Beranda blog Halaman 18

Gubernur Hadiri Groundbreaking Ceremony Pembangunan Terminal Penumpang Pelabuhan Yos Sudarso

0

Ambon, Maluku.news – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menghadiri acara Groundbreaking Ceremony Pembangunan Terminal Penumpang Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, bertempat di ruang tunggu Pelabuhan Yos Sudarso, Kamis (31/7/2025).

Mengawali sambutannya, Lewerissa mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kinerja dari PT. Pelabuhan (Persero) Regional 4 dan semua pihak yang terlibat dalam Pembangunan terminal penumpang dalam rangka kelancaran lalu lintas orang dan barang yang lebih efisien.

Sebagai Gubernur, lanjut Lewerissa, sangat mendukung pengembangan Pembangunan karena merupakan bagian dari program nasional dalam mendorong konektivitas wilayah kepulauan dan pemerataan pembangunan terminal yang lebih baik, aksesbilitas antar pulau akan semakin lancar, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang merata di Provinsi Maluku.

Perlu diketahui, Pembangunan terminal penumpang Yos Sudarso merupakan Langkah yang sangat strategis dan sejalan dengan rencana induk Pelabuhan Ambon.

Dijelaskan lagi, hampir 70 persen populasi memanfaatkan transportasi laut melalui terminal penumpang Pelabuhan Ambon, untuk itu kebutuhan akan kenyamanan serta kelayakan fasilitas selama menunggu transportasi laut adalah prioritas utama, ungkap Lewerissa.

“ Jadi terminal ini bukan hanya sebuah Pembangunan melainkan cerminan dari pelayanan yang kita berikan kepada masyarakat, kita juga patut bangga bahwa Pelabuhan Ambon memiliki peran sentral sebagai Hub Port atau transit menuju Kawasan Timur Indonesia”.

Dengan posisi strategis ini, katanya lagi, sudah selayaknya pelabuhan Ambon memiliki terminal penumpang yang modern dan representatif.

Apalagi, komitmen Pelindo dalam meningkatkan pelayanan dan kenyamanan bagi pengguna jasa Pelabuhan khususnya penumpang kapal laut di Wilayah Indonesia Timur patut diberikan apresiasi, jelas Lewerissa.

“ Saya sangat berharap bahwa selesai nanti, terminal penumpang ini akan menjadi ikon baru Kota Ambon, dan lebih dari itu Pelabuhan ini harus berfungsi sebagai simpul transportasi yang representative, modern, dan berstandar nasional”, harap Lewerissa.

Dengan demikian, Pembangunan terminal ini juga merupakan bagian integral dari transformasi berkelanjutan Pelindo dalam mewujudkan Pelabuhan yang efisien, aman, dan berintegritas agar sejalan dengan visi dan misi untuk menjadikan Pelabuhan sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

Untuk itu, melalui peningkatan aktivitas di terminal nantinya akan berdampak pada sektor perdagangan, pariwisata, dan jasa Pelabuhan serta dapat membuka lapangan pekerjaan baru dan juga peningkatan kesejahteraan Masyarakat, tuturnya.

Pertemuan Bapak Gubernur Maluku dengan Dirjen Perkebunan Kementan

0

Ambon, Maluku.news – Gubernur Maluku menerima kunjungan kerja Plt. Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian pada Kamis 31 Juli 2025 di ruang kerja Gubernur.

Turut hadir mendampingi Gubernur Maluku Kadis Pertanian Maluku sedangkan Dirjen Perkebunan didampingi Kepala Kantor Wilayah Bulog Maluku-Maluku Utara, Kepala Balai Besar Perbenihan Proteksi Tanaman Perkebunan, Kepala Balai Perakitan Modernisasi Pertanian Provinsi Maluku.

Gubernur memberikan apresiasi atas kunjungan kerja Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian ke Maluku.

Dalam pertemuan tersebut Gubernur Maluku menegaskan hasil pertemuan dengan Wakil Pertanian pada tanggal 7 juli yang lalu di Jakarta.

Gubernur kembali menegaskan beberapa komoditas perkebunan Maluku yang perlu mendapat dukungan Kementan antara lain Pala, Cengkeh, kelapa,
dalam, kakao, jambu mete serta pengembangan sagu dan hilirisasi sagu di Kabupaten Seram Bagian Timur.

Selain itu, untuk tanaman pangan Gubernur juga menyebutkan salah satu komoditas pangan khas Maluku yakni hotong di Pulau Buru dan pengembangan cabai untuk mendukung pengendalian inflasi di Maluku.

Dalam pertemuan tersebut, Dirjen Perkebunan menyampaikan potensi pengembangan padi gogo di Maluku termasuk di Kota Ambon melalui program urban farming yakni memanfaatkan lahan sempit dan pekarangan dengan menanam komoditas pertanian.

Dirjen Perkebunan juga menyebutkan bantuan yang akan diterima Pemerintah Provinsi Maluku antara lain pala 250 hektar melalui APBNP 2025, sedangkan tahun 2026 Maluku akan menerima total bantuan tanaman perkebunan 8.000 ha yang meliputi pala 2.600 ha, kakao 1.900 ha, jambu mete 1.400 ha, kelapa dalam 1.100 ha, sagu 1.000 ha.

Adapun daftar bantuan tersebut langsung diserahkan kepada Gubernur Maluku untuk ditindak lanjuti oleh Dinas Pertanian Provinsi Maluku.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, setelah pertemuan tersebut mengemukakan bahwa kunjungan Dirjen Perkebunan ke Maluku yakni untuk monitoring realisasi padi gogo, melakukan penaman padi gogo di desa Nusaniwe Kota Ambon, meninjau hilirisasi sagu di Desa Rutong dan mengunjungi exportir pala di Kota Ambon.

Wagub Penuhi Panggilan MUI Maluku: Tunduk Dalam Iman, Minta Maaf Dengan Hati Terbuka

0

Ambon, Maluku.news – Di tengah riak-riak kegelisahan umat, Wakil Gubernur (Wagub) Maluku, Hj. Abdullah Vanath, memilih jalan yang tidak selalu mudah. Jalan kejujuran dan kerendahan hati. Ia datang memenuhi surat panggilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Maluku, bukan sebagai pejabat yang merasa tak tersentuh kritik, melainkan sebagai seorang muslim yang mengakui kekhilafan, sehingga menimbulkan keresahan di hati sebagian umat.

Dengan rendah hati dan penuh keikhlasan, Wagub yang datang ke kantor MUI Maluku, didampinggi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Maluku, Djalaludin Salampessy, dan Juru Bicara Pemerintah Provinsi Maluku, Kasrul Selang, disambut hangat oleh Ketua Umum MUI Maluku, Dr. H. Abdullah Latuapo, bersama para alim ulama dan pengurus harian, Rabu (30/7/2025).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat, penuh nasihat, dan menjadi momen penting untuk memperkuat nilai persatuan serta menegaskan pentingnya saling memahami di tengah perbedaan.

Dalam pertemuan tersebut, MUI Maluku lebih banyak memberi wejangan kepada Wagub, khususnya menyangkut pentingnya kehati-hatian dalam memilih diksi di ruang publik. Sebagai pejabat publik, tutur kata Wagub memiliki dampak luas, dan sangat mungkin menimbulkan penafsiran berbeda yang bisa berujung pada kegaduhan.

Wagub Vanath pun menunjukkan sikap terbuka dan tulus menerima setiap nasihat yang disampaikan kepadanya. Dengan penuh keikhlasan, ia menyampaikan permohonan maaf atas pernyataan yang dinilai menimbulkan keresahan di tengah umat Islam Maluku.

“Beta tidak ingin mengundang MUI Maluku ke kantor, agar tidak ada prasangka atau salah tafsir. Maka sebagai seorang muslim dan pejabat publik, beta memilih datang sendiri, menjelaskan secara langsung dan menyampaikan permohonan maaf kepada para ulama dan umat Islam,”ujar Wagub dengan suara tenang, namun sarat kesungguhan.

Ia menjelaskan bahwa pernyataannya di Kabupaten Maluku Barat Daya beberapa waktu lalu telah menimbulkan keresahan dan kegelisahan di tengah masyarakat Muslim.

“Sebagai manusia biasa, Beta akui pilihan kata Beta bisa melukai. Maka malam ini, setelah banyak mendapat nasehat dari para ulama, Beta sampaikan permohonan maaf setulus-tulusnya,”ungkapnya.

Lebih dari sekadar formalitas, permintaan maaf itu disampaikan dengan kesadaran iman dan rasa tanggung jawab. Wagub menegaskan bahwa dirinya siap menghadapi proses hukum yang sedang berjalan dan menyerahkan segala tafsir kepada mekanisme peradilan. Namun, secara moral dan spiritual, ia terlebih dahulu memilih merendahkan hati di hadapan para tokoh agama dan umat yang ia cintai.

“Semoga ke depan Beta bisa lebih berhati-hati dalam menyampaikan narasi publik, agar tidak menimbulkan keresahan yang tak perlu. Sekali lagi, dari hati yang terdalam, Beta mohon maaf. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,”tutup Wagub.

Sikap terbuka dan rendah hati itu langsung di respons hangat dari MUI Maluku. Ketua Umum MUI, Dr. H. Abdullah Latuapo, MHI, menyampaikan apresiasi atas kedatangan Wagub yang dinilainya penuh ketulusan.

“Beliau datang sebagai pribadi, sebagai pejabat, dan sebagai sesama umat Muslim. Dengan penuh keikhlasan, beliau menyampaikan maaf atas diksi yang sempat menimbulkan kegelisahan. Ini adalah sikap yang sangat kami hargai,”ujar Latuapo.

Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat, terkhususnya umat Islam untuk menyambut permintaan maaf tersebut dengan hati terbuka dan sikap saling memaafkan.

“Tak ada manusia yang luput dari salah. Tapi hanya mereka yang rendah hati yang mau mengakui dan meminta maaf. Mari kita jaga suasana damai dan ukhuwah di bumi Maluku ini,”ucapnya.

Latuapo juga menyerukan agar seluruh elemen masyarakat mendukung pemerintah dalam membangun Maluku, seraya menjaga kerukunan, keamanan, dan kedamaian yang telah lama menjadi warisan budaya orang basudara.

Dengan pertemuan itu, suasana menjadi sejuk, dan harapan tumbuh kembali bahwa perbedaan dapat dijembatani dengan kebesaran hati, dan luka bisa disembuhkan lewat ketulusan maaf.

Gubernur Hadiri 923 Wisudawan Unpatti

0

Ambon, Maluku.news – Universitas Pattimura Ambon melantik 923 lulusan berdasarkan Surat Keputusan Rektor nomor: 1477/UN13/SK/2025 tentang Wisuda Sarjana Profesi, Magister, dan Rektor Periode Juli 2025.

Dalam SK Rektor tersebut dilantik 923 lulusan Universitas Pattimura yang terdiri dari 783 lulusan sarjana, 54 lulusan Profesi Dokter, 2 lulusan Profesi Guru, 79 lulusan Magister serta 5 lulusan Doktor, bertempat di Auditorium Universitas Pattimura, Rabu (30/7/2025).

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dalam sambutannya disela-sela menghadiri acara wisudawan mengatakan Perguruan Tinggi dapat membekali para lulusan dengan ilmu pengetahuan, ketrampilan, karakter yang unggul.

Artinya, lanjut Lewerissa lulusan perguruan tinggi tidak hanya menguasai IPTEK tetapi juga harus mempunyai karakter yang kuat dalam mengimbangi kemampuan mengaktualisasi nilai-nilai keimanan, ketaqwaan, etika, kepribadian dan jiwa kepemimpinan serta semangat kewirausahaan yang dapat menghantarkan bangsa Indoneia yang modern dan madani.

Untuk itu, pengelolaan perguruan tinggi perlu mencermati perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pergeseran pada sektor lapangan kerja harus diantisipasi secara cermat dan akurat.

Apalagi, Unpatti Ambon sebagi kampus kebanggaan masyarakat Maluku diharapkan mampu mengembangkan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang saling menyempurnakan sehingga lahir sosok lulusan yang memiliki keunggulan di dunia kerja, kata Lewerissa.

“ Saya mengharapkan semua wisudawan dapat mengambil peran dalam proses Pembangunan sesuai bidang keilmuan dan potensi yang dimiliki, jadikan diri anda sebagai pelopor kemajuan Masyarakat, sebagai Gubernur saya juga mearasa bangga dengan perjuangan adik-adik mahasiswa yang pantang menyerah, terus belajar walau tantangan silih berganti”, tuturnya lagi.

Para wisudawan diharapkan tidak berpuas diri dengan Strata Pendidikan yang telah diperoleh karena sesungguhnya keberhasilan ini harus dijadikan sebagai modal investasi strategis yang perlu dioptimalkan guna percepatan Pembangunan daerah, tambahnya.

Bentuk Tim Terpadu, Gubernur: Gunung Botak Harus Tertib Permanen, Bukan Sekadar Bersih Sesaat

0

Ambon, Maluku.News – Pemerintah Provinsi Maluku mengambil langkah strategis dan tegas untuk menyudahi praktik pertambangan ilegal di kawasan Gunung Botak, Kabupaten Buru. Dipimpin langsung Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, rapat teknis lintas lembaga digelar di Kantor Gubernur, Rabu (30/7/2025), dengan kehadiran Kapolda Maluku Irjen Pol Eddy Sumitro Tambunan, Kabinda Maluku, Marsekal Pertama (Marsma) R. Harys Soeryo Mahendro, Kasdam XV/Pattimura dan Kejaksaan Tinggi.

Dalam pernyataannya usai rapat, Gubernur Lewerissa menyampaikan bahwa 70 persen penambang ilegal (PETI) telah meninggalkan kawasan Gunung Botak berkat operasi lapangan Polda Maluku. Namun, sekitar 30 persen masih bertahan, dan inilah yang menjadi fokus lanjutan penertiban.

“Saya tidak mau penertiban ini hanya bersifat temporer. Kalau hanya bersih sesaat, lalu kembali lagi, untuk apa? Negara harus hadir, tertibkan, dan pastikan tidak ada ruang untuk main-main,” tegasnya.

Rapat teknis ini menghasilkan komitmen pembentukan Tim Terpadu Penertiban Gunung Botak, yang melibatkan TNI AD, AU, AL, BIN, Kejaksaan, Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kabupaten Buru. Tim ini akan bekerja berdasarkan SK Gubernur dan akan mendapat dukungan anggaran dari APBD.

Pemerintah juga akan melibatkan Imigrasi, menyusul dugaan keberadaan Warga Negara Asing (WNA) yang ikut terlibat sebagai penambang, penyuplai, dan penadah ilegal.

“Saya minta Imigrasi tidak tinggal diam. Kalau ada WNA yang berseliweran di sana, kita harus tertibkan,”tegasnya.

Lebih lanjut, kata Gubernur dalam waktu dekat akan diluncurkan call center khusus untuk menerima laporan dari masyarakat, terutama jika ada indikasi penggunaan bahan berbahaya seperti merkuri dan sianida di kawasan tambang.

Soal 10 koperasi legal yang sudah mengantongi izin, ia menegaskan bahwa belum bisa langsung beroperasi.

“Kami harus pastikan dulu batas wilayah masing-masing dan kondisi sudah benar-benar tertib. Tidak bisa masuk sembarangan,” ujarnya.

Dalam arahannya, Gubernur juga menekankan pentingnya menghormati hak-hak masyarakat adat yang memiliki ulayat atas tanah Gunung Botak, sembari menegaskan bahwa negara sebagai pemegang kuasa pertambangan tetap bersandar pada amanat Pasal 33 UUD 1945.

“Negara tidak boleh kalah. Tapi negara juga harus adil. Sumber daya alam harus bermanfaat untuk rakyat, terutama yang punya tanah, tapi juga untuk negara,” pungkasnya.

Langkah ini merupakan upaya lanjutan dalam upaya penataan Gunung Botak, dari zona konflik menjadi zona tertib, dari lahan liar menjadi kawasan legal yang diatur dan diawasi negara demi masa depan Buru yang lebih bersih, aman, dan bermartabat.

Buka Pelatihan Pelaksanaan Penyuluhan ini Pesan Kadis Pertanian

0

Ambon, Maluku.news – Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku Hadir dan Membuka secara resmi Kegiatan Pelatihan Pelaksanaan Penyuluhan dan Pemberdayaan Petani Pada Tanaman Padi 2025. Kegiatan Pelatihan ini diselenggarakan oleh UPTD Balai Diklat Dinas Pertanian Provinsi Maluku dilaksanakan mulai tanggal 28 Juli – 2 Agustus 2025. Bertempat di Kantor Balai Diklat Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Waiheru, Ambon. Senin (28/7/2025).

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Dr. Ilham Tauda, SP, M.Si. menyampaikan bahwa tanaman padi ini merupakan salah satu komoditi pangan strategis termasuk di Maluku. Melalui Asta Cita, Presiden Prabowo telah menetapkan dan mewujudkan Swasembada Pangan di Indonesia secepat-cepatnya.

“Target Swasembada pangan yang awalnya di tahun 2027, oleh menteri pertanian telah dimajukan ke tahun 2025, tentu ini menjadi tantangan berat bagi kita di daerah terutama dalam mencoba untuk mewujudkan swasembada pangan tersebut” ucapnya.

Sejalan dengan Asta Cita, Ilham Tauda juga menjelaskan bahwa kegiatan ini dalam rangka menindak lanjuti Sapta Cita ke-6 dari bapak Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Maluku, Khususnya Pengembangan dan Pengolahan Sumber Daya Alam secara berkelanjutan.

“Saya sampaikan, khusus untuk kita di Provinsi Maluku target 2025, luas tanam padi kita ditargetkan 26.250 Hektar. Ini baru padi sawah belum padi gogoh yang kita di targetkan 8.000. hektar, perluasan tanaman jagung 2.650 hektar. Tentunya target-target ini sedapat mungkin harus kita wujudkan dan harus dapat kita realisasikan” Ucapnya.

Selanjutnya dirinya menyebutkan bahwa rata-rata Indeks Pertanaman Padi di Maluku saat diberikan Target 26.000 Hektar luas baku sawah yang dimiliki adalah 17.900 hektar. Dari 17.900 luas baku sawah kita ada sekitar 6.000 Hektar lahan yang tidak Fungsional dan jika di ambil Nilai rata-rata berarti kurang lebih sekitar IP 200 yang bisa kita wujudkan. Sehingga dirinya mendorong agar petani dan penyuluh dapat bekerja maksimal.

“Saya mendorong para petani dan penyuluh kita yang bekerja dilapangan untuk dapat bekerja keras terutama dalam mewujudkan target swasembada pangan tersebut” Ungkap Ilham

Lebih lanjut dirinya menjelaskan selain Peningkatan Indeks Pertanaman dan yang terpenting kita diminta meningkatkan produktifitas. Dirinya berharap dalam pelatihan ini para penyuluh dapat memberikan strategi-strategi khusus untuk para petani agar dapat meningkatkan produktivitas pangan kita.

“Saat ini rata-rata produktivitas padi kita di angka 4 Ton per hektar, sebenarnya dengan teknologi, varietas, dukungan peralatan, dukungan sarana dan prasarana pengairan yang tepat, kita bisa naikkan 4 sampai 6 bahkan sampai 8 ton per hektar, besok kita ada program kolaborasi dengan TNI Angkatan darat untuk Pelatihan pendampingan untuk mengembangkan Padi Gogo di Pulau Ambon yaitu daerah kota ambon sebagian leihitu dan daerah salahutu” ucapnya.

Dalam kesempatan ini, Ilham Tauda juga menyampaikan tindak lanjut hasil pertemuan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa dengan Wakil Mentri Pertanian tanggal 7 Juli 2025 di gedung The Energy, Jakarta. Diantaranya adalah pengembangan Irigasi Tersier di Provinsi Maluku kurang lebih 6.000 Hektar, cetak baru tahun 2026 kurang lebih 3.000 Hektar ada juga Rehabilitasi Sawah dan Optimalisasi Sawah serta Penyiapan Calon Petani Calon Lahan (CPCL).

“Pertemuan tanggal 7 Juli lalu telah kami tindak lanjuti” tegasnya.
Dirinya juga berharap agar para petani khususnya yang ada di sentra pengembangan pangan strategis agar dapat terus meningkatnya produksinya, dan dapat mengawal dari pertanaman sampai dengan panen.

“Saya meminta hasil produksi atau panen untuk dapat dijual yang mana Bulog bersedia menyerap baik hasil gabah maupun padi atau beras yang dihasilkan dari para petani” ucapnya.

Sebagai informasi, kegiatan Pelatihan Pelaksanaan Penyuluhan dan Pemberdayaan Petani Pada Tanaman Padi 2025 diikuti oleh 25 Peserta. Peserta adalah perwakilan Petani dari 5 Kabupaten yakni Kab. Maluku Tengah, Kab. Seram Bagian Barat, Kab. Seram Bagian Timur, Kab. Buru Selatan, dan Kab. Buru.

Hadir dalam acara tersebut, Kepala Kantor Wilayah Bulog Maluku dan Maluku Utara, Kepala Balai Besar Proteksi Perkebunan Provinsi Maluku, Kepala BRMP Provinsi Maluku, Kepala Balai Karantina, Kepala BPS dan Pejabat Eselon III Dinas Pertanian Provinsi Maluku. Acara ini ini ditutup dengan Penyematan Pin Tanda Peserta dan Foto bersama peserta.

Gubernur Hadiri Pentahbisan Gereja Lywan Soru Jemaat GPM Watidal KKT

0

Saumlaki, Maluku.news – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menghadiri Pentahbisan Gedung Gereja Lyawan Soru Jemaat GPM Watidal Kecamatan Tanimbar Utara Kabupaten Kepulauan Tanimbar ditandai dengan ritual adat penyambutan oleh tua -tua adat, tarian penyambutan serta pengalungan bunga, Mimggu (27/7/2025).

Hadir Pula dalam kesempatam itu, Ketua Sinode GPM Pdt. Elifas Maspaitella, Anggota DPD RI, Wakil Bupati KKT, Ketua DPRD KKT, Kapolres KKT, Para Pendeta dan Jemaat Klasis Tanimbar Utara dan Selatan serta tamu undangan lainnya.

Ketua Sinode GPM dalam khotbah pentahbisan mengatakan gereja tidak semata-mata sebagai tempat ibadah, melainkan menjadi pusat pembinaan karakter generasi muda dan masyarakat guna memperkuat persaudaraan, Pendidikan iman, dan nilai kasih dalam kehidupan bersama.

Sementara itu, Gubernur Maluku dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas semangat jemaat dalam melakukan pembangunan Gedung gereja dengan swadaya dan kerja keras sehingga pembangunan dapat terselesaikan.

Dirinya berpesan agar gereja siap menyongsong era eksploitasi migas di Blok Masela, Blok Selatan dan Blok Timur Tanimbar.

“Gereja harus berperan aktif membentuk karakter jemaat agar mampu bersaing disektor strategis karena saya tidak ingin masyarakat hanya menjadi penonton, tetapi gereja harus menjadi pusat pembinaan moral, etika dan daya saing generasi kita”, ungkap Lewerissa.

Gedung Gereja Lyawan Soru bukan hanya representasi fisik sebuah rumah ibadah, tetapi symbol iman, gotong royong dan daya juang masyarakat pelosok negeri dan peristiwa ini menandai bahwa pembangunan spiritual tetap menjadi fondasi utama ditengah tantangan dan kemajuan zaman, jelas Lewerissa.

Perlu diketahui, Gedung Gereja Lyawan Soru dibangun selama 18 tahun dengan keterbatasan dan kekurangan yang dimiliki oleh jemaat, tetapi dengan semangat dan gotong royong, rela berkorban bisa mengahasilkan Gedung gereja yang luar biasa.

“ Saya berharap gereja ini bukan saja sebagai tempat beribadah, akan tetapi menjadi tempat pembinaan umat khususnya warga GPM di Jemaat Watidal dan itu menjadi kontribusi terbaik yang gereja berikan kepada bangsa dan negara”.

Sebagai pemerintah provinsi, kami sangat membrikan apresiasi terhadap peran gereja yang berperan aktif dalam membentuk karakter warga jemaat guna menjadi baik, warga yang produktif, memilik disiplin yang Tangguh dan memiliki karakter yang unggul, kata Lewerissa.

Disamping itu, Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar dr. Juliana Chatarina mengatakan masyarakat Jemaat GPM Watidal sangat bersyukur dengan kehadiran pimpinan tertinggi di jajaran Provinsi Maluku dalam acara Pentahbisan Gedung Gereja Lyawan Soru.

Dikatakan lagi, sebagaimana disampaikan oleh Pak Gubernur, kami juga berharap gereja bukan hanya sebagai pusat beribadah tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat dan karakter masyarakat, apalagi diera modern kondisi lingkungan dan medis sosial sangat mempengaruhi.

Rangkaian seremoni ini dilakukan secara simbolis meliputi penekanan tombol sirene sebagai simbol pentahbisan Gedung gereja oleh Gubernur Maluku, penyerahan kunci gereja , dan penguntingan pita yang dilakukan oleh Wakil Bupati dan Anggota DPD RI yang hadir.

PWI Tanimbar Somasi Simon Weriditi Soal Klaim Keanggotaan

0

Saumlaki, Maluku.news – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kepulauan Tanimbar resmi melayangkan somasi terbuka kepada Simon Weriditi atau Wermasubun. Somasi ini terkait pernyataan dan pemberitaan sepihak yang dinilai menyesatkan serta mencemarkan nama baik PWI secara kelembagaan, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Dalam surat somasi bernomor 29/PWI-KKT/VII/2025, tertanggal 26 Juli 2025, menyebutkan Simon Weriditi telah menyebarkan informasi yang menyerang kredibilitas pengurus dan melecehkan integritas PWI. Tembusan surat juga telah dikirimkan kepada Ketua PWI Provinsi Maluku.

Pelaksana Tugas Ketua (Plt) PWI Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Simon Lolonlun, dalam konferensi pers Sabtu sore (26/7/2025), menyatakan langkah somasi itu diambil setelah undangan klarifikasi sebelumnya melalui surat Nomor 28/PWI-KKT/VII/2025 tanggal 21 Juli 2025 tidak direspons.

“Simon Weriditi bukan lagi anggota aktif PWI. Berdasarkan verifikasi internal serta konfirmasi dari PWI Provinsi Maluku dan PWI Pusat, keanggotaannya di PWI Sumatera Selatan telah berakhir sejak 21 April 2023 dan tidak diperpanjang,” tegas Lolonlun.

PWI Tanimbar juga menegaskan segala bentuk penggunaan nama, logo, atau pengakuan sebagai anggota PWI oleh Weriditi adalah tidak sah dan menyesatkan publik.

Menanggapi tuduhan bahwa PWI Tanimbar belum sah karena belum terdaftar di Kesbangpol, Lolonlun menegaskan legalitas PWI berasal dari struktur nasional berbadan hukum. “Bukan dari administrasi lokal. Tuduhan itu tidak berdasar,” katanya.

PWI juga menilai tindakan Weriditi telah melanggar Kode Etik Jurnalistik, khususnya dengan menyebarkan berita sepihak, menyerang organisasi tanpa verifikasi, serta menggunakan media untuk kepentingan pribadi.

Dijelaskan Lolonlun, kepengurusan PWI Tanimbar saat ini sah dan berdasarkan SK PWI Provinsi Maluku Nomor 05/PWI-MAL/SKPC/III/2025 yang diperbarui melalui SK Nomor 03/PWI-MAL/SKPC/VII/2025, berlaku hingga 31 Desember 2025.

Dalam surat somasi, PWI menuntut Simon Weriditi:

  1. Menghentikan segala bentuk penyebaran informasi menyesatkan;
  2. Menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dalam waktu 1×24 jam sejak menerima surat.

“Jika tuntutan ini tidak diindahkan, kami akan menempuh jalur hukum, termasuk melapor ke Dewan Pers dan aparat penegak hukum,” tegasnya.

Lolonlun menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa tindakan tersebut bukan sekadar pembelaan pribadi atau kelompok, tetapi sebagai upaya menjaga martabat profesi wartawan dan integritas organisasi.

“Ini adalah langkah tegas untuk menegakkan etika profesi dan melindungi marwah institusi,” pungkasnya.

SMK 5 dan SMA 4 Ambon Menuju Festival Musikalisasi Puisi Nasional 2025

0

Ambon, Maluku.news – SMK Negeri 5 Ambon tampil sebagai juara pertama Festival Musikalisasi Puisi SMA/SMK/MA/SUPM Se-Provinsi Maluku Tahun 2025 di Ambon, Sabtu (26/7). Rivalnya SMA Negeri 4 Ambon menempati juara kedua dengan nilai 249, selisih 1 angka dengan sang juara yang mengoleksi nilai 250.

Kelompok Musikalisasi yang juga menang adalah juara 3 SMA Negeri 1 Ambon (nilai 247), juara 4 SMA Negeri 10 Seram Bagian Barat (nilai 243), juara 5 SMA Dian Harapan Ambon (nilai 242), dan juara 6 SMA Kristen Rehoboth Ambon (nilai 240).

Festival Musikalisasi Puisi diselenggarakan di Balai Pertunjukan Balai Bahasa Provinsi Maluku, dengan melibatkan dewan juri Falantino E. Latupapua, Weslly Johannes, dan Marthen S. Luturmas.

Secara rutin, festival setiap tahun digelar oleh Balai Bahasa Provinsi Maluku. Dua pemenang dikirim untuk berlomba dalam festival tingkat nasional.

Sepanjang keikutsertaan di tingkat nasional, Maluku pernah tahun 2022 meraih juara 4 (diwaliki SMA PGRI 10 Kairatu), tahun 2023 juara 1 (diwakili SMA Negeri 4 Ambon), dan tahun 2024 meraih juara 2 (diwakili SMA Negeri 4 Ambon).

Pada penyelenggaraan tahun ini, lebih dari sebanyak 22 tim atau 131 pelajar datang dari Ambon, Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, Kepulauan Tanimbar, Maluku Tenggara, dan Kota Tual. Dengan dominasi peserta dari Kota Ambon, SMA Negeri 10 Seram Bagian Barat mampu menyelip dan naik panggung sebagai salah satu pemenang.

Gubernur Lakukan Kunker Perdana di KKT

0

Saumlaki, Maluku.news – Semenjak dilantik sebagai Gubernur Maluku dan Wakil Gubernur Maluku oleh Presiden RI pada tanggal 20 Februari, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa kini melakukan kunjungan kerja perdana di Ibu Kota Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Sabtu (26/7/2025).

Dengan menggunakan pesawat reguler Wing Air Gubernur dan rombongan tiba di Bandara Udara Mathilda Batlayeri Saumalaki pukul 08.45 WIT dijemput langsung oleh Bupati KKTdan Forkopimda Kabupaten Kepulauan Tanimbar serta disambut dengan pengalungan syal, doa adat dan tarian selamat datang.

Selanjutnya dengan berkendaraan mobil, Gubernur dan rombongan menuju lokasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Mock Up Desa IIngei.

“ Jadi semenjak saya dilantik sebagai Gubernur, ini ada Kunjungan Kerja Perdana di Ibu Kota Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan saya akan berada di sini selama 2 hari yakni tanggal 26-27 Juli besok, dengan beberapa Agenda diantaranya melihat Koperasi Desa Merah Putih di Desa IIngei, Pertemuan dengan beberapa Aparatur Pemerintah di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Pertemuan dengan Forkopimda KKT dan Pentahbisan Gereja Lyawan Soru Jemaat GPM Watidal”, ungkap Lewerissa.

Provinsi Maluku memiliki 1200 Desa dan 35 Kelurahan, Koperasi Merah Putih telah berdiri sah dan memiliki Badan Hukum semenjak diluncurkan secara simbolis oleh Presiden Republik Indonesia di Kabupaten Seram Bagian Timur.

Untuk KDMP Desa IIngei, lanjut Lewerissa memiliki unit -unit usaha yang sangat komplit karena memiliki Gudang, rumah produksi, klinik, kios BBM dan dalam waktu dekat akan dilakukan pembangunan kolstore.

“Terkait dengan kunjungan ke koperasi saya sangat kagum , dan saya sudah menyampaikan ke Bapak Bupati sesuai dengan batas-batas kewenangan saya, saya tidak akan memberikan ijin baru dalam bentuk apapun, di Saumlaki memiliki pulau-pulau kecil dan kita memiliki kepentingan untuk menjaga hutannya, karena hutan tropis adalah anugerah Tuhan”, jelas Lewerissa.