Beranda blog Halaman 168

Izinkan Korban Kebakaran Kembali Tempati Pasar Gambus, Pemkot Beri Syarat Ini

0

Ambon, Maluku.news – Penanganan tanggap darurat selama 28 hari bagi Korban Kebakaran Pasar Gambus resmi berakhir pada, Minggu (11/06/2023).

Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon selanjutnya kembali mengizinkan para pengungsi kembali ke lokasi tempat tinggal mereka tersebut hingga batas waktu pengosongan pada 31 Desember 2023 mendatang.

“Mereka saya ijinkan menempati lokasi kebakaran dengan catatan sesuai komitmen kita bersama pada 31 Desember, lokasi tersebut sudah harus dikosongkan,” ujar Pj. Wali Kota, Bodewin M. Wattimena di sela-sela kunjungan Pengungsi Kebakaran Pasar Gambus yang menempati Lantai II Pasar Gotong Royong, Senin (12/6/23).

Wattimena mengakui, komitmen tersebut telah diteken oleh kurang lebih 90 KK pada bulan Januari lalu, jauh sebelum musibah kebakaran terjadi, sehingga warga sebenarnya belum memiliki kesiapan yang cukup untuk mencari lokasi tempat tinggal yang baru.

Olehnya itu, kebijakan yang diambil untuk mengembalikan para pengungsi merupakan bentuk keprihatinan Pemkot terhadap warga.

“Saya berharap nantinya agar tempat tinggal tidak dibuat permanen, sehingga ketika lahan Pasar Gambus diambil alih sebagai aset Pemkot pada 1 Januari 2024, masyarakat tidak banyak terbebani dengan biaya, “tambahnya.

Menurut Wattimena selanjutnya, lahan pasar Gambus sesuai rencana akan dialihkan sebagai lahan parkir bagi truk yang bongkar muat di Pelabuhan Yos Sudarso.

“Selain itu mungkin ada area untuk pusat kuliner bagi para sopir truk atau masyarakat lainnya,” katanya.

Ditandaskan, musibah kebakaran yang terjadi pada 15 Mei 2023 lalu, tidak berpengaruh pada komitmen yang telah disepakati oleh Pemkot dan warga, sehingga masih ada waktu sekitar 6 (enam) bulan bagi para pengungsi untuk kembali menempati bekas rumahnya yang terbakar.

445 PPPK Terima SK Pengangkatan

0

Ambon, Maluku.news – Sebanyak 445 Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) diberikan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan, oleh Pj. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, pada Apel Pagi di Balai Kota, Senin (12/06/2023).

Dalam arahan singkat disampaikan, pengangkatan yang dilakukan hari ini merupakan perjuangan mereka yang membuahkan hasil. Sehingga dirinya patut memberikan apresiasi terhadap hal tersebut.

“Ini merupakan pergumulan teman-teman pegawai kontrak yang ada di jenjang pendidikan dan kesehatan yang telah terjawab,” ungkapnya.

Untuk diketahui, 445 PPPK dikalkulasi menjadi 308 tenaga pendidik, dan 137 tenaga kesehatan.

“Sebenarnya tenga pendidik yang lolos seleksi kemarin itu berjumlah 311 orang akan tetapi ada tiga orang yang mundur sehingga total keseluruhan menjadi 308 orang tenaga pendidik dan 137 tenaga kesehatan,” terangnya.

Wattimena berharap, setelah mendapatkan SK, PPPK mereka dapat menjalan tugas tanggung jawabnya, guna menyediakan layanan pendidikan dan kesehatan yang baik bagi masyarakat kota ini. Mengingat kedua bidang tersebut merupakan ujung tombak kerja nyata Pemkot Ambon.

“Saya menyampaikan selamat kepda Bapak Ibunsekalian yang telah diangkat secara resmi sebagai PPPK. Saya berharap dengan diangkatnya saudara sekalian akan berdampak pada peningkatan kinerja pelayanan yang dilakukan,” harap Wattimena.

Untuk diketahui, kegiatan penyerahan SK turut disaksikanbSekretaris Kota (Sekkot), Agus Ririmasse, Kepala OPD Lingkup Pemkot, Kade/Raja/Lurah serta seluruh ASN.

Raker dengan Komisi IV, Kemenag Maluku Pastikan Siap Berangkatkan JCH

0

Ambon, Maluku.news – Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku pastikan siap memberangkatkan 1.125 Jamaah Calon Haji (JCH) asal daerah itu guna menunaikan ibadah haji ke tanah suci.

Hal ini disampaikan Kepala Kemenag Maluku Muhamad Yamin saat menghadiri rapat kerja dengan Komisi IV DPRD setempat, Senin (12/06/2023).

Dijelaskan, sesuai dengan jadwal ibadah haji maka seluruh JCH Maluku akan dilepas, Selasa (13/6/2023).

“Pelepasannya besok 13 Juni 2023 dan untuk persiapan keberangkatan jamaah haji sudah 91 persen sedangkan untuk pelaksanaan ibadah haji sudah 99 persen,” ungkap Kakanwil.

