Beranda blog Halaman 222

Gubernur Murad Kembali Dianugerahi Gelar Adat Badingil Mas

0

Ambon, MALUKU.News – Setelah mendapat amanah sebagai anak adat Desa Olilit, Desa Sifnana, Desa Lauran di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) dan gelar adat Vis Bad di Kabupaten Maluku Tenggara, Gubernur Maluku Murad Ismail kembali dianugerahi gelar adat sebagai Badingil Mas. Selain Gubernur, Ibu Widya Pratiwi Murad juga menerima gelar adat sebagai Nen Dit Masneu.

Keduanya dikukuhkan oleh Raja Tual, Djafar Tamher, di kediaman Raja, Sabtu, (24/09/2022).

Badingil Mas merupakan sebuah nama adat yang memiliki arti sebagai pengendali arah di kehidupan masyarakat Kei. Sedangkan, Nen Dit Masneu adalah pemimpin dan pelindung bagi perempuan Kei.

Pemberian gelar adat tersebut, ditetapkan berdasarkan keputusan Rat Or Siuw Rat Or Lim (Raja dalam persekutuan adat Patasiwa dan Patalima), meliputi raja yang ada di wilayah Pemerintahan Kabupaten Maluku Tenggara dan Pemerintahan Kota Tual.

Gubernur usai dikukuhkan menyampaikan ucapan terima kasih dan rasa hormat kepada pmpinan dan seluruh masyarakat Kei yang ada di Kota Tual maupun di Kabupaten Maluku Tenggara, khususnya para pimpinan dan pemangku adat Rat Or Siuw dan Rat Or Lim (Persekutuan adat Patasiwa dan Patalima), yang telah mempercayakan gelar adat ini kepada dirinya dan isteri.

“Pemberian gelar adat ini, adalah sebuah bentuk kepercayaan beserta kehormatan yang diberikan masyarakat adat Kei kepada kami. Itu berarti masyarakat Kei sangat mencintai kami, dan tentu saja kami pun sangat mencintai mereka,” kata Gubernur.

Menurutnya, gelar adat Badingil Mas yang baru saja disandang, mengharuskan ia dan seluruh masyarakat adat Kei untuk berjalan bersama dan bekerjasama.

“Olehnya itu, apapun yang menjadi permasalahan masyarakat Kei, saya akan berupaya mencari jalan keluar. Sama halnya dengan pemberian gelar adat Nen Dit Masneu kepada isteri saya yang berarti sebagai pemimpin dan pelindung bagi perempuan Kei.,” ujarnya.

Pemberian kedua gelar ini, kata Gubernur, menjadi sebuah amanah dan tanggung jawab besar di pundaknya dan sang isteri.

” Saudara semua, jangan biarkan kami sendiri. Tolong bantu kami dengan doa di setiap shalat (Muslim) dan ibadah (Kristiani), agar Allah SWT, Tuhan yang Maha Besar, selalu menuntun saya dan isteri menjadi pemimpin yang baik untuk daerah ini,” harap Gubernur.

Sebagai individu yang hidup dan besar dengan adat dan budaya, mantan Dankor Brimob Polri ini, memberikan apresiasi kepada masyarakat adat yang sangat kuat memegang hukum adat, dan memegang teguh prinsip hidup kebersamaan maupun gotong royong. Yang mana prinsip tersebut merupakan moto dari Pemerintah Kota Tual.

“Saya percaya kekuatan adat istiadat warisan leluhur inilah, yang senantiasa menjaga tali silaturahim, toleransi dan persaudaraan diantara kita,” tutur Gubernur.

Gubernur juga mengatakan, Pemerintah Provinsi Maluku saat ini terus memperhatikan pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat secara bertahap dan berkesinambungan.

Untuk itu, dirinya mengajak para tokoh agama dan adat di Maluku Tenggara dan Kota Tual, untuk meningkatkan kerjasama dengan pemerintah daerah dalam proses pembangunan.

“Apalagi kita ketahui bersama, bila dalam tradisi masyarakat Kei, dikenal tradisi Tiga Tungku, yakni pemerintah, adat dan agama. Jika tiga tungku ini kuat, maka semua permasalahan dapat diatasi bersama,”tandas Gubernur.

Gubernur Maluku Resmi Lepas Peserta Pawai Kontingen Pesparani

0

Ambon, MALUKU.News – Gubernur Maluku Murad Ismail, resmi melepas 11 peserta pawai kontingen Pesparani Katolik IV tingkat Provinsi Maluku di halaman Balai Kota Tual, Sabtu, (24/09/2022).

Kesebelasan peserta karnaval yang mengikuti pawai pembukaan Pesparani Maluku IV ini terdiri dari sebelas Kabupaten/Kota se-Provinsi Maluku antara lain : Kabupaten Kepulauan Aru, Kabupaten Buru, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Kota Ambon, Kabupaten Buru Selatan (Bursel), Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) dan Kota Tual.

Gubernur dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada para kontingen. Hal ini sebagai langkah strategis untuk memperkenalkan berbagai identitas dan budaya dari kabupaten/kota masing-masing. Mengingat, Pesparani merupakan pesta iman bagi umat Katolik, sekaligus peristiwa sosial budaya bagi masyarakat Maluku yang patut dimaknai dalam ikatan persaudaraan yang rukun.

“Pawai kontingen Pesparani ini, merupakan wujud kebersamaan diantara umat Katolik dari berbagai kabupaten/kota di provinsi Maluku. Para kontingen pasti datang dengan semangat dan tekad yang kuat untuk memberikan yang terbaik. Menjadi juara atau tidak, itu bukan hal yang utama. Sebab, melalui Pesparani ini, persatuan umat semakin dikuatkan dan potensi di bidang seni dapat dikembangkan untuk memuliakan Tuhan. Ini yang paling penting,” kata Gubernur.

Menurutnya, melalui Pesparani ini, umat Katolik di Maluku semakin bersatu dan diharapkan bakat, talenta dan potensi peserta terus dikembangkan agar dapat berkiprah di level nasional dan internasional.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Tual dan masyarakatnya, yang telah menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pesparani. Dalam semangat “Ain Ni Ain” yang dibalut dalam hukum adat “Larvul Ngabal”, telah membuat Pesparani makin memilih gema dan makna yang luas dalam membangun peradaban antar umat beragama di Maluku,” ujar Gubernur.

Ia menilai, Pesparani bukan saja merupakan event umat Katolik melainkan event bagi semua umat beragama di Maluku. Sama halnya dengan pelaksanaan MTQ tingkat provinsi Maluku di Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang mendapat dukungan dari umat Katolik dan Protestan. Inilah nilai-nilai adat budaya leluhur yang harus dijaga untuk membangun Maluku yang bersatu aman damai dan sejahtera.

“Kita patut bersyukur dan bangga bila Pesparani dilaksanakan di Kota Tual yang dikenal sebagai Kota Toleransi. Olehnya itu, saya mengajak seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat Maluku khususnya Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara, untuk mendukung dan mensukseskan penyelenggaraan Pesparani agar berlangsung lancar dan sukses,” tutup Gubernur.

Sebagai informasi, acara pelepasan pawai dihadiri Ketua TP-PKK Provinsi Maluku Widya Pratiwi Murad, Dandrem 151/Binaiya. Brigjen TNI Maulana Ridwan, Walikota Tual Adam Rahayaan, Wakil Walikota Tual Usman Tamnge, Penjabat Sekda Maluku Sadali Ie, Penjabat Walikota Ambon Boedewin Wattimena dan lainnya.

Gubernur Murad Minta LDII Maluku Berikan Kontribusi Nyata

0

Ambon, MALUKU.News – Gubernur Maluku, Drs. Murad Ismail meminta Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Maluku untuk memberikan konstribusi nyata dalam menyelesaikan berbagai tantangan pembangunan dan keumatan.

Turut hadir dalam kegiatan LDII yakni Forkopimda Maluku, Pimpinan Pusat Kriswanto Santo, Msi, Pimpinan Wilayah LDII Provinsi Maluku beserta jajaran pengurus lainnya, seluruh kader dan keluarga besar LDII Provinsi Maluku, beserta hadirin dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutan tertulis Gubernur Maluku Murad Ismail yang di wakili oleh Staf Ahli Gubernur Maluku, Mustafa Sangadji pada acara pembukaan Musda VII LDII Maluku di lantai 4 Green Avira Hotel Ambon, Sabtu (24/09/2022).

“Dirinya memberikan apresiasi yang tinggi kepada LDII Provinsi Maluku, yang senantiasa mendukung upaya langkah Pemerintah Daerah Maluku. Dalam peningkatan sumberdaya dalam mewujudkan manusia (SDM) yang profesional religius berdaya saing untuk kesejahteraan masyarakat”.

Gubernur katakan, bahwa musyawarah yang saat ini dilaksakan bukan hanya sebagai wahana memilih pimpinan baru sebagai bentuk regenaris. Untuk melakukan konsolidasi dan memantapkan program-program kerja strategis, guna mendukung eksistensi LDII dalam memebela dan memperjuangkan kepentingan rakyat, bangsa dan negara.

Menurutnya, sebagai organisasi dakwah islam, LDII akan terus diharapkan untuk memberi kontribusi yang nyata, dalam menyelesaikan berbagai tantangan pembangunan baik dibidang dakwah dan pemerintah.

Dirinya juga mengharapkan, dukungan dan kerjasama, LDII dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di Maluku yang semakin kompleks dan dinamis, khusunya terkait persoalan keumatan.

Musda tersebut diikuti oleh 150 peserta dari enam kabupaten/kota, antara lain Kota Ambon, kabupaten Buru, Malteng, SBT, SBB dan Kota Tual.

“Pemerintah Maluku senantiasa mengharapkan dukungan dan kerjasama LDII Maluku dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di Maluku yang semakin kompleks ini,”pungkas Sangaji.

Pelantikan Pengurus IDI Wilayah Maluku Masa Bhakti 2022-2025

0

Ambon, MALUKU.News – Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Maluku Masa Bhakti 2022-2025 dilantik Ketua Umum Prngurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr. Mohammad Adib Khumaidi, SpOT.

Raker pengurus IDI dihadiri oleh Anggota Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku, DPP IDI Wilayah Maluku dr. M. Saleh Tualeka, Kadis Kesehatan Provinsi Maluku dr. Zulkarnain, Pengurus Wilayah IDI Provinsi Maluku, Panitia Pelaksana Raker IDI dan tamu undanga lainnya.

Pelantikan berlangsung di Lantai Dua Swis Bell Hotel Ambon, Sabtu (24/09/2022).

Raker pengurus IDI dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Barnabas Orno.

Dalam sambutannya mengatakan, permasalahan pembnagunan bidang kesehatan di Provinsi Maluku sangatlah kompleks, mencermati tipologi wilayah kepulauan Maluku dimana, akses transportasi, komunikasi dan informasi yang sangat terbatas menyebabkan pelayanan kesehatan belum dapat menjangkau seluruh masyarakat.

Wagub juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pengurus IDI Wilayah Maluku Masa Bhakti 2022-2025. Pelantikan ini tentunya menjadi momentum strategis, untuk meningkatkan peran serta IDI dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Provinsi Maluku.

“Sebagai organisasi yang menghimpun para dokter, maka pengurus IDI Wilayah Maluku diharapkan dapat menjadi mitra kerja strategis Pemeritah Daerah Provinsi Maluku” .

Ditempat yang sama Ketua IDI Wilayah Maluku dr. M. Saleh Tualeka mengatakan, organisasi profesi IDI akan selalu menjadi mitra pemerintah daerah, baik ditingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota. Dan siap bersinergi dan berkontribusi dalam upaya menata arah kebijakan pembangunan dan pelayanan kesehatan bagi terwujudnya masyarakat yang sejahtera.

Tualeka berharap, akan dirumuskan berbagai program kerja kepengurusan yang tetap mengacu kepada arah kabijakan, sehingga ada keselarasa dalam melakukan program kerja pengurus besar IDI.

“Sehingga dalam melakukan program kerja tentunya berdampak bagi penyediaan sistem pelayanan kesehatan yang berkualitas, bagi masyarakat serta peningkatan kesejahteraan para dokter dalam tugas pengabdian kemanusiaan, “pungkas Tualeka.

Sadali le Buka FGD Hasil Penelitian Hak Tenurial di Tambang Gunung Botak

0

Ambon, MALUKU.News – Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Sadali Ie membuka Focus Group Discussion (FGD) terkait diseminasi hasil penelitian tentang Hak Tenurial Gunung Botak, Desa Dafa, Kecamatan Kayeli, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, yang berlangsung di ruang rapat utama Lantai II Kantor Gubernur Maluku, Jumat (23/09/2022).

FGD diikuti Penjabat Bupati Buru, Djalaluddin Salampessy dan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kabupaten Buru (Sekda dan para Asisten, Kadis Lingkungan Hidup, Kadis Pertanian, Kadis Sosial, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Anak) serta Rektor Iqra Buru melalui zoom meeting. Selain itu, hadir secara offline Pimpinan OPD terkait Lingkup Pemerintah Provinsi Maluku.

Sebelum acara dilanjutkan dengan diskusi, tim peneliti yang terdiri dari Prof. Agus Kastanya, Dr. Daju Resosudarmo dan Dr. M.Tjoa memaparkan hasil kajian penelitian dengan judul “Tenurial rights, livelihoods, gender and environment in artisanal and small-scale mining: the gold rush of mount Botak, Buru Island untuk kemudian memperoleh masukan dalam rangka memperkuat/penyempurnaan hasil kajian.

Salah satu peneliti, Dr. M.Tjoa, dosen Kehutanan Unpatti, dalam pemaparannya mengatakan, tujuan dari penelitian yang dilakukan yaitu, memahami permasalahan tenurial yang mendasari konflik di pertambangan rakyat skala kecil, memahami bagaimana pengaturan hak tenurial mempengaruhi mata pencaharian di pertambangan rakyat skala kecil.

Selain itu, memahami dampak gender dari hak tenurial di pertambangan rakyat skala kecil, memahami bagaimana tenurial mempengaruhi lingkungan dari kegiatan pertambangan rakyat skala kecil serta menghasilkan pilihan kebijakan berbasis penelitian yang mengatasi masalah sosial-lingkungan pertambangan rakyat skala kecil.

“Persoalan inilah yang kemudian menjadi latar belakang kami dalam melakukan penelitian,”ungkap Tjoa.

Penjabat Sekda Sadali Ie, pada kesempatan itu mengatakan, acara FGD di hari ini, tentu akan memberikan suatu gambaran yang riil terkait dengan persoalan tenurial Gunung Botak yang dipresentasikan oleh tim peneliti.

“Kami berharap diskusi hari ini dapat memberikan suatu rekomedasi terbaik dalam rangka penyelesaian berbagai persoalan di gunung Botak, sehingga kedepan akan dikelola secara baik, secara modern dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” tandas Sekda.

Sementara itu, Pj Bupati Buru, Djalaluddin Salampessy, berharap konsep dari kajian ini akan dapat menjadi dasar dan kebijakan-kebijakan bagi Pemda Kabupaten Buru untuk mendorong sumber daya alam yang sustainable dan bermanfaat secara ekonomi untuk kebutuhan masyarakat.

“Banyak hal yang kemudian bisa dirumuskan terkait masukan dari hasil kajian ini, diantaranya bagaimana mengelola persoalan-persoalan adat yang kemudian berimplikasi pada hak-hak tenurial yang kemudian di kompilasi dengan kebijakan-kebijakan pemerintah, terutama untuk kesejahteraan masyarakat dan berkontribusi untuk PAD,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, diseminasi hasil penellitian ini merupakan penelitian antara Staf Dosen Jurusan Kehutanan Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon dan Dosen Australia National University (ANU) yang diharapkan menjadi bahan rekomendasi dalam pengambilan kebijakan terkait pengelolaan penambangan di Gunung Botak.

Reses di Malra, Rumra Temui Sejumlah Masalah Termasuk Infrastuktur

0

Ambon, MALUKU.News – Ketua Komisi I DPRD Maluku Amir Rumra mengakui dalam reses masa sidang ke III, pihaknya menemukan berbagai permasalahan, dialami konstituennya di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara (Malra).

Dijelaskan, di Kota Tual keluhan masyarakat masih seputar masalah infrastruktur sehubungan konektivitas di daerah kepulauan itu. Misalnya, fasilitas pelabuhan penyeberangan baik itu di pulau Kur, Tam, Tayando dan Langgiar yang menjadi skala prioritas.

Begitu juga, sarana prasarana air bersih, Tallud penahan pantai. Kemudian kelanjutan pembangunan jalan lapen di Tam yang sudah dimasukan di anggaran 2021, yang tinggal kelanjutan tambahannya, “ujarnya di Ambon, Kamis (22/09/2022).

“Juga menyangkut, pemberdayaan ekonomi pasca kenaikan harga BBM, kepada masyarakat pelosok yang cukup membebani kehidupan keseharian. Nelayan mau melaut susah memperoleh BBM saya kira ini harus menjadi perhatian serius pemerintah”.

Sementara, di Kabupaten Malra sendiri, ada beberapa permintaan terkait persolan listrik di Tanimbar Kei, Ur pulau dan warbal. Begitu juga permintaan tower BTS di Kilwat Kampung Baru, kemudian sarana prasarana ibadah baik di mesjid maupun gereja,”ucapnya.

Selain itu, persolan menyangkut pemberdayaan ekonomi nelayan. Juga beberapa permintaan pupuk di sektor pertanian dan peternakan.

“Juga infrastruktur penyebrangan jembatan Dian Pulau-Tetoatt yang harus rampung di tahun ini. Begitu juga ruas jalan provinsi di ruas jalan Langgur, Danar dan Tettoat yang kurang lebih satu kilo belum tuntas. Termasuk jalan dan jembatan di Kei Besar, yang akan menjadi prioritas perjuangan kita dalam kebijakan anggaran nantinya,”pungkasnya

Wagub Launching Tiga Inovasi Aksi Perubahan Peserta PKA

0

Ambon, MALUKU.News – Wakil Gubernur Maluku Barnabas Nathanie Orno melaunching 3 (tiga) aksi perubahan peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan IV Tahun 2022 Lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, yang berlangsung di Lantai VII Kantor Gubernur Maluku, Kamis (21/09/2022).

Selain launching, Wagub juga membuka dengan resmi kegiatan sosialisasi tiga aksi perubahan peserta PKA yang diikuti pejabat/ASN pada dinas/badan/biro lingkup provinsi/kabupaten/kota.

Tiga aksi perubahan terhadap kinerja organisasi ini, masing-masing aplikasi SPORADIS (Sistem Pengelolaan Surat Dinas Elektornik) digagas oleh Nourista Anna Khouwm S.Sos, MAP dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Maluku, Tim ISTAAGA (Sistem Informasi Tindak Lanjut Hasil Pengawasan) digagas oleh Drs. Venty Petrus Riupassa, M.Si dari Inspektorat Daerah Provinsi Maluku dan GEMPAR (Gerakan Maluku Peduli Arsip) digagas oleh Arifin Wabula dari Dinas Perpustakaan dan Kerasipan Provinsi Maluku.

Launching ditandai dengan penekanan tombol touchscreen oleh Wagub Barnabas Nathaniel Orno, didampingi Kepala BKD Provinsi Maluku, Jasmono, Plt Kepala Inspektur Daerah Provinsi Maluku, M Tuasikal dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Maluku, Poppy Bachmid.

Wagub dalam sambutannya, menyambut positif pelaksanaan launching dan sosialisasi aksi perubahan PKA sebagai langkah yang tepat untuk menjawab tantangan dunia yang cepat berubah, semakin kompleks dan sulit diprediksi dengan millennials disruption, dan pandemic covid-19 disruption.

Kuncinya, jelas Wagub, perlu melakukan akselerasi transformasi struktural, kultural dan digital agar dapat survive, kompetitif dan adaptif dengan tuntutan dan perubahan dunia tersebut, termasuk dalam tata Kelola pemerintahan.

“Kita harus menghadapi perubahan itu dengan cara-cara dan terobosan baru, dengan kecepatan, kreativitas dan inovasi. Kita harus berani mengambil jalan perubahan, melakukan reformasi dan meninggalkan pola pikir lama. Tidak boleh ada lagi kerja linear, manual, konvensional dan rutinitas belaka,” imbaunya.

Aparatur Sipil Negara, kata Wagub harus berubah dan dapat membangun nilai-nilai baru dalam bekerja, serta cepat beradaptasi dengan perubahan, karena hanya dengan cara itu, ASN akan menjadi birokrasi yang profesional dan dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

Dikatakan, Pemerintah Provinsi Maluku saat ini tengah gencar untuk menggalakkan inovasi di setiap sektor administrasi pemerintahan dan pelayanan publik.

“Berangkat dari indeks inovasi Provinsi Maluku, saat ini saya akan melaunching dan membuka dengan resmi sosialisasi penggunaan aplikasi SPORADIS oleh BKD Provinsi maluku, sosialisasi TIM ISTAAGA oleh Inspektorat Daerah Provinsi Maluku dan sosialisasi GEMPAR oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Maluku yang merupakan implementasi aksi perubahan peserta PKA Angkatan IV Tahun 2022,” ungkapnya.

Menurutnya, ketiga aplikasi ini merupakan wujud inovasi yang dibangun oleh ketiga pejabat Administrator yang berasal dari ketiga OPD Lingkup Pemprov Maluku, dengan harapan mampu merubah konsep dan cara kerja perangkat daerah dari cara kerja konvensional ke cara kerja yang lebih efektif dan efisien.

“Ketiga plafon aplikasi ini, saya yakin merupakan wujud dari semangat perubahan para peserta pelatihan kepemimpinan untuk mendukung tugas dan fungsi perangkat daerah masing-masing, tidak hanya sebagai pemenuhan persyaratan kegiatan pelatihan kepemimpinan, namun kedepannya aplikasi ini juga dapat dikembangkan bahkan dapat diadopsi oleh perangkat daerah lainnya,”tandas Wagub

Sebagaimana diketahui, SPORADIS (Sistem Prosedur Surat Dinas Elektronik) merupakan salah satu implementasi penyelenggaraan pemerintahan berbasis elektronik (e-government). Dirancang karena dilatarbelakangi oleh permasalahan atau isu strategis yang dihadapi Badan Kepegaian Daerah Maluku dalam pelakanaan tugas pokok dan fungsinya yaitu belum optimalnya pengelolaan tata naskah dinas yang mempengaruhi kinerja BKD Provinsi Maluku. Harapannya, melalui sistem ini akan terjadi transformasi pengelolaan tata naskah dinas dari manual dan konvensional menjadi berbasis digital.

TIM ISTAAGA (Sistem Informasi Tindak Lanjut Hasil Pengawasan), bertujuan memberikan informasi tentang tingkat presentasi capaian tindaklanjut hasil pengawasan pada unit kerja kabupaten/kota, dan tingkat Provinsi Maluku. Sistem ini juga membantu objek pengawasan untuk menindaklanjuti rekomendasi hasil pengawasan.

GEMPAR atau Gerakan Maluku Peduli Arsip, merupakan gerakan yang melibatkan seluruh stakeholder kearsipan di Provinsi Maluku untuk meningkatkan kepedulian terhadap pentingnya pengelolaan kearsipan di Lingkungan Pemprov Maluku.

DPRD Maluku Gelar Paripurna Tutup Masa Sidang III Dan Buka Masa Sidang I

0

Ambon, MALUKU.News – DPRD Provinsi Maluku melaksanakan rapat paripurna, dalam rangka Penutupan Masa Sidang III Tahun sidang 2022 dan Pembukaan Masa Sidang I Tahun 2022/2023.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku Azis Sangkala katakan, tantangan terbesarnya yaitu menyelesaikan APBD baik itu perubahan anggaran dan juga APBD induk.

Sehingga berdampak pada kepentingan luas masyarakat, karena disanalah belanja Pemerintah Daerah untuk mengatasi inflasi, pembangunan dan mengatasi masalah-masalah dampak sosial dari kenaikan BBM dan lainnya,”ungkap Sangkala di Ambon, Kamis (22/09/2022).

“Dia juga katakan, dari seluruh anggota DPRD Maluku, banyak memberikan atensi terhadap kenaikan BBM”.

Dimana harganya sudah naik tetapi masih terjadj kelangkaan.

“Untuk itu, pihaknya sudah meminta ke komisi terkait, serta usulan dari beberapa anggota dewan mungkin ada kunjungan komisi II, agar bisa menyelesaikan atau memperbincangkan ini di pusat”.

Maka dari itu Komisi II harus melibatkan kepolisian dan Disperindag untuk melakukan pengawasan langsung ke lapangan, karena diduga ada permainan, sehingga menyebabkan terjadinya kelangkaan.

“Jika memang benar demikian, maka harus ditindak lanjuti melalui jalur hukum”.

Selain itu, dalam rapat tadi seluruh anggota DPRD memberikan perhatian, agar reses yang disampaikan kembali dalam satu rapat paripurna. Itu menjadi usulan dari masing-masing anggota dewan.

Dia juga menambahkan, dalam paripurna akan di undang juga pemerintah daerah, sehingga bisa didengar dan ditindaklanjuti secara langsung,”pungkasnya.

Terkait Keterlambatan Jembatan Halong, DPRD Bakal Undang BPJN

0

Ambon, MALUKU.News – Terkait dengan jembatan air besar di kawasan Negeri Halong Kecamatan Baguala Kota Ambon, yang ambruk pada tahun 2021 kemarin hingga saat ini belum usai dikerjakan.

menanggapi persoalan tersebut, Anggota Komisi III DPRD Maluku Anos Yeremias, mengatakan bahwa lamanya suatu pengerjaan sebuah jembatan itu tergantung dengan waktu yang ditentukan kalender.

“Jadi maksudnya begini, 1 tahun itu kan 135 hari, jadi pengerjaan jembatan itu sendiri 135 hari, jadi masa pekerjaanya itu masih berlaku,”ujar Yeremias di Ambon, Kamis (22/09/2022)

Menurutnya, kalaupun ada permasalahan pastinya akan ada adendumnya, dikarenakan faktor jembatan ini adalah jembatan yang sudah cukup lama, dan proses pengerjaanya terkendala juga dikarenakan hal lain.

“Jadi, menurut masyarakat di daerah situ, bahwa ada hal-hal mistik yang terjadi selama pengerjaan jembatan tersebut, mulai dari hilanngya tiang jembatan yang sudah dipasang berulang-ulangkali dan hal mistik lainya,”terangnya.

Selain itu, Anos akan meminta kepada Ketua Komisi III untuk dapat mengundang pihak yang bertanggungjawab yakni Badan Penanggulangan Jembatan Nasional (BPJN), untuk meminta penjelasan.

“Kami akan meminta pihak BPJN untuk sampaikan penjelasanya terkait dengan lamanya pembangunan jembatan Halong tersebut,”Tutupnya.

Untuk diketahui, bahwa sebagian jembatan besar halong terputus sejak 11 Juli 2021 akibat cuaca ekstreme yang melanda Kota Ambon saat itu.

Kolatlena : Minta Pemda SBT Gelar Operasi Pasar Terkait Kenaikan BBM

0

Ambon, MALUKU.News – Anggota Komisi I DPRD Provinsi Maluku Alimuddin Kolatlena meminta agar Pemerintah Daerah (Pemda) Seram Bagian Barat (SBT) untuk segera melakukan operasi pasar, dengan adanya kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Di saat pemerintah menaikkan harga BBM, seolah tak mempertimbangkan aktivitas masyarakat yang tengah berjalan, dan menganggap keputusan pemerintah menaikkan harga BBM terlalu mendadak, “ungkap Kolatlena di Gedung DPRD Maluku, Kamis, (22/09/2022).

Sehingga ini memang menjadi shock therapy bagi banyak pihak tentang pola kenaikan harga BBM.

Kolatlena menjelaskan, sebelum harga BBM dinaikkan oleh pemerintah, harganya luar biasa tak terjangkau oleh masyarakat.

“Khususnya di teor, BBM eceran untuk bensin berkisar 20.000-22.000 per liter, minyak tanah 10.000-12.000 per liter, kemudian solar itu 17.000-20.000 per liter”.

Dan itu bukan saja di satu tempat, banyak tempat di SBT, karena itu kami minta kepada Pemda dinas terkait segera melakukan operasi pasar.

Untuk memastikan bahwa harga eceran di masyarakat tidak melampaui harga eceran tertinggi, “ucapnya.

Kolatlena juga berharap, operasi pasar segera dilakukan supaya memastikan bahwa tidak adanya kelompok yang memanfaatkan keadaan, dengan naiknya harga BBM oleh pemerintah yang menimbun BBM.

Agar tidak terjadinya kesulitan masyarakat untuk mendapatkan BBM, yang berpengaruh terhadap harga dan juga antrian dimana-mana.

Karena itu pemda harus cepat bergerak untuk memastikan bahwa distribusi BBM di masyarakat dilaksanakan secara baik, dan harganya juga jangan sampai terlalu melampaui harga eceran tertinggi, pungkasnya.