Beranda blog Halaman 208

Siloam Hospital Gelar Health Talk “Bahaya PCOS Pada Kesehatan Wanita”

0

Leha: Kenali PCOS Dan Bahaya Yang Mengintai Pada Kesuburan Wanita

Ambon, MALUKU.News – dr. Irene Leha Sp.OG menyatakan Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) atau sindrom ovarium polikistik (SOPK) merupakan gangguan hormonal yang paling sering dialami oleh wanita usia reproduksi.

“Angka kejadiannya sekitar 10-15% (1 di atara 10 wanita menderita PCOS,” ujarnya dalam Health Talk bertajuk Bahaya PCOS Pada Kesehatan Wanita yang digelar Siloam Hospitals Ambon, Kamis (23/11/2022).

Menurut Irene, sindrom PCOS merupakan kondisi kompleks yang didiagnosis dengan terdapat 2 dari 3 kriteria, yakni kelebihan Kadar Hormon Androgen Gangguan Ovulasi Gambaran ovarium dengan folikel (rumah sel telur) yang kecil-kecil seperti untaian kalung mutiara pada pemeriksaan USG transvaginal.

“Sehingga perlu anamnesis riwayat, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang guna memastikan diagnosisnya,”katanya.

“Gangguan Endokrin menjadi salah satu gangguan yang diakibatkan oleh sindrom PCOS. Gangguan ketidakseimbangan hormon ini menyebabkan sel telur tetap kecil dan tidak berkembang menjadi sel telur yang besar dan matang. Sehingga tidak dapat dibuahi oleh sperma yang dapat mengakibatkan gangguan pada proses kehamilan,” katanya lagi.

Faktor Risiko Dan Penyebabnya

Dijelaskan Irene, penyebab PCOS hingga saat ini belum diketahui pasti. Teori primer pada kelainan metabolisme menunjukan bahwa kompensasi gangguan fungsi insulin dengan akibat kadar hormon insulin yang berlebihan menjadi penyebab utama dari gambaran sindrom tersebut. Beberapa penyebab lain dari PCOS adalah karena faktor Genetik dan Lingkungan.

“Pada wanita dengan PCOS, folikel kecil yang berdiameter 4 hingga 9 mm menumpuk di ovarium. Folikel ini tidak dapat berkembang ataupun tumbuh hingga menjadi ukuran normal, dan akan memicu ovulasi. Akibatnya, kadar estrogen, progesteron, LH dan FSH menjadi tidak seimbang. Androgen dapat meningkat pada wanita yang mengidap PCOS karena tingginya kadar LH dan Insulin yang biasanya terlihat pada pasien,” bebernya.

Gejala Klinis Dan Dampaknya

Irene katakan, gejala PCOS umumnya terjadi adalah gangguan siklus haid, gambaran kelebihan hormon androgen seperti pertumbuhan rambut berlebih dan di tempat yang tidak biasanya, jerawatan, kebotakan.

“PCOS yang tidak ditangani dengan tepat dapat menimbulkan beberapa komplikasi yang berisiko antara lain Gangguan pola haid, Infertilitas, Kanker endometrium, Gangguan metabolik (resistensi insulin/DM, hipertensi, dislipidemia), Gangguan Tidur dan makan, Kecemasan berlebihan, Keguguran, persalinan prematur, dan komplikasi lain seperti hipertensi atau DM dalam kehamilan,” ungkapnya.

Irene yang merupakan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekolog di Siloam Hospital Ambon menegaskan, terkait hal itu diperlukan kesadaran untuk melakukan pencegahan sedini mungkin dengan melakukan pola hidup sehat.

“Ubah pola makan dengan mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan rendah gula, Berolahraga secara teratur, Mengendalikan berat badan dan memeriksakan diri sedini mungkin jika mengalami keluhan perubahan/gangguan pola haid serta gejala-gejala yang disebutkan sebelumnya.” pungkasnya sembari menambahkan jadwal prakteknya dapat dilihat di aplikasi My Siloam.

Widya : Penyebab Stunting Sangat Beragam Perlu Dilakukan Identifikasi

0

Ambon, MALUKU.News – Berdasarkan SK Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Nomor 311/KB.06.03/J3/2022, Duta Parenting Provinsi Maluku, Widya Pratiwi Murad, membuka resmi kegiatan Fasilitasi Evaluasi RTS Tahunan secara Luring, Monitoring dan Evaluasi Kegiatan AKS Koordinasi Perencanaan Audit Kasus Stunting Tahun Berikutnya, Rabu (23/11/2022).

Kegiatan yang berlangsung di lantai III Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAPPLITBANGDA) Kabupaten Maluku Tengah itu, bertujuan untuk memfasilitasi kegiatan dimaksud sebagai upaya percepatan penurunan Stunting di Kabupaten Maluku Tengah dan Maluku secara umum.

Berkaitan dengan hal diatas, Widya menjelaskan, berdasarkan Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, dimana salah satu rencana aksi nasional yang tertuang dalam Perpres tersebut adalah audit kasus Stunting yang dilaksanakan dengan tujuan untuk mencari penyebab masalah terjadinya kasus Stunting sebagai upaya pencegahan terjadinya kasus serupa.

“Penyebab kasus Stunting sangat beragam sehingga perlu dilakukan identifikasi lebih lanjut, melalui proses audit kasus Stunting untuk mendapatkan rekomendasi intervensi yang paling tepat,” kata Widya.

Ia menerangkan, proses audit kasus Stunting dilakukan melalui empat tahapan dalam audit kasus Stunting, yaitu pembentukan tim audit kasus Stunting, pelaksanaan audit dan manajemen pendampingan, diseminasi audit kasus Stunting dan evaluasi rencana tindak lanjut audit kasus Stunting.

Empat tahapan diatas, sambung Widya, sudah diakomodir dalam Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten/Kota se Maluku, dan untuk Kabupaten Maluku Tengah telah melaksanakan tiga tahap audit kasus Stunting, dan dihari ini pelaksanaan tahap keempat yaitu evaluasi rencana tindak lanjut, dengan harapan output yang diperoleh dari kegiatan ini adalah terselenggaranya rencana tindak lanjut oleh OPD sebagai penanggung jawab percepatan penurunan Stunting.

“Hasil identifikasi yang dilakukan tim
pakar beberapa waktu lalu menunjukan faktor yang berpengaruh terhadap tingginya angka Stunting di Maluku Tengah antara lain : kehamilan dengan kekurangan gizi kronis, terlalu banyak anak akibat tidak menggunakan KB, bayi tidak mendapat ASI ekskulif, sanitasi yang tidak baik, perokok pasif, pernikahan dini, tidak mengkonsumsi gizi seimbang seperti chatime, Ibu hamil maupun bayi,” pungkas Widya.

Menurutnya, hasil dari identifikasi ini yang akan ditindaklanjuti dengan rencana tindak lanjut merupakan hasil dari proses pelaksanaan audit dan manajemen pendampingan untuk kelompok sasaran yaitu calon pengantin, ibu hamil, ibu nifas dan baduta, balita serta rekomendasi dari dokter spesialis anak, ahli gizi dan ahli psikolog.

“Kelompok sasaran yang telah diaudit dan mendapatkan rencana tatalaksana atau rekomendasi dari para pakar tersebut untuk segera ditindaklanjuti, sesuai penanggung jawab masing-masing OPD di kabupaten Maluku Tengah, agar kasus yang ditemukan tersebut tidak berulang atau dapat diintervensi untuk percepatan penurunan Stunting di Provinsi Maluku, khususnya di Kabupaten Maluku Tengah,” ujar Widya.

Widya mengingatkan, tanggung jawab yang
sedang dilaksanakan secara konvergen yaitu percepatan penurunan Stunting perlu ditingkatkan dengan rasa memiliki atas program Stunting ini, melalui pelaksanaan program dan kegiatan strategis dari semua lintas sektor terkait dalam percepatan penurunan Stunting, baik pemerintah, swasta, LSM maupun kolaborasi dengan CSR perusahaan -perusahaan di Maluku Tengah, serta memanfaatkan sumber daya dalam memberikan intervensi yang tepat sasaran, tepat guna untuk kelompok-kelompok sasaran yang beresiko Stunting maupun Stunting di Maluku Tengah.

“Besar harapan kami, kita dapat maju dan bertumbuh bersama dalam percepatan penurunan Stunting di Provinsi Maluku,” harapnya.

Cegah Stunting, Widya Pratiwi Murad Ajak Masyarakat Gemar Konsumsi Ikan

0

Masohi, MALUKU.News – Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (FORIKAN) Provinsi Maluku, Widya Pratiwi Murad, mengajak masyarakat Maluku untuk genar mengkonsumsi ikan.

Karena ikan merupakan salah satu sumber asupan pangan yang kaya protein dan omega 3 yang baik untuk mendukung perbaikan gizi dalam penangamam stunting bagi anak, sehingga konsumsi ikan juga sangat relevan untuk mendukung program prioritas penanganan Stunting demi mewujudkan generasi emas Indonesia.

Demikian hal itu disampaikan Widya saat membuka Pelatihan Diversifikasi Olahan Hasil Perikanan di Gugus Pulau Lima Maluku Tengah, di Gedung TP-PKK Kabupaten Maluku Tengah, Kota Masohi, Rabu, (23/11/2022).

Provinsi Maluku, jelas Widya, memiliki luas wilayah 712.479,65 km2, terdiri dari luas lautan 658.294,69 km2 (92,4 persen) dan luas daratan 54.185 km2 (7,60 persen) dengan potensi sumber daya ikan sebesar 4,3 juta ton per tahun atau 36,52 persen dari potensi nasional pada ketiga Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP).

Selain itu, Provinsi Maluku memiliki potensi lahan untuk pengembangan perikanan budidaya. Ketersediaan sumberdaya ikan yang melimpah ini merupakan potensi yang besar untuk dikembangkan dalam menopang perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Terkait potensi yang dimiliki, isteri Gubernur Maluku ini menilai, Pelatihan Diversifikasi Produk Hasil Perikanan sangat strategis, dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengolah hasil perikanan untuk mampu melakukan diversifikasi produk hasil perikanan, khususnya bagi pengolah hasil perikanan.

Widya menambahkan, dalam visi pemerintah daerah dan misi ke-6 yaitu Mewujudkan SDM yang Profesional, Kreatif, Mandiri dan Berprestasi, maka peningkatan SDM yang memiliki kemampuan dan keahlian sebagai pelaku utama dalam mengelola dan memanfaatkan sumberdaya perikanan yang ada, merupakan langkah strategis yang harus ditempuh sehingga pemanfaatan sumberdaya perikanan dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.

“Untuk itu, saya berharap pelatihan Diversifikasi Pengolahan Hasil Perikaman ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam menganekaragamkan produk-produk olahan hasil perikanan yang bernilai tambah dan memiliki daya saing, sehingga dapat meningkatkan minat konsumsi masyarakat terhadap ikan, meningkatkan kesejahteraan keluarga dan dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru,” tandas Widya.

Sebagaimaana diketahui, kegiatan ini diiuti sebanyak 30 orang. Puluhan peserta merupakam kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan. Sedangkan narasumber yang memberikan materi pada pelatihan diatas merupakan instruktur madya bidang pengolahan hasil perikanan dari Balai dan Penyuluhan Perikanan Ambon, yang merupakan unit pelaksana teknis dari KKP.

Olahan yang akan dilatihkan pada pada pelatihan dimaksud diantaranya kecap ikan, sosis ikan dan keripik ikan.

Pelatihan dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam melakukan diversifikasi produk hasil perikanan, sebagai media transformasi teknologi dan keterampilan dalam membangun ekonomi keluarga, serta memperpanjang masa simpan produk serta memberikan alternatif bagi konsumen sesuai selera.

Dalam kesempatan itu, Duta Perangi Stunting (Parenting) Provi si Maluku ini juga menyerahkan bantuan peralatan pengolahan ikan bagi peserta pelatihan yakni kelompok Walang/El-Qisty/TP-PKK Pemkab Malteng/First Abon Ikan dan Dapur Bunda Syafi.

Widya : Sampah Jangan Jadi Sumber Masalah bagi Kesehatan Lingkungan dan Manusia

0

Masohi, MALUKU.News – Ketua TP-PKK Provinsi Maluku, Ny. Widya Pratiwi Murad, membuka resmi pelaksanaan Edukasi Pengelolaan Sampah, di Gedung Baileo Ir. Soekarno, Masohi, Rabu (23/11/2022).

Saat menghadiri kegiatan edukasi ini, Widya mengatakan sampah rumah tangga adalah sampah yang paling banyak dihasilkan setiap hari, oleh semua orang tak terkecuali. Data Nasional mencatat di tahun 2021 jumlah timbulan sampah mencapai 30,881,803.15 ton. Sementara yang terkelola hanya 64.56 persen, dan 35,44 persen yang tidak terkelola dibakar atau dibuang ke lingkungan begitu saja. Ini indikasi bila hingga saat ini, sampah masih dipandang sebagai barang sisa yang tidak berguna, mengganggu dan harus dibuang.

“Sampah jangan menjadi sumber masalah bagi Kesehatan Lingkungan dan manusia, sebaliknya sampah harus dikelola menjadi sumberdaya yang bernilai ekonomi,” katanya.

Menurut Widya, sampah kini telah menjadi perhatian utama dan memerlukan keterlibatan seluruh stakeholder dan seluruh komponen masyarakat dalam pengelolaannya, mengingat persoalan sampah saat ini merupakan persoalan serius yang memerlukan kepedulian dan perhatian secara terus menerus.

Dengan masih tingginya volume sampah, tentu saja peran keluarga sangatlah penting untuk mengurangi volume timbulan sampah yaitu dengan menerapkan konsep Kurangi, Pilah, dan Olah dari sumbernya.

“Untuk itu, melalui peran dan tugas mengawal perkembangan kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan hidup yang dilakukan melalui upaya-upaya strategis, saya mengajak kita semua khususnya setiap rumah tangga untuk menjaga perilaku hidup bersih dan sehat sebagai kunci untuk mendukung lingkungan yang berkualitas,” ujarnya.

Melihat bahwa sampah rumah tangga adalah sampah yang paling banyak dihasilkan setiap hari, maka melakukan pengelolaan sampah di sumber merupakan hal yang tidak dapat ditawar tawar lagi oleh setiap rumah tangga. Peran Pemerintah untuk mengedukasi masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari sumber sangat penting dilakukan, secara terus menerus dan berkesinambungan.

“Perilaku hidup yang tidak bersih dan sehat ini tentu akan mengganggu dan mengancam Kesehatan Lingkungan dan masyarakat. Salah satu faktor untuk menciptakan masyarakat yang sehat adalah masyarakat membutuhkan Lingkungan yang bersih, sehingga diharapkan juga akan dapat menekan angka stunting dalam masyarakat,” pungkas Widya.

Widya lantas menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada seluruh komponen masyarakat yang turut membantu pemerintah mengatasi berbagai persoalan lingkungan, khususnya persoalan sampah.

Ia berharap, setiap rumah tangga di Kabupaten Maluku Tengah dapat bertumbuh kesadarannya untuk mengelola sampahnya secara mandiri, dan menjadikan lingkungannya sebagai lingkungan yang bersih, dengan keluarga yang bertumbuh sehat dan sejahtera sebagai wujud dari perilaku hidup bersih dan sehat.

“Saya mengajak semua peserta Edukasi yang hadir untuk mengikuti dengan baik kegiatan dihari ini. Apa yang akan diterima nantinya baik berupa pengetahuan, maupun bantuan peralatan pengolah sampah kiranya dapat dimanfaatkan dengan baik dan saya berharap ini dapat dikembangkan secara luas di Kabupaten Maluku Tengah,” harap Widya.

Kuota BBM Maluku Masih Kurang, Lewerissa : Itu Urusan Pemda

0

Ambon, MALUKU.News – Masih sulit mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) seperti Minyak Tanah (Mitan), Pertalite dan yang lainnya itu karena Maluku kekurangan stok BBM.

Terkait kekurangan BBM ini , beberapa waktu lalu Komisi II DPRD Provinsi Maluku melakukan pertemuan dengan pihak Pertamina Ambon, untuk membicarakan kekurangan stok.

Dan itu menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah, (Pemda) Maluku, baik itu Provinsi maupun Kabupaten dan Kota.

Demikian disampaikan ketua komisi II DPRD Provinsi Maluku , John Lewerissa di Ambon, Rabu (23/11/2022).

Menurut Politisi Partai Gerindra Maluku itu, Kanapa harus menjadi tanggung jawab Provinsi maupun Kabupaten Kota? karena mereka mengerti jelas tentang penggunaan BBM , apalagi menyangkut tentang khusus mitan , dalam hal ini di peruntukan bagi rumah tangga.

“Jadi kuota tahun ini maupun tahun depan, kan tergantung dari data yang di input oleh Pemda Provinsi dan Kabupaten Kota,”ujarnya.

Di jelaskannya, setelah data-data penggunaan BBM itu di input, di lihat kalau memang kuota itu berkurang , Pemerintah Daerah menyurati Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk meminta penambahan kuota BBM . Karena paktanya dari tahun ke tahun penggunaan BBM itu meningkat .

Menurutnya mitan itu diperuntukan untuk rumah tangga berdasarkan aturan , namun faktanya mitan itu di gunakan untuk transfortasi air.

Motor-motor tempel itu juga banyak menggunakan mitan. ini yang menyebabkan mitan itu di peruntukan untuk kebutuhan rumah tangga tidak maksimal .

“Untuk itu Pemda harus menyampaikannya kepada Pemerintah Pusat dalam hal ini BPH Migas, untuk meminta kalau bisa kuotanya di tambah karena ada faktor-faktor itu,”ujarnya.

Motor tempel ini tidak masuk dalam aturan atau regulasinya, jadi ini harus mendapat informasi dari Pemda.

Pemda juga harus memberikan masukan kepada BPH Migas, sehingga Pemerintah Pusat dapat mengambil langkah-langkah strategi atau keputusan-keputusan yang berpihak.

Tanpa ada data yang lengkap Pemerintah Pusat tidak bisa berbuat apa-apa, akhirnya mereka berpatokan pada kuota tahun lalu. Padahal tiap tahun itu data pemakai BBM itu meningkat di Maluku,”pungkas Lewerissa.

Kunjungi Desa Sepa Widya Pratiwi Ajak Perangi Stunting, Wujudkan Generasi Unggul Berprestasi

0

Masohi, MALUKU.News – Duta Parenting Maluku, Widya Pratiwi Murad, melakukan kunjungan kerja di Desa Sepa, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa, (22/11/2022).

Dalam kunjungan ini, Widya mengajak semua pihak bekerja untuk Perangi Stunting melalui percepatan berbagai upaya-upaya penurunan Stunting di Kabupaten Maluku Tengah. Mengingat, Stunting, gizi buruk ataupun masalah gizi lainnya, memiliki penyebab dan dampak yang sama, yakni menciptakan generasi-generasi Maluku dengan kualitas SDM yang rendah dan tidak produktif.

“Mari bersama kita Perangi Stunting, untuk mewujudkan anak-anak Kabupaten Maluku Tengah menjadi generasi Unggul dan Berprestasi,” ajak Widya.

Widya menjelaskan, bila Desa Sepa adalah desa kedua yang telah ia kunjungi sebagai Duta Perangi Stunting. Sebelumnya di tahun 2019, ia juga telah mengunjungi Desa Lokus Stunting di Maluku Tengah yaitu Desa Piliana. Ia mengaku, kedatangannya merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat Maluku Tengah, khususnya Desa Sepa untuk bersilaturahmi dan melihat langsung permasalahan Stunting di Tanah Pamahanunusa.

“Saya ingin datang ke Desa Sepa karena saya melihat dari data yang ada, Desa Sepa terletak dekat dari kota Masohi tapi memiliki angka Stunting yang cukup tinggi, yaitu ada 97 anak Stunting di desa ini. Kita perlu mengkaji kira-kira apa yang menyebabkan tingginya angka Stunting, dan melakukan intervensi-intervensi yang tepat agar tidak ada lagi anak Stunting di Desa Sepa dan juga di desa-desa lain di Maluku Tengah,” jelasnya.

Berbicara mengenai Stunting, Widya menyampaikan beberapa pesan.

1. Ibu – ibu hamil untuk memperhatikan asupan gizi, kebersihan diri, rutin periksa kesehatan ke posyandu dan puskesmas, minimal 4 kali selama kehamilan. Rajin mengikuti kelas-kelas ibu hamil di Puskesmas, dan jangan lupa minum tablet tambah darah paling kurang 90 tablet selama kehamilan.

2. Bapak-bapak lebih siaga menjaga istri untuk memeriksakan kehamilan ke puskesmas, dan dibawa ke fasilitas kesehatan untuk melahirkan, juga berikanan dukungan kepada istri agar dapat memberikan ASI Eksklusif kepada bayinya.

3. Kepada ibu yang punya balita, rajin mengantar anak ke posyandu setiap bulan untuk memantau tumbuh kembangnya dan mendapat imunisasi dasar lengkap.

4. Kepada Tokoh Agama, agar dalam setiap ceramah menyampaikan pesan-pesan moral yang berhubungan dengan kesehatan terutama saat konseling pra-nikah, pencegahan pernikahan dini dan pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan.

5. Kepala desa jangan lupa penggunaan dana desa agar diprioritaskan untuk pencegahan Stunting.

6. Posyandu berada dalam kewenangan tanggungjawab kepala desa, namun juga menjadi tanggungjawab kita semua. Oleh karena itu mari kita tingkatkan peran Posyandu karena Posyandu merupakan ujung tombak pencegahan Stunting.

Turut hadir, Kepala Dinas Pendidikan Maluku Insun Sangadji, Kepala Kepala Bapedda Maluku Anton Lailossa, Kepala BPSDM Hadi Sulaiman, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Maluku Lutfi Rumbia, Plt. Disdukcapil Maluku Dewi Pattimahu, Kadis Pertanian Maluku Ilham Tauda, Kadis Pemdes Maluku Syarif Hidayat, Pj. Bupati Kabupaten Maluku Tengah Muhamad Marasabessy dan istri dan sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemkab Malteng.

Widya Buka Bimtek Pencegahan Stunting melalui Penguatan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga

0

Masohi, MALUKU.News – Duta Parenting Provinsi Maluku, Widya Murad Ismail membuka pelaksanaan Bimbingan Teknis Pencegahan Stunting melalui Penguatan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, di SMK Negeri 1 Masohi, Selasa, (22/11/2022).

Dikesempatan ini, Widya menjelaskan, Stunting sangat erat kaitannya dengan tingkat kemiskinan keluarga. Umumnya bayi penderita Stunting berasal dari keluarga yang tingkat ekonominya masuk dalam kategori miskin. Langkah-langkah penguatan ekonomi keluarga pun sangat dibutuhkan. Pemerintah Provinsi Maluku melalui dinas dan badan terkait sesuai tupoksinya telah melakukan upaya strategis untuk penguatan ekonomi keluarga miskin, terutama yang anaknya mengalami Stunting.

“Penguatan ekonomi keluarga dapat dilakukan, salah satunya dengan cara merubah pola pikir masyarakat untuk bisa melihat peluang yang bisa dijadikan usaha untuk peningkatan ekonomi keluarga. Perubahan pola pikir ini diharapkan, berlanjut ke perubahan pola tindak yang bisa merubah peluang tadi menjadi kenyataan. Semuanya ini dapat dilakukan dengan menanamkan jiwa wirausaha pada keluarga miskin tersebut,” jelas Widya.

Ia menilai, peluang untuk menjadi wirausaha masih sangat terbuka di Maluku. Untuk itu, masyarakat terutama keluarga Stunting perlu didorong untuk memulai wirausaha mandiri agar bisa memperkuat ekonomi keluarganya dan dapat menciptakan generasi yang kreatif dan produktif. Hal ini akan dilakukan melalui Diklat atau Bimtek Kewirausahaan.

“Saya berharap melalui kegiatan ini, muncul wirausaha–wirausaha baru yang menjadi pejuang ekonomi keluarga sehingga dapat menggiring keluarganya keluar dari garis kemiskinan serta dapat mencegah stunting di Kabupaten Maluku Tengah pada khususnya dan Maluku pada umumnya. Untuk pihak Pengelola Dana Bergulir maupun pihak Perbankan, agar bisa memberikan penguatan dari sisi modal usaha, sehingga pada gilirannya mereka yang telah diubah wawasannya ini dapat melaksanakan ide-ide bisnis yang akan mereka rencanakan,” harap Widya.

Usai membuka pelaksanaan Bimtek, Widya bersama Pj. Bupati Kabupaten Maluku Tengah Muhamad Marasabessy dan rombongan meninjau hasil membatik 40 siswa SMK Negeri 1 Masohi, di ruang muatan lokal.

Setelah itu, ditempat yang sama, Widya dan rombongan meninjau Posyandu Remaja.

Turut hadir, Kepala Dinas Pendidikan Maluku Insun Sangadji, Kepala Kepala Bapedda Maluku Anton Lailossa, Kepala BPSDM Hadi Sulaiman, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Maluku Lutfi Rumbia, Plt. Disdukcapil Maluku Dewi Pattimahu, Kadis Pertanian Maluku Ilham Tauda, Kadis Pemdes Maluku Syarif Hidayat, Pj. Bupati Kabupaten Maluku Tengah Muhamad Marasabessy dan istri dan sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemkab Malteng.

Widya Buka Sosialisasi Budaya Baca dan Literasi Untuk Tingkat Menengah

0

Masohi, MALUKU.News – Bunda Literasi Provinsi Maluku Widya Pratiwi Murad, membuka Sosialisasi Budaya Baca dan Literasi pada Satuan Pendidikan Tingkat Menengah dan Pendidikan Khusus serta Masyarakat di Kabupaten Maluku Tengah, di SMK Negeri 1 Masohi, Selasa, (22/11/2022).

Sosialisasi ini diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Maluku.

Di kesempatan ini, Widya menyampaikan bila manfaat yang diperoleh dengan membaca yaitu akan memudahkan dalam kegiatan belajar di sekolah ataupun di rumah, juga meningkatkan kemampuan kognitif dan psikomotor serta memperluas pengalaman serta menemukan solusi atas masalah yang kita hadapi.

“Saya mengajak para Kepala SMA/SMK sederajat di Kabupaten Maluku Tengah untuk membantu menumbuhkembangkan minat baca para siswa di sekolah,” ajak Widya.

Ia mengatakan, salah satu faktor keberhasilan suatu pembangunan fisik maupun non fisik adalah kualitas sumber daya manusia (SDM), karena kualitas SDM merupakan obyek dan subyek dalam suatu proses pembangunan. Dewasa ini upaya-upaya pembinaan terhadap kualitas SDM telah dilakukan oleh pemerintah maupun pemangku kepentingan, salah satunya melalui pendidikan.

“Hal yang sangat mendasar dalam penyelenggaraan pendidikan mulai dari pendidikan informal, nonformal dan
formal adalah kemampuan membaca, menulis dan berhitung atau lebih dikenal dengan Calistung. Pada tataran teknisnya dalam penerapan Calistung tersebut adalah kemampuan membaca,” katanya.

Menurut Widya, kemampuan membaca bukanlah kemampuan bawaan sejak
lahir, melainkan merupakan suatu keterampilan yang harus dipupuk dan dibina serta dikembangkan mulai dari pembinaan minat, kegemaran, kebiasaan, sehingga membaca merupakan suatu kebudayaan yang dapat menciptakan masyarakat pembelajar dan akhirnya dapat meningkatkan Nilai Tingkat Kegemaran (NTK) membaca dan mencapai target nasional pada tahun 2023 yaitu 63,3.

Ia berujar, ada dua hal penting yang perlu menjadi perhatian dalam nilai tingkat kegemaran membaca yaitu sejauh mana minat baca dan juga ketersediaan buku
atau sumber informasi lainnya. Dengan demikian, yang menjadi arah gerak kedepan untuk mencapai target NTK tersebut adalah menumbuhkembangkan minat baca masyarakat yang dimulai dari keluarga, sekolah, komunitas maupun dalam
lingkungan sosial kemasyarakatan.

“Perpustakaan adalah menjadi sangat penting. Karena sekarang ini adalah
Perpustakaan yang memiliki peranan dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan rakyat, melalui penguatan budaya literasi guna mewujudkan masyarakat berpengetahuan, inovatif, kreatif, dan berkarakter, sebagaimana yang tertuang dalam RPJMN Tahun 2020-2024,” ujar Widya.

Di akhir pidatonya, ia menjelaskan, era teknologi mempunyai banyak manfaat tetapi juga memiliki dampak negatif jika salah memanfaatkannya. Namun yang perlu dipahami, membaca mempunyai peran penting dimasa milenial ini.

“Anak-anak sekarang adalah generasi emas bangsa, masa depan bangsa. Widya pun mengajak semua kalangan untuk gemar membaca, manfaatkan sumber bacaan
yang ada di perpustakaan maupun di tempat atau media lainnya untuk meningkatkan kualitas hidup,”

Turut hadir, Kepala Dinas Pendidikan Maluku Insun Sangadji, Kepala Kepala Bapedda Maluku Anton Lailossa, Kepala BPSDM Hadi Sulaiman, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Maluku Lutfi Rumbia, Plt. Disdukcapil Maluku Dewi Pattimahu, Kadis Pertanian Maluku Ilham Tauda, Kadis Pemdes Maluku Syarif Hidayat, Pj. Bupati Kabupaten Maluku Tengah Muhamad Marasabessy dan istri dan sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemkab Malteng.

Widya Pratiwi Buka Rakor Dan Monev Stunting di Kab. Malteng

0

Masohi, MALUKU.News – Sebagai Duta Perangi Stunting Maluku dan juga sebagai Wakil Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Maluku.

Widya Pratiwi Murad berharap TPPS Kabupaten Maluku Tengah dapat bekerjasama mengidentifikasi permasalahan yang ada di lapangan, dan melakukan intervensi yang tepat agar prevalensi Stunting di Maluku Tengah dapat turun sesuai target yang telah ditetapkan.

“Saya juga mengingatkan DP PKK sebagai mitra Pemerintah perlu memaksimalkan perannya menjadi motivator dan penggerak masyarakat bersama kader Posyandu untuk melakukan pencegahan Stunting,” kata Widya saat menghadiri Rapat Koordinasi dan Monev Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Maluku Tengah, di Baileo Ir. Soekarno, Selasa, (22/11/2022).

Widya mengatakan, di tahun 2019, Kabupaten Maluku Tengah ditetapkan menjadi Kabupaten Lokus Stunting. Dan sejak dikukuhkan sebagi Duta Perangi Stunting tahun 2019, ia telah mengunjungi beberapa Desa Lokus Stunting di seluruh kabupaten/kota se-Maluku, salah satunya Desa Piliana. Dan di bulan Juni tahun 2022, ia mengunjungi Desa Laimu dan Wolu.

Selain itu, sambung Widya, untuk Pulau Seram (SBB), Widya juga telah mengunjungi Desa Kawa dan Buria. Dalam kunjungan tersebut, ia mengaku menemui begitu banyak permasalahan yang dialami masyarakat seperti pernikahan dini, kehamilan yang tidak diinginkan dan masih banyak ibu hamil yang tidak mengkonsumsi tablet tambah darah.

“Merupakan sukacita kebahagiaan tersendiri bagi kami di Provinsi Maluku, karena untuk pertama kali kami berkunjung ke Maluku tengah, dalam rangka melakukan rapat koordinasi sekaligus monev percepatan penurunan Stunting,” ujar Widya.

Ia menjelaskan, menurut hasil survei SSGI, Kementerian Kesehatan tahun 2021 prevalensi Stunting di Maluku Tengah adalah 29,8 persen. Jika dibandingkan dengan sumber daya yang ada, maka Maluku Tengah merupakan kabupaten yang diharapkan menyumbangkan sumber daya manusia yang berkualitas.

“Namun demikian, kami cukup berbesar hati karena menurut data riset dan survei Kementerian Kesehatan, sejak tahun 2018 berpotensi stunting provinsi Maluku secara konsisten menurun, dari 34,2 persen menjadi 28,7 persen pada tahun 2021,” jelas Widya.

Menurutnya, urgensi pelaksanaan kegiatan rapat koordinasi ini adalah untuk peningkatan konvergensi penanganan Stunting, yang merupakan salah satu strategi nasional dalam rangka menurunkan angka Stunting khususnya pada pilar ke-3 adalah konvergensi antara pemerintah pusat, pemda provinsi, pemda kabupaten/kota dan pemerintah desa. Konvergensi dilakukan melalui koordinasi-koordinasi serta konsolidasi program dan kegiatan yang ada di pusat daerah dan desa.

“Kepada peserta yang hadir saat ini, saya mendorong untuk berpartisipasi secara aktif. Silahkan jadikan kegiatan ini sebagai momentum dalam menambah pengetahuan dan juga wahana bertukar pikiran dan informasi positif,” ujar Widya.

Widya lalu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah daerah Kabupaten Maluku Tengah, yang telah mendukung penyelenggaraan rapat koordinasi ini sekaligus monev percepatan penurunan Stunting di Maluku Tengah.

“Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat untuk meningkatkan koordinasi antara pemerintah daerah provinsi dan kabupaten Maluku Tengah, serta meningkatkan sinergitas antar program-program yang ada di Maluku tengah dalam rangka penanggulangan Stunting,” tutup Widya.

Sebagai informasi, dalam rakor diatas, Kepala Bapedda Maluku Anton Lailossa dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda), Kabupaten Maluku Tengah, Bob Rahmat, memberikan penjelasan perihal pencegahan Stunting.

Di kesempatan ini juga, Widya menyerahkan beberapa bantuan, yakni :

1. Bantuan stimulan modal usaha bagi Dasawisma Kabupaten Malteng sebesar Rp. 8 juta yang diterima pengurus TP-PKK Malteng.

2. Bantuan lima buah timbangan bayi digital untukTP-PKK Kabupaten Malteng yang diterima pengurus TP-PKK Malteng.

3. Bantuan kewirausahaan perempuan, kerjasamaa TP-PKK Provinsi Maluku dengan Dinas Pemberdayan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Maluku, yang diterima Ibu Habiba Patiasina, Ibu Kety Salhuteru, Ibu Hj. Asia Usemahu dan Ibu siti Rabida Tuasikal.

4. Penyerahan dokumen kependudukan yang telah dicetak kepada lima KK di lima kelurahan berupa KK, KIA, Akte Kelahiran dan KTP.

5. Penyerahan 194 karton tablet tambah darah untuk ibu hamil dan 227 karton kepada remaja puteri, diterima Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malteng.

6. Bantuan KUBE Keluarga Stunting Pemprov Maluku Tahun 2022 kepad Negeri Kaloa dan Negeri Adm. Marasahua
(Dinsos provinsi).

7. Penyerahan bantuan lima paket bibit sayur : (Ketahanan pangan) kepada
Negeri Sepa / Soahuku / Tamilouw / Trana dan Kelurahan Namaelo.

8. Blangko KTP Elektronik 2 ribu keping kepada Pemkab Maluku Tengah dan Dokumen Kependudukan berupa KK, Akte Kelahiran dan KIA, (Dukacpil Prov).

Turut hadir, Kepala Dinas Pendidikan Maluku Insun Sangadji, Kepala Kepala Bapedda Maluku Anton Lailossa, Kepala BPSDM Hadi Sulaiman, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Maluku Lutfi Rumbia, Plt. Disdukcapil Maluku Dewi Pattimahu, Kadis Pertanian Maluku Ilham Tauda, Kadis Pemdes Maluku Syarif Hidayat, Pj. Bupati Kabupaten Maluku Tengah Muhamad Marasabessy dan istri dan sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemkab Malteng.

Kodim 1507/Saumlaki Bedah Rumah Warga Lauran Tanimbar

0

Saumlaki, MALUKU.News – Setelah sukses dengan Program Babinsa Masuk Dapur, kali ini Kodim 1507 Saumlaki melanjutkan aksi kemanusiaan melalui program Bedah Rumah masyarakat.

Sesuai instruksi Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), Jenderal TNI Dudung Abdurachman. Perintah KASAD secara tanggap dan cepat telah direspon oleh Kodim 1507 Saumlaki lewat kerja cepat, kuat dan bagus dalam kegiatan bedah rumah layak huni bagi penerima bantuan, Senin (21/11/2022).

Viator Bwariat warga desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Provinsi Maluku penerima program bedah rumah tersebut. Bintara Pembina Desa (Babinsa) Lauran kecamatan Tansel, Sersan Satu (Sertu) Laurensius Ranggo langsung memimpin pembangunan bedah rumah milik Bapak Viator Bwariat (79 tahun).

Program bedah rumah Bapak Bwariat sudah dilakukan selama 1 minggu, dan sudah mencapai 35 persen. Sertu Laurensius dan kawan-kawan dibantu oleh pemuda desa setempat secara bersama-sama dan gotong royong.

“Melaksanakan kerja bhakti bangun rumah Bapak Viator agar layak huni dan nyaman untuk ditinggali.”

Komandan Distrik Militer (Dandim) 1507 Saumlaki, Letkol. Inf. Teguh Didik Waluyo, SIP melalui whatsapp telepon seluler mengatakan, anggaran pelaksanaan program bedah rumah ini, sebagian besar sumbangan Bapak KASAD, Pangdam Pattimura XVI Pattimura, Danrem 151 Binaiya, Dandim 1507/Saumlaki serta beberapa rekanan dan mitra Kodim.

Program bedah rumah sangat bagus dan bermanfaat bagi masyarakat, diharapkan program yang diinisiatif dan dimotori Kodim 1507/Saumlaki ini, merangsang Pemerintah Daerah dan pengusaha lokal di Tanimbar agar bersama-sama peduli kepada masyarakat yang kurang mampu, dan masih tinggal di rumah tidak layak huni menjadi layak huni, ujar Dandim Saumlaki.

Dikatakan, Bapak Viator pemilik rumah yang dibedah mengaku sangat berterimakasih kepada Kodim 1507/Saumlaki, atas program dimana rumah pribadi tempat tinggalnya dibedah.

“Ucapan syukur tak henti-hentinya diucapkan orang tua berusia 79 tahun ini kepada Tuhan dan Dandim 1507 Saumlaki. Bapak Viator sangat senang dan terharu atas perhatian TNI, terkhusus Kodim 1507/Saumlaki.”

Karena selama ini Babinsa Lauran sering sekali datang untuk menengok dan bawa sembako, serta melayani kebutuhan kesehatan saya, ujar Viator.