya.

Gubernur Maluku Resmikan Rute Penerbangan Perdana Maskapai Transnusa Ambon-manado

0

Ambon, Maluku.news – Meningkatkan Konektivitas Wilayah Timur Indonesia, maka pada Jumat (05/04/2024) Gubernur Maluku turut meresmikan Rute Baru Penerbangan Perdana TransNusa Ambon-Manado, yang ditandai dengan pemukulan tifa, berpusat di Bandara Internasional Pattimura Ambon Gate 1 dan 2.

Hadir juga pada kesempatan itu Forkopimda Provinsi Maluku, Sekretaris Daerah Maluku, Aviation Group CEO of TransNusa beserta jajaran, Wakil Direktur PT. Lintas Megantara, Penjabat Walikota Ambon, Ketua TGPP Provinsi Maluku beserta jajaran Pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi Maluku dan Kota Ambon, General Manager PT. Angkasa Pura I Bandara Pattimura Ambon, dan stakeholder terkait.

Gubernur atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, pada kesempatan itu menyambut gembira dan memberikan apresiasi atas pembukaan rute oleh PT. TransNusa yaitu rute Ambon-Manado, sebagai bentuk dukungan kepada Pemerintah Daerah Provinsi Maluku dalam mendorong peningkatan perekonomian dan pengembangan destinasi wisata di wilayah Indonesia Timur khususnya di Bumi Raja-Raja Provinsi Maluku.

“Diharapkan dengan kehadiran maskapai penerbangan akan semakin memperbanyak pilihan masyarakat pengguna angkutan udara, untuk memilih penerbangan yang terbaik serta mampu memberikan rasa nyaman dan aman dalam melakukan perjalanan.” Ujarnya.

Gubernur beserta rombongan kemudian memberikan pengalungan kain tenun khas Maluku kepada Aviation Group CEO of Trans Nusa, sebagai simbol sambutan selamat datang kepada tamu di Tanah Maluku Bumi Raja-Raja, serta turut meninjau bagian dalam maskapai, yang dilanjutkan dengan pemotongan pita di depan Gate untuk Penerbangan TransNusa.

Danlantamal IX Ajak OKP Cipayung Plus Ikut Beri Solusi Masalah Sosial

0

Ambon, Maluku.news – Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IX Ambon Brigadir Jenderal TNI (Mar) Said Latuconsina menerima kunjungan pimpinan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Cipayung Plus di Lobi Mako Lantamal IX, Halong, Ambon, Kamis (4/4).

Pada kesempatan itu, Latuconsina menyampaikan harapannya agar OKP Cipayung Plus dapat menunjukkan andil dalam mencari solusi terhadap berbagai persoalan sosial di masyarakat.

Selain itu, ia mengajak OKP Cipayung Plus dapat mengambil bagian dalam serangkaian program yang dilaksanakan oleh Lantamal IX Ambon untuk masa depan Maluku yang lebih baik.

“Banyak hal bisa dikerjakan seperti turun ke masyarakat mensosialisasikan larangan buang sampah ke sungai atau laut, bersih-bersih pantai, penanaman mangrove, mendampingi program Kampung Bahari Nusantara (KBN) TNI Angkatan Laut, dan sebagainya,” papar Latuconsina, sebagaimana siaran pers Dinas Penerangan Lantamal IX, petang ini.

OKP Cipayung Plus adalah gabungan tujuh organisasi Kemahasiswaan yakni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).

Latuconsina menyambut baik kedatangan para pengurus OKP Cipayung Plus. Ia berbincang dan menampung segala aspirasi yang disampaikan. Para pimpinan OKP secara bergantian menyampaikan aspirasinya berkaitan dengan pemberdayaan wilayah maritim yang dicanangkan oleh TNI Angkatan Laut.

Beberapa topik yang menjadi bahasan di antaranya mengenai persoalan lingkungan seperti pembuangan sampah oleh masyarakat ke daerah aliran sungai sehingga memenuhi Teluk Ambon, pemberdayaan potensi maritim, pertanian, hingga SDM dan pengangguran di Maluku. (Malukunews/Dispen Lantamal IX)

DPRD Bakal Surati Polda Dan Kejaksaan Selidiki Dugaan KKN di Dinas Pendidikan Maluku

0

Ambon, Maluku.news – DPRD Maluku melalui Komisi IV akan menyurati Polda Maluku dan Kejaksaan Tinggi Maluku untuk melakukan penyelidikan terkait dugaan Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN) di Dinas Pendidikan Maluku

Hal ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas temuan Komisi dari hasil pengawasan yang dilakukan pada 6 Kabupaten/Kota.

“Kita lapor ke pimpinan, mungkin menyurati ke Polda dan Kejaksaan, dan kita ingin menyampaikan secara resmi data-data temuan yang diperoleh oleh Komisi,”ujar Ketua Komisi IV DPRD Maluku, Samson Atapary, Jum’at (05/04/2024).

Dikatakan, sebelum menyurati Kejaksaan dan Polda, sesuai mekanisme komisi IV akan mengundang kembali Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan, Insun Sangadji untuk mengkonfirmasi hasil temuan Komisi.

“Kesimpulannya kita masih berikan kesempatan untuk sekali mengundang mengkonfirmasi hasil temuan, kalau Kadis indahkan undangan DPRD komisi lewat pimpinan DPRD maka langkah berikut kita berkoordinasi untuk menyurati ke kejaksaan dan kapolda atas dugaan kita terjadi KKN, baik dalam proses tender penunjukan yang berdampak terhadap mutu dan kualitas pendidikan,”tuturnya.

Sebelumnya, dari pengawasan Komisi IV menemukan Sejumlah proyek di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PK) Maluku dilakukan tanpa melalui proses tender.

Usut punya usut, ternyata poyek-proyek tersebut dikelola langsung oleh Insun Sangadji selaku Kepala Dinas Pendidikan.

Anggaran proyek-proyek yang tidak melalui tender mulai dari ratusan juta hingga miliaran, seperti halnya makan minum di SMA Siwalima Ambon.

Begitu juga proyek survei manajemen pelayanan pendidikan yang menelan anggaran Rp700 juta tidak melalui proses tender, bahkan output dari survei dibuat fiktif.

Proyek tersebut dikelola langsung oleh Kepala Dinas bersama Juspi Tuarita selaku PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan).

Tak hanya itu, sejumlah proyek yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Juga bermasalah, seperti halnya sekolah di Kabupaten Buru, dimana pekerjaan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Begitu pula yang terjadi di dua sekolah di Kabupaten Maluku Tenggara yang menelan anggaran cukup besar yang mencapai miliaran.

“Ambil contoh di RAB harus pakai lespam yang asli mereka hanya beli esksabor, kemudian dipotong dan ditempel. pasang tehel di dinding itu hanya pakai lem dengan semen di SMA 1 Buru, jadi belum apa-apa sudah lepas. Yang harusnya dibuat pintu, tidak ada pintu, ada ruangan yang 100 persen perabot tidak ada dan sebagainya. ini yang menjadi problem cukup serius. kalau pengelolaan di dinas masih seperti begini, ini akan berdampak jangka panjang terhadap pendidikan kita,”tutur Samson.

Ia mengakui, dari hasil koordinasi dengan masing-masing Kepala Sekolah, ternyata pekerjaan bermasalah tersebut telah disampaikan langsung kepada Kepala Dinas Pendidikan Maluku, hanya saja tidak ditindaklanjuti. Hal ini dikarenakan rata-rata proyek dikerjakan oleh orang-orang yang berhubungan dengan istri Gubernur, termasuk adik dari Kepala Dinas.

“Ini yang menjadi problem di lapangan, sampai kepsek bilang kita mau mengawasi bagaimana, ini dikerjakan oleh adik kepala Dinas, dan orang-orang yang berhubungan, atau berkaitan dengan istri Gubernur. Ini kita belum telusuri apakah dalam proses tender ini ada KKN disitu atau tidak, mestinya jangan melibatkan keluarga dalam pelaksanaan kaya begini, karena nanti fungsi pengawasan tidak optimal,”tandasnya.

Begitu juga dengan dana operasional Dinas, rata-rata per Cabang Dinas mendapat Rp300 juta. Hanya saja dalam realisasinya sesuai perintah Kepala Dinas harus dibuat Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ). Mirisnya setelah laporan dikirim, dana operasional tersebut tidak ditransfer oleh Dinas kepada Cabang Dinas.

“Apakah ini masuk di silpa uang tidak realisasi atau?, terjadi dan 11 kab/kota cukup besar terutama di tahap III dan ini merupakan keluhan dari cabang cabang dinas, mereka juga punya ketakutan karena sudah buat laporan. Ini sudah dikirim ke dinas tetapi dinas tidak transfer uang per tanggal 31 desember,”bebernya.

Atas hal tersebut, Politisi PDIP mengaku telah mengundang Kepala DInas untuk mengkonfirmasi hal tersebut, namun kenyataannya yang bersangkutan tidak pernah memenuhi panggilan DPRD.

“Dalam rapat sebelum pengawasan kita sudah minta data-data realisasi untuk pelaksanaan baik DAU maupun DAK tetapi tidak diberikan secara lengkap. lewat penelusuran komisi IV itu ada beberapa proyek yang kita harus konfirmasi dengan dinas, tetapi kadis tidak pernah hadir, sehingga tidak bisa terkonfirmasi,”cetusnya.

Sebagai tindak lanjut, pihaknya akan berkoordinasi dengan pimpinan DPRD Maluku untuk mengambil langkah sebagai tindak lanjut atas temuan dari hasil pengawasan

Proyek Ratusan Juta Dikelola Kadis Pendidikan Maluku Tanpa Tender

0

Ambon, Maluku.news – Sejumlah proyek di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PK) Maluku dilakukan tanpa melalui proses tender.

Usut punya usut, ternyata poyek-proyek tersebut dikelola langsung oleh Insun Sangadji selaku Kepala Dinas Pendidikan.

Ketua Komisi IV DPRD Maluku, Samson Atapary mengatakan, anggaran proyek-proyek yang tidak melalui tender mulai dari ratusan juta hingga miliaran, seperti halnya makan minum di SMA Siwalima Ambon.

“Makan minum di SMA SIwalima tidak di tender padahal uangnya miliaran,”ujar Atapary di rumah rakyat, karang panjang, Ambon, Jum’at (05/04/2024).

Dirinya mengindikasi proyek makan minum di SMA unggulan yang terletak di Waiheru itu hanya melalui penunjukan langsung pihak ketiga untuk pengelolaan.

“Sebenarnya kita mengundang dinas untuk mengkonfirmasi di pengelolaan 2023 seperti apa, kita dengar indikasi di 2024 sudah jalan makan minum di SMA Siwalima juga tidak ditender, tetapi langsung ditunjuk pihak ketiga untuk mengelola,”tuturnya.

Politisi PDIP khawatir proses yang telah melalui mekanisme ini akan berdampak terhadap pengelolaan yang dilakukan tidak profesional. Alhasil berdampak terhadap siswa.

Sama halnya proyek survei manajemen pelayanan pendidikan yang menelan anggaran Rp700 juta, juga tidak melalui proses tender, bahkan output dari survei dibuat fiktif.

Proyek tersebut dikelola langsung oleh Kepala Dinas bersama Juspi Tuarita selaku PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan).

“Data yang kita dapat ini ada dugaan langsung dikelola oleh Ibu Kadis, dan PPTK itu Juspi Tuarita ini Kasubag Kepegawaian dan umum, mestinya Rp700 juta ini harus tender, dan dugaan ini ouput dari survei itu dibuat fiktif,”pungkasnya.

Ibu dan Nenek Calvin Huwae Dilapor ke Polisi Tegal Kata “Smeerlap”

0

Ambon, Maluku.news – Ibunda dan nenek Hensen Calvin Yeheskiel Huwae (22) dilaporkan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Maluku. Pelapornya adalah Herona Izaac, warga Passo Ambon, puteri Nenek Albertina Izaac (71).

Kedua terlapor adalah Ibunda Debby Sopaheluwakan dan Nenek Poppy Huwae. Laporan pengaduannya secara tertulis disampaikan langsung Herona ke Dit Reskrimum Polda Maluku di Batumeja, Ambon, Jumat (5/4) siang ini.

Dalam pengaduannya, Herona melaporkan kronologi kejadian yang menyebabkan dirinya membuat laporan polisi. Ceritanya, pada hari Senin 1 April 2024, Herona, dan kakaknya Yohana Izaac, dan suami Herona yakni Pieter Oppier sedang berada di Mapolresta Ambon Lease. Saat berbicara dengan Kasi Propam Yonas Paulus, datanglah keluarga Calvin Huwae. Mereka adalah Poppy Huwae (nenek), Hendrik Huwae (ayah) dan Debby Sopaheluwakan (istri Hendrik Huwae).

Ketika masuk di ruang tempat pelapor sedang berbicara dengan Kasi Propam Yonas Paulus, Debby langsung menghardik Herona. “Hei, perempuan biadab smerlap, se diam!”.

Mendengar itu, Herona langsung menanggapi Debby.

“Beta sedang menyampaikan laporan. Ibu punya hak apa untuk menyuruh saya diam?” Ujar Herona.

Nenek Poppy Huwae langsung mengambil kaca mata milik Ibu Herona yakni Albertina Izaac, dari dalam tas. Kacamata itu memang berada di tangan mereka untuk diperbaiki karena rusak setelah ditabrak pakai sepeda motor oleh Calvin Huwae.

Poppy disebut membanting kacamata itu di atas meja sambil berkata:

“Ini os pung oma ka sapa, sapa barang tua bangka biadab smerlap tuh pung kacamata ni…”

Herona keberatan dengan kata main Debby kepada dirinya, dan makian Poppy kepada ibunya. Apalagi, makian itu berlangsung di kantor polisi dan didengar sejumlah orang.

“Ibu pelapor yang tidak bersalah dan hanya tidur di tempat tidur, telah menjadi sasaran maki-maki terlapor 1 (Debby)”, demikian dikutip dari laporan pengaduan Herona.

Kasus ini bermula hari Minggu (24/3) di Jalan Raya Passo. Oknum anggota polisi Calvin Huwae menggunakan sepeda motor, menabrak Nenek Albertina Izaac yang berdiri di bahu jalan. Akibatnya, sang nenek terkapar di tanah. Kaki kirinya lumpuh sampai sekarang, dan hanya terbaring di tempat tidur.

Malam itu juga, Herona melapor ke Polsek Teluk Baguala. Akan tetapi laporannya tidak diproses, sedangkan laporan Calvin Huwae tentang sejumlah orang yang menganiaya dirinya karena lakalantas itu, kasusnya langsung diproses polisi. Dua orang kerabat Nenek Albertina Huwae sudah ditahan polisi.

“Ini sangat tidak adil,” kata Herona.

Atas dasar itu, Herona bermaksud melaporkan kinerja petugas polisi di Polsek Teluk Baguala ke Seksi Propam Polres Ambon Lease. Belum sempat laporan dituntaskan, datanglah keluarga Calvin Huwae yang kemudian mengeluarkan makian yang membuat Herona merasa malu karena dihina. Dari situlah, Herona membuat laporan ke Dit Reskrimsus. (Maluku.news)