Diakui, berbagai kesiapan untuk memastikan pelaksanaan ibadah haji berjalan maksimal telah dilakukan mulai dari vaksinasi Covid-19, persiapan paspor telah lengkap dan siap diberangkatkan.

Dikatakan, untuk jumlah JCH asal Maluku mengalami penambahan dari sebelumnya 1.069 orang menjadi 1.125 jamaah. Ini karena penambahan kuota haji bagi Indonesia.

Terkait dengan keberangkatan, Kakanwil menjelaskan JCH asal Maluku dibagi dalam tiga kloter yang diberangkatkan pada 15 – 16 Juni 2023 menumpang maskapai Lion Air.

“Semua jamaah haji dari 11 Kabupaten/Kota direncanakan terpusat kecuali Kota Ambon dan sesuai surat masuk asrama yang kita kirim itu tanggal 14 Juni tapi mungkin ada yang sudah masuk sedangkan untuk lokasi pelepasan ada dua tempat yakni pelataran Masjid Alfatah dan asmara haji,” pungkasnya.

DPRD Maluku Ragukan Kualitas Proyek Bangunan ICU/ICCU RSUD Haulussy Ambon

0

Ambon, Maluku.news – Proyek pembangunan gedung Bedah Sentral/Operasi Intensive Care Unit (ICU) atau Unit Peralatan dan Intensif Cardiac Care Unit (ICCU) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. M. Haulussy Kuda Mati Ambon diragukan kualitas pekerjaan bangunannya oleh DPRD Maluku.

Pembangunan gedung ICU-ICCU ini dikerjakan dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Pemerintah Pusat sebesar Rp45 miliar yang penandatangan kontrak pada tanggal 15 Juli tahun 2021 lalu.

Namun hingga saat ini belum juga selesai di kerjakan. Hal ini dikatakan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Maluku, Rovik Akbar Afifudin di Ambon, Senin (12/06/2023), saat melakukan pengawasan di RSUD Dr. M. Haulussi Kuda Mati Ambon.

Gedung ICU-ICCU ini kata Afifudin, ada beberapa perubahan perencanaan, dimana dari awalnya cuma rehab dan kemudian diperintahkan untuk dibongkar habis baru di bangun ulang.

Tentu itu jadi review ulang bangunan dan paskah sudah di kontrak.

Menurutnya, keterlambatan itu ada pada penyedia yang kontraknya agak lama. Terus dia jalan sampai di angka Rp31 miliar atau 75 persen bangunan ini sudah di putus kontrak.

Dan sisanya dilakukan di tahun berikutnya yaitu tahun 2022 .

“Ternyata ini kita lihat selain dari sisi estetikanya juga bangunan ini 4kurang baguslah, kualitasnya sangat jelek.” ujar Rovik.

“Ini rumah sakit tempat operasi, mungkin yang bagus-bagus lah. Dari kualitas kerjanya saya tidak tahu struktur dan konsumsi kualitas kerja jadi diragukan bangunan ini,” kesalnya.

Dikatakan, bangunan ini karena sering terjadi perubahan-perubahan, maka masih kurang Rp10 miliar yang juga belum bisa digunakan, karena masih diperlukan dana sampai Rp50 miliar untuk kebutuhan isi bangunan untuk tempat operasi dan lainnya.

Gubernur Maluku Murad Ismail Terima Tanda Jasa Satyalencana Wira Karya

0

Padang, Maluku.news – Dalam pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke XVI di Padang Sumatera Barat, Gubernur Maluku Drs. Murad Ismail menerima penganugerahan Satya Lencana Wirakarya di Bidang Pertanian dari Presiden RI dan diserahkan oleh Menteri Pertanian Prof. Dr. Sahrul Yasin Limpo, SH. MH, pada Sabtu (10/6/2023)

PENAS XVI tahun 2023 dibuka Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan dihadiri 14 Gubernur, 290 Kepala Daerah Kabupaten/Kota dan sekitar 29.000 orang kelompok tani nelayan dari seluruh Indonesia.

Turut hadir mendampingi Gubernur Maluku antara lain : Sekda Provinsi Maluku, Ketua TGUPP Maluku, Kepala OJK Provinsi Maluku, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Perikanan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Kepala Badan Penghubung Provinsi Maluku.

Sekretaris Daerah Maluku Ir. Sadali Ie, M.Si, IPU, dalam keterangannya mengatakan bahwa, penghargaan ini adalah bentuk Apresiasi Pemerintah terhadap kinerja dan terobosan Gubernur Maluku dalam mendukung Kebijakan Pemerintah Pusat khususnya pengendalian inflasi, pengembangan pangan lokal, dan diversifikasi pangan sebagai upaya langkah strategis Pemerintah Daerah dalam mengantisipasi krisis pangan global yang terjadi saat ini.

“Gubernur Maluku menerima penghargaan ini didasarkan atas penilaian Kementerian Pertanian terhadap gagasan dan kebijakan Gubernur Maluku dalam memajukan Pembangunan Pertanian” ujar Sekda.

Pembangunan yang dilakukan tersebut jelas Sekda antara lain:

Pertama, pengendalian inflasi pangan melalui gerakan tanam cabai dan bawang merah secara serentak di 11 kabupaten/kota dengan melibatkan para petani dan penyuluh yang pertama kali dilakukan di Provinsi Maluku.

kedua yakni, peningkatan ketahanan pangan daerah melalui gerakan tanam sukun varietas tengah-tengah secara serentak di 11 kabupaten/ kota yang merupakan khas Maluku.

ketiga yaitu, Peningkatan keanekaragaman pangan lokal melalui Sajian 521 Menu Olahan Sagu dan Mendapatkan Rekor Muri.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Ilham Tauda menyatakan bahwa, kebijakan pengendalian inflasi pangan melalui gerakan tanam cabai dan bawang merah ini telah berdampak pada penurunan inflasi pangan khususnya cabai, dimana pada triwulan II tahun 2022 inflasi cabai tercatat 74,43 % (yoy) dengan harga cabai Rp.120.000 per kg dan hingga triwulan IV tahun 2022 Deflasi -39,28 % ((yoy) dengan harga cabai Rp.80.000 per kg dan terus menurun hingga triwulan I tahun 2023 harga cabai tercatat Rp. 45.000 per kg.

Lebih lanjut Tauda menjelaskan bahwa gerakan tanam sukun khusus Varietas Sukun tengah-tengah telah ditetapkan dengan Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 22/Kpts/PV.240/D/I/2023 tentang pemberian tanda daftar varietas tanaman hortikultura sukun tengah-tengah.

Sedangkan untuk yang ketiga yaitu sagu, dimana merupakan pangan lokal potensial di Maluku dengan luas 36.500 hektar dan produksi per tahun 9.733 ton. Karena itu, atas gagasannya olahan sagu asal Maluku semakin berkembang dan telah dipasarkan hingga mancanegara.

Untuk diketahui penghargaan tersebut berdasarkan pada Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 29/TK/ TAHUN 2023, tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya, yang juga diterima oleh 11 Gubernur lainnya, dan disaksikan oleh 28.000 peserta Penas di Padang.

Dalam rangkaian PENAS XVI, Pemerintah Provinsi Maluku dan Kabupaten/Kota juga mengikuti Pameran Produk UMKM Hasil Pertanian dan Perikanan maupun inovasi pertanian serta jenis tanaman asli Maluku.

Jamin Kesinambungan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, Kemendagri Gelar Rakor bersama Penjabat Kepala Daerah

0

Jakarta, Maluku.news – Dalam upaya menjamin kesinambungan dan keselarasan penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama para Penjabat Pemerintah Daerah Se-Indonesia yang berlangsung di Gedung Kemendagri RI, Jumat (09/06/2023).

Rakor yang dibuka langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), M.Tito Karnavian tersebut dihadiri oleh Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena bersama Pj. Bupati SBB, Pj. Bupati Buru dan Pj. Bupati KKT serta 101 Penjabat Kepala Daerah se-Indonesia lainnya.

Dalam arahannya, Mendagri mengatakan, berdasarkan Undang-Undang, penunjukkan Penjabat Kepala Daerah merupakan bentuk penugasan untuk mengisi kekosongan jabatan pimpinan suatu daerah.

“Hal ini merupakan konsekuensi dari UU Nomor 10 Tahun 2016 yang mengamanatkan Pilkada Serentak 2024, dimana Kepala Daerah yang berakhir masa jabatannya sebelum tahun 2024 akan diganti dengan Penjabat,” terang Mendagri.

Mendagri menegaskan, para penjabat kepala daerah harus memiliki kinerja yang baik, mengingat penjabat bukanlah jabatan politik, melainkan diangkat dari struktural JPT dan JPT Pratama yang dianggap memiliki pengalaman dan pengetahuan tata kelola pemerintahan, administrasi keuangan, perencanaan anggaran serta penyusunan APBD yang baik.

Ditempat yang sama, Sekretaris Jenderal Kemendagri, Suhanjar Diantoro yang dalam arahannya juga mengingatkan kepada seluruh penjabat yang hadir untuk memberi perhatian terhadap lima isu straregis.
Salah satunya, adalah penguatan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).

“Jadi wajib untuk setiap Pemda menyampaikan informasi tentang pembangunan, keuangan, hingga informasi lainnya didalam pemerintahan melalui SIPD. Informasi-informasi tersebut kedepannya bukan hanya sebatas informasi dari daerah ke pusat dan sebaliknya, melainkan juga menghubungkan daerah dengan Kementerian dan Lembaga lain. Sistem ini dibangun untuk mempermudah tugas Pemda menuju birokrasi berkelas dunia. Sehingga, ini harus menjadi perhatian bagi para Pimpinan Daerah,” pