Beranda blog Halaman 239

Tingkatkan Pemahaman SKPD Tetkait SAKIP, BPSDMP Maluku Gelar Bimtek

0

Ambon, MALUKU.News – Dalam rangka meningkatkan pemahaman SKPD mengenai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ( SAKIP), Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Maluku menggelar bimbingan teknis (Bimtek) SAKIP, Kamis (23/6/2022).

Kegiatan itu dibuka langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku, Sadli Ie didampingi Kepala BPSDM setempat Hadi Sulaiman.

Gubernur dalam sambutan yang disampaikan Pj. Sekda mengatakan, beberapa fenomena permasalahan yang timbul seiring dengan diimplementasikannya SAKIP antara lain, adanya paradigma yang keliru dari aparatur pemerintah bahwa keberhasilan dan kegagalan program dan kegiatan yang dilaksanakan hanya berdasarkan penyerapan anggaran.

“Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (LAKIP, red) yang dianggap formalitas dan rendahnya kualitas substansi, keakurasian informasi, dan pengukuran kinerja pemerintah yang dilaporkan pada LAKIP, sehingga hal inilah yang kemudian mengakibatkan sulitnya menyusun LAKIP,” ujarnya.

Menurut Gubernur, permasalahan yang melanda organisasi pemerintah saat ini yaitu adanya pemikiran aparatur pemerintah bahwa ukuran keberhasilan dan kegagalan dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya hanya bertumpu pada kemampuan instansi dalam menyerap anggaran yang dialokasikan, yakni keberhasilan instansi hanya ditekankan pada aspek input tanpa melihat tingkat output maupun dampaknya yang kemungkinan masih jauh dari standar.

“Oleh sebab itu, Bimtek SAKIP ini, sebagai tuntutan utama dalam peningkatan kompetensi ASN yang membidangi pelaporan dan evaluasi kinerja instansi yang menunjang penyusunan LAKIP, sehingga dapat tercapai laporan pertanggungjawaban dan akuntabilitas yang sesuai dengan peraturan yang berlaku,” ujarnya.

Ditegaskan pula, visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku periode 2019-2024 untuk mewujudkan Maluku yang terkelola secara jujur, bersih dan terlayani, terjamin dalam kesejahteraan dan berdaulat atas gugusan kepulauan memerlukan kesiapan yang matang dari pemerintah daerah, dimana salah satu hal yang perlu dipastikan adalah terwujudnya birokrasi yang kapabel dan berdaya saing, yang dapat menggerakkan roda pemerintahan serta menjalankan program-program pemerintahan secara efektif, efisien dan akuntabel.

Gubernur mengatakan setiap program dan kegiatan berdampak langsung dalam pencapaian sasaran, sehingga setiap anggaran yang dialokasikan untuk membiayai program/kegiatan dapat dipertanggungjawabkan manfaatnya kepada masyarakat.

“Inilah yang disebut dengan prinsip akuntabilitas berorientasi hasil melalui implementasi penganggaran berbasis kinerja sebagaimana yang diamanatkan dalam UU Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara,” paparnya.

Ditekankan, SAKIP dibangun dan dikembangkan dalam rangka perwujudan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta pengelolaan sumber daya pelaksanaan kebijakan dan program yang dipercayakan kepada setiap instansi pemerintah berdasarkan suatu sistem akuntabilitas yang memadai.

Diterangkan, penyusunan laporan kinerja dalam SAKIP, dilakukan melalui proses penyusunan rencana strategis, penyusunan rencana kinerja serta pengukuran kinerja dam evaluasi kinerja. Dan media akuntabilitas tersebut dibuat secara periodik memuat informasi yang dibutuhkan oleh pihak yang memberikan delegasi wewenang.

Lanjutnya, pelatihan ini merupakan salah satu langkah strategis yang diambil oleh pemerintah daerah Provinsi Maluku dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ASN dalam penyusunan dan pengimplementasian SAKIP.

“Terkait hal ini, saya meminta perhatian dari seluruh peserta BIMTEK agar memilki komitmen yang kuat, sehngga pada saat berakhirnya pelatihan ini, saudara-saudara dapat mengimplementasikan SAKIP secara intensif,” tandas Gubernur.

Distan Maluku Diminta Lakukan Monitoring Antisipasi PMK Pada Hewan Ternak

0

Ambon, MALUKU.News – Penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak kini sudah meluas di beberapa wilayah di Indonesia.

Mengantisipasi hal tersebut, DPRD Provinsi Maluku meminta kepada Pemerintah Provinsi Maluku melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk melakukan berbagai upaya demi mencegah masuknya PMK atau penyakit infeksi virus (family Picornaviridae).

“Kami mendorong Pemda terutama instansi baik itu kesehatan maupun pertanian untuk terus melakukan monitoring terhadap perkembangan penyakit PMK pada hewan ternah,”ujar Wakil Ketua DPRD Maluku, Melkianus Sairdekut dikonfirmasi di Ambon, Rabu (22/06/2022).

Menurut Sairdekut, selain monitoring Dinas Pertanian juga harus secepatnya memberikan vaksin kepada hewan ternak, untuk mencegah luasnya PMK.

“Apalagi dalam beberapa hari kedepan sudah memasuki hari raya Hewan Qurban. Jika hal ini tidak diantisipasi secepatnya, selain merugikan peternak, juga berdampak kepada masyarakat yang akan merayakan hari raya Idul Adha,” tegasnya.

Refra: Pariwisata Di Kepulauan Kei Butuh Perhatian Pemprov Maluku

0

Ambon, MALUKU.News – Anggota Komisi I DPRD Provinsi Maluku, Mu’min Refra meminta Pemerintah Provinsi Maluku memberikan perhatian serius terhadap pengembangan pariwisata di kedua daerah Kepulauan Kei, yaitu Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual.

“Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual memiliki 72 destinasi wisata baik sejarah maupun bahari, membuat Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual menjadikan parawisata sebagai agenda yang sangat penting dalam proses pemerintahan,” ungkapnya di Ambon, Rabu (22/06/2022).

Dijelaskan Refra, untuk untuk pengembangan potensi parawisata, kedua daerah itu mengelontorkan biaya yang cukup besar, yang ditetapkan dalam APBD. Alhasil berkat kerja keras kedua Pemda, kini parawisata di kedua daerah yang hanya dipisahkan jembatan Rosenberg telah masuk dalam agenda nasional Kementerian Pariwisata.

“Namun sayangnya, keberhasilan parawisata di kedua daerah, tidak mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Maluku. Untuk itu, kita berharap adanya perhatian dari Pemprov Maluku, dalam hal ini Dinas teknis dalam pengembangan potensi pariwisata di kedua daerah dimaksud,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Siapa sih yang tidak mengenal Kabupaten Maluku Tenggara, daerah di bagian Indonesia Timur, yang berada dalam Provinsi Maluku, mempunyai kekayaan alam yang indah, serta alamnya masih cukup terjaga.

Daerah yang memiliki luas 1.032 kilometer ini terkenal potensi destinasi wisata, baik wisata alam, budaya, dan sejarah. Namun sebagian besar wisatanya adalah wisata alam seperti pantai dan pulau dengan air berwarna biru kehijauan yang bening dan jernih. Salah satunya, pantai Pasir Panjang (Pantai Ngurbloat), yang dikenal unik karena butiran pasirnya terhalus di dunia, hal itu juga diungkapkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, saat menghadiri Festival Pesona Meti Kei oktober 2021 lalu.

Bahkan, destinasi wisata pasir panjang yang terletak di Desa Ngilngof ditetapkan sebagai desa wisata terbaik Indonesia, bahkan Pesona Meti Kei yang dilaksanakan setiap tahun oleh Pemerintah Kabupaten Tenggara telah masuk dalam kalander parawisata nasional.

Potensi sektor pariwisata di daerah yang memiliki 191 desa ini, dinilai sangat besar. Daerah ini bahkan bisa mengembangkan potensi tersebut sama seperti Bali, yang terkenal luas di seluruh mancanegara.

Untuk mencapai hal tersebut, bukan hal yang mudah, membutuhkan dukungan dari semua pihak, termasuk Dinas Parawisata Provinsi Maluku, dalam membantu mempromosikan parawisata.

Namun sayangnya hal tersebut tidak sesuai harapan, Dinas Parawisata Maluku terkesan tutup mata, atau tidak memperhatikan potensi wisata di bumi larvul ngabal.

“Bayangkan Pesona Meti Kei telah ditetapkan dalam kalander departemen parawisata nasional, bahkan pantai pasir panjang itu desa wisata terbaik Indonesia, tapi tidak dilirik parawisata provinsi. Saya mau lapor Gubernur, kenapa ini tidak pernah diperhatikan, dan harus transparan,”ungkap Bupati Maluku Tenggara, M Thaher Hanubun di Ambon, jumat (27/05/2022) pekan kemarin.

Dikatakan, selama ini dalam memperjuangkan potensi wisata di Maluku Tenggara merupakan kerja kerasnya, namun tentu ada dukungan melalui surat rekomendasi yang dikeluarkan Gubernur Murad Ismail.

“Selama ini saya berjalan dengan rekomendasi Gubernur, dan saya akui tertolong dengan rekomendasi Gubernur, itupun saya jalan sendiri. Tetapi paling tidak dinas terkait harus memperhatikan, namun kenyataannya tidak demikian,”cetusnya.

Menurut Hanubun, Maluku terdiri dari 11 kabupaten/kota, sudah tentu kosentrasi pembangunan harus dilihat secara keseluruhan, bukan hanya satu dua daerah saja. Kei juga bagian dari Maluku yang perlu mendapat perhatian serius dari Dinas Parawisata Maluku.

“Maluku harus dilihat secara utuh, jangan hanya satu dua wilayah, bukan hanya Ambon dan Maluku Tengah. Karena kosentrasi Dinas Parawisata hanya dua wilayah ini saja. Seharusnya kosentrasi pembangunan harus dilihat secara keseluruhan,”pungkasnya.

Lailosa : Pemerintahan MI – BO Sesuai Jalur yang Benar

0

Ambon, MALUKU.News – Kepala Bappeda Provinsi Maluku, Anthon Lailosa menegaskan, pemerintahan dibawah kepemimpinan Gubernur Murad Ismail dan wakilnya Barnabas Orno (MI-BO), selama tiga tahun terakhir sesuai jalur yang benar dan melampaui target.

“Selama 3 tahun pemerintahan MI – BO sesuai jalur yang benar. Banyak capaian indikator-indikator pembangunan dan dampak sosial ekonominya. Banyak progres yang dicapai dalam pemerintahan keduanya. Banyak juga rencana kita kedepan untuk membangun daerah ini ke arah yang lebih baik,”ungkap Lailosa, saat diskusi publik dengan tema “Tiga Tahun Kinerja Pemerintah Daerah Maluku dibawah kepemimpinan MI-BO” di warung katong, Selasa (21/6/2022).

Pada diskusi publik yang di gagas Dinas Kominfo Provinsi Maluku itu, live di LPP TVRI dan RRI, juga menghadirkan Ketua Tim Gubernur Percepatan Pembangunan (TGPP) Maluku, Hadi Basalamah, sebagai narasumber.

Sementara pemandu dialog Publik, yakni Monica Seipala dari LPP TVRI dan Theis de Cock dari LPP RRI.

Lailosa mengatakan, langkah-langlah yang dilakukan MI-BO selama ini, yakni pelayanan dasar terus dilakukan.

“Bahkan, indikator pembangunan 3 tahun terakhir ini sudah melampaui target kita pada tahun 2024 mendatang akan tetap kita jalankan, sementara yang sedang berjalan kita percepat. Sedangkan, program ekonomi seperti program komoditas unggulan baik itu pengembangan industri kecil menengah dan program terkait pemerintahan juga stabilitas daerah bekerja sama strategis dengan yang punya wewenang kami akan dorong terus,”paparnya.

Dipaparkannya, pemerintahan MI-BO kurun waktu kurang lebih 3 tahun banyak kendala seperti gempa dan pandemi Covid-19. Namun, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat, angka kemiskinan dan pengangguran dapat diturunkan.

”Begitu juga dengan peningkatan kualitas di sektor pendidikan dan kesehatan terus ditingkatkan dari waktu ke waktu,” jelasnya.

Ketua TGPP Maluku, Hadi Basalammah mengatakan, pemerintahan MI-BO sangat inovatif dan banyak terobosan serta peningkatan kualitas birokrasi.

“Sebelumnya Maluku tidak inovatif. Namun, ketika Maluku dipimpin MI-BO diakui Kemendagri kalau Maluku ada peningkatan budaya inovatif,” jelasnya.

Begitu juga pemberian penghargaan Innovative Government Award (IGA) 2021, Provinsi Maluku berada pada urutan ke 29 dan masuk pada kategori inovatif (skor 32,66) di atas Provinsi DI Yogyakarta urutan 30 (skor 30,41) dan terdapat 4 Provinsi yang kurang Inovatif yaitu nomor 31, Provinsi Bali (skor27,02), nomor 32, Provinsi Sulawesi Tenggara (skor 25,26), 33 Provinsi Maluku Utara (skor 24,44) dan Provinsi Kalimantan Tengah (skor 15,69).

Dijelaskan Basalammah, hasil penilaian Ombudsman RI terkait penghargaan kepatuhan tingkat standar pelayanan publik 2021 Provinsi Maluku, berada pada peringkat ke 6 dengan skor (90,83) dari 34 Provinsi di Indonesia, setelah Bangka Belitung dengan skor (91,86), Bengkulu dengan skor (91,91), DKI Jakarta dengan skor (97,37), Kalimantan Barat dengan skor (97,37) dan Provinsi Riau sebagai peringkat 1 dengan skor (98,12).

“Selain itu, di penghujung tahun 2021, Pemerintah Provinsi Maluku kembali mendapat pengakuan dalam hal tata kelola pemerintahan sebagai implementasi dari penerapan ISO (International Organization for Standardization) atau yang disebut juga dengan SNI (Standard National Indonesia),”paparnya.

Diantaranya, BPSDM dengan SNI-ISO 9001.2015 terkait sistem manajemen mutu, manajemen anti penyuapan SNI-ISO 21001.2018 terkait manajemen organisasi pendidikan.

“Dinas DPMPTSP juga memperoleh dua sertifikat SNI-ISO yakni 9001:2015 terkait sistem manajemen mutu dan SNI-ISO 37001:2016 terkait sistem manajemen anti penyuapan,” sambungnya.

Basalammah mengatakan , adanya kendala dalam membangun Maluku, hal ini mengingat geografis Maluku, adalah Kepulauan.

Diakuinya , membangun Maluku bukan hanya pemerintah provinsi, tapi butuh perhatian serius pemerintah pusat dan kabupaten/kota dan pihak lainya.

Ini Hasil Pertemuan KSp Moeldoko Dengan Pemprov dan Pemkab Malteng Terkait Pelauw – Kariuw

0

Ambon, MALUKU.News – Kepala Staf Kepresidenan (KSp), Moeldoko mengundang Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tengah (Malteng) untuk membahas sejauh mana penyelesaian penanganan konflik Pelauw – Kariu.

“Dalam diskusi bersama ada beberapa pokok perhatian yakni Bupati Maluku Tengah diminta untuk melaksanakan semua rencana penanganan konflik itu secara sungguh-sungguh, tidak hanya rapat-rapat tetapi harus lebih konkrit,” ujar Ketua DPRD Maluku, Lucky Wattimury di Ambon, Senin (20/06/2022).

Wattimury katakan, selanjutnya pemerintah Provinsi Maluku diminta untuk mengkoordinasikan penanganan konflik Pelauw – Kariu kepada pemerintah Kabupaten Maluku Tengah.

“Selalu mengikuti dan melaporkan perkembangan penanganan, sebab kalau terlambat ditangani maka akan berdampak juga kepada yang lain,” tandasnya.

Dijelaskan Wattimury, pemerintah pusat melalui pemerintah terkait akan membantu secara teknis penanganan konflik pelauw – kariuw baik itu perumahan, pendidikan maupun kegiatan lainnya termasuk kebutuhan pengungsi.

“Semuanya sudah dibicarakan dan mendapat respon yang baik, dan dalam waktu singkat tim dari kementerian terkait termasuk badan pertanahan untuk melihat secara langsung dengan pemerintah maluku tengah untuk melihat batas-batas desa,” ungkapnya

Wattimury juga mengapresiasi pertemuan tersebut sekaligus meminta pemerintah kabupaten Maluku Tengah agar berkoodinasi dengan pemerintah Negeri Pelauw dan pemerintah Negeri Kairu.

“Sebab kita tidak bisa berkordinasi secara langsung dengan kedua negeri itu sehigga segala kebijakan yang dibuat bersama tersebut bisa berjalan,” katanya.

“Memang tidak mudah namun dengan langkah-langkah tegas dan terukur yang sudah dibicarakan kiranya menjadi perhatian bersama,” katanya lagi.

Wattimury menambahkan, arahan kepala Staff Kepresidenan bahwa pemerintah dan DPRD Provinsi, Pangdam XVI dan Kapolda Maluku diminta untuk bersama-sama untuk membantu.

Ini Hasil Pengawasan Komisi II DPRD Maluku Di Kabupaten Kepulauan Aru

0

Ambon, MALUKU.News – Dari hasil pengawasan di Kabupaten Kepulauan Aru, Komisi II DPRD Maluku menemukan beberapa persoalan yang patut menjadi perhatian bersama Pemerintah Provinsi Maluku. Mengingat program dan kegiatan yang dilakukan belum tercapai dengan baik, salah satunya di sektor perikanan dan kelautan, terkhususnya bagi nelayan.

Ketua Komisi II Saoda Tethool, di Ambon, Senin (20/06/2022) mengungkapkan nelayan di bumi jargaria menginginkan adanya pelabuhan alternatif.

“Bagi nelayan-nelayan kecil, yaitu soal pelabuhan, walaupun bukan menjadi tanggungjawab komisi II, tetapi itu menjadi sorotan untuk pelabuhan alternarif bagi nelayan tradisional,”tandasnya.

Dijelaskan Tethool, persoalan lainnya berkaitan Bahan Bakar Minyak (BBM). Dimana nelayan sulit mendapatkan, karena harus melalui mekanisme yang panjnag, mulai dari perizinan di Dinas Kelautan dan Perikanan, kemudian ke Dinas Peridustrian dan Perdagangan, barulah ke Pertamina.

“Ini mekanisme yang panjang, yang sangat menyulitkan masyarakat, untuk itu perlu ada pihak ketiga yang mendirikan SPBN bagi nelayan pesisir,”ucapnya.

Tethol bahkwan mengakui pengusaha di sektor perikanan juga meminta adanya revisi peraturan daerah (Perda) terkait tambak labuh.

“Walaupun ada permintaan dari pengusaha karena harganya mahal, namun kami menganggap perda itu rasional, karena bagi kami itu terlalu murah bagi pengusaha. Mengingat dari sektor perikanan kita tidak mendapatkan apa-apa, hanya dari retribusi dari tambak labu itu yang kita dapatkan, dari ekpor ikan kita tidak dapat, karena belum ada regulasi atau payung hukum yang mengatur lebel ikan,”tuturnya.

Tethool menambahkan, dari sektor pertanian petani mengeluhkan terbatasnya subsidi pupuk.

“Mereka menghendaki kalaupun harganya naik, yang penting tersedia. Jadi alokasi yang diberikan pempys untuk pupuk subsidi terbatas sekali, contoh petani mau kebutuhan 1000 kg per sekali panen, tetapi yang diberikan 500 kg. jadi pupuk menjadi penopang untuk menghasilkan hasil yang baik dan banyak sesuai target,”pungkasnya.

Lepas Kontingen Pesparawi Maluku, Wagub Orno Sampaikan Pesan Gubernur

0

Ambon, MALUKU.News – Wakil Gubernur Barnabas Orno didampingi Penjabat Sekda Sadli Ie melepas Kontingen Maluku yang akan mengikuti Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional ke XIII Tahun 2022 di Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta.

Prosesi pelepasan berlangsung di Wisma Gonsalo, Karang Panjang, Sabtu (18/6/2022).

Wagub yang pada kesempatan itu menyampaikan sambutan Gubernur mengatakan, Pemerintah Provinsi Maluku memberikan atensi penuh terhadap kegiatan-kegiatan keagamaan yang menonjolkan sisi religius, termasuk Pesparawi Nasional sebagai ajang memuji dan memuliakan kebesaran Tuhan Sang Khalik Pencipta Alam Semesta.

Dikatakannya, orang Maluku banyak memiliki suara yang indah dan merdu.

Tetapi perlu disadari bahwa untuk menjadi pemuji-pemuji Tuhan, maka bermodalkan bakat saja tidak cukup, harus diikuti dengan pembinaan dan pelatihan secara baik, terukur dan profesional.

“Karena itu, dengan selesainya program pemusatan latihan atau training center selama 3 minggu, saya berharap seluruh kontingen Pesparawi Provinsi Maluku siap menunjukan penampilan yang terbaik di ajang Pesparawi nasional ke XIII di Kota Yogyakarta,” ujarnya.

Menurutnya, setiap kontingen yang akan berpartisipasi di Pesparawi, pasti memiliki ekspektasi tinggi dalam meraih prestasi itu sangat rasional dan manusiawi. Karena siapapun juga pasti ingin meraih hasil maksimal atas usahanya. Namun hanya mereka-mereka yang mampu menunjukkan penampilan terbaik yang akan mendapatkan penghargaan tertinggi.

Dalam kesempatan itu, Gubernur menyampaikan beberapa pesan. Pertama, kepada para peserta, Gubernur mengingatkan, dalam menghadapi ajang perlombaan harus dapat mengendalikan diri dan menjaga emosional, sehingga mampu menguasai pembawaan lagu secara baik.

“Sadarilah bahwa sebagai sebuah paduan, maka tidak boleh ada sikap penonjolan diri, justru harmonisasi dan keterpaduan menjadi indikator utama dan menentukan hasil akhir.

Lebih dari itu, saudara-saudara terpilih ke Jogja adalah untuk memuji Tuhan Sang Khalik Pencipta Alam Semesta, dan bukan memuji manusia, apalagi diri sendiri,” kata Gubernur mengingatkan.

Kedua, kepada para pelatih, diharapkan melakukan pendampingan total sampai di titik terakhir, dan jangan menyerah apalagi menghindar dari komitmen dan tanggungjawab sebagai seorang pelatih.

“Berilah contoh sportivitas dan sikap tangguh walaupun harus menghadapi tantangan yang berat sekalipun. Bangun komunikasi yang hangat dan penuh perhatian kepada setiap anggota, sehingga mereka termotivasi dan memilih sikap memuji Tuhan dengan segenap hati dan perasaan. Saya percaya harapan bagi tim Pesparawi Provinsi Maluku dapat merebut kembali juara umum bukanlah sesuatu yang mustahil, sebab dengan upaya sungguh-sungguh tidak ada yang mustahil,” imbaunya.

Ketiga, kepada pengurus Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Provinsi Maluku, Gubernur berharap dapat berkoordinir dan mengkomunikasikan setiap agenda perlombaan secara baik dan cermat.

Begitu juga agenda-agenda pendukung lainnya yang diatur oleh panitia penyelenggara.

“Ingatlah kehadiran dan perfomance kontingen, baik secara individu maupun kelompok akan mendapat penilaian orang lain terhadap nama baik Provinsi Maluku.

Karena itu, jagalah sikap, perkataan dam tindakan selama berada di tanah orang. Kita orang Maluku adalah orang yang memiliki etika dan sopan santun serta tata krama yang tinggi,” tandasnya.

Pertamina Patra Niaga Komitmen Patuhi Peraturan Pemanfaatan Ruang Laut di Maluku

0

Ambon, MALUKU.News – PT Pertamina Patra Niaga Sub Holding Commercial & Trading Pertamina, berkomitmen untuk taat terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Salah satunya mengenai Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP-3-K).

Sebagai salah satu instrumen dalam pengendalian pemanfaatan ruang laut yang berada dalam wewenang pemerintah provinsi, Pertamina Patra Niaga selaku badan usaha yang menjalankan rantai bisnis hilir minyak dan gas Pertamina, turut berpartisipasi dalam proses Konsultasi Publik Perubahan Dokumen Materi Teknis Perairan Pesisir (RZWP-3-K) Provinsi Maluku, di Ambon, Kamis (16/06/2022).

“Pertamina Patra Niaga memiliki tujuh fasilitas yang menjadi tulang punggung pendistribusian BBM dan LPG di perairan laut Provinsi Maluku, yaitu berupa Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) dan Terminal Khusus (Tersus). Kami telah menyampaikan keberadaan fasilitas tersebut secara resmi disertai data dukung teknis,” ujar Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Region Papua-Maluku, Edi Mangun dalam siaran pers yang diterima media ini di Ambon, Jumat (18/06/2022).

Dijelaskan Edi, Pertamina Patra Niaga akan terus berkoordinasi dengan tim dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI beserta Pemerintah Daerah terkait, dalam proses penyusunan dokumen RZWP-3-K. Untuk memastikan agar wilayah penyaluran minyak dan gas Pertamina Patra Niaga, baik di wilayah timur maupun di seluruh Indonesia, sesuai dengan peraturan pemanfaatan ruang laut.

“Untuk memastikan terakomodirnya fasilitas operasi Pertamina Patra Niaga dan menjamin kelancaran distribusi energi di wilayah Maluku, kami akan terus berkoordinasi dengan tim dari KPP dan Pemerintah Provinsi,” ungkapnya.

PAW Anggota DPRD Maluku Fraksi Golkar Dilaksanakan Awal Juli

0

Ambon, MALUKU.News – Surat Keputusan (SK) Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota Legislatif (Aleg) Golkar dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, telah dikantongi DPRD Maluku.

Namun sayangnya, proses pengambil sumpah dan janji Yunus Serang sebagai Anggota DPRD Maluku, menggantikan Alm Fredrik Rahakbauw belum bisa dilaksanakan dalam bulan ini.

Ketua DPRD Maluku, Lucky Wattimury di Ambon, Jumat (17/06/2022) mengakui pengambilan sumpah dan janji Aleg dari Dapil Kabupaten Maluku Tenggara, Kota Tual Dan Kabupaten Kepulauan Aru sisa masa jabatan 2019-2024 baru akan dilaksanakan awal bulan juli mendatang.

“Hal ini dikarenakan, saat ini seluruh anggota DPRD Maluku sementara melaksanakan pengawasan tahap II ke lima kabupaten/kota, dan sesuai keputusan Badan Musyawarah (Bamus) dari rapat koordinasi bersama Pimpinan Dewan bersama pimpinan fraksi dan pimpinan komisi, disepakati pengawasan yang dilaksanakan tidak boleh diganggu dengan kegiatan lain, dalam artian harus berjalan sampai selesai dalam bulan ini,” katanya.

“SK sudah kami terima, itu berarti kita sudah bisa mempersiapkan pelaksanaan pengambilan sumpah dan janji dalam paripurna DPRD. Namun kita tahu bersama saat ini seluruh anggota DPRD Maluku sementara melaksanakan pengawasan, dan itu baru bisa berkahir di akhir bulan juni ini. karena itu, kemungkinan proses pelaksanaan paripurna baru akan dilaksanakan di awal bulan Juli apakah itu tanggal 1, 2, atau 3,”katanya lagi.

Wattimury mengakui, pelaksanaan PAW di awal Bulan juli tidak melanggar aturan, mengingat masih dalam waktu yang ditetapkan Mendagri.

“Karena di dalam salah satu keputusan ada batasan waktu, oleh karenanya setelah diperhatikan tugas dewan, pengawasan, mnaka diputuskan paripurna pengambilan sumpah janji baru akan dilaksanakan di awal bulan juli,”tandasnya.

Wattimury juga meminta kepada Yunus Serang agar tetap bersabar. Prinsipnya paripurna pengambilan sumpah dan janji tetap akan dilaksanakan berdasarkan SK Mendagri.

“Memang pak Yunus telah datang ke Sekwan untuk membicarakan hal ini, tapi kami kepada beliau agar bersabar sedikitlah, tetap akan dilantik,”pintanya.

Sikapi Tingginya Kasus Kekerasan Perempuan Dan Anak, Ini Kata Jantje Wenno

0

Ambon, MALUKU.News – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Maluku masih terus terjadi, jumlahnya mencapai ratusan setiap tahun. Hal itu dibuktikan, data Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) provinsi Maluku, dari Januari sampai mei sebanyak 170 kasus.

Selain itu juga masih terdapat kasus perdagangan orang, baik dari luar daerah ke Maluku maupun Maluku ke luar daerah, dengan iming-iming pekerjaan.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Maluku, Jantje Wenno dikonfirmasi media ini menilai terjadi kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta perdagangan orang disebabkan beberapa faktor mulai dari pekerjaan yang tidak ada, sehingga berdampak tingginya angka pengangguran, dan kemiskinan.

“Untuk itu, dalam menyelesaikannya perlu ada perhatian serius dari semua pihak, termasuk Pemerintah dalam Provinsi maupun Kabupaten/Kota untuk merumuskan, dengan menggandeng semua pihak baik swasta, dunia usaha, LSM, Masyarakat, perguruan tinggi, kepolisian dalam upaya perlindungan hak perempuan dan perlindungan anak, mulai dari pencegahan, penanganan, dan pemberdayaan,: ungkapnya di Ambon, Kamis (16/06/2022).

Dijelaskan Wenno, apalagi kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam berbagai bentuk menjadi bagian utama dari indikator Sustainable Development Goals (SDGs) dimana  semua negara telah bersepakat untuk menanganinya. Bahkan di Indonesia, penanganan kekerasan menjadi satu dari tiga prioritas utama pembangunan pemberdayaan perempuan Program Three Ends, yakni mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Prinsipnya Pemda harus bekerjasama dengan semua pihak untuk menekan kekerasan terhadap perempuan dan anak,”pungkasnya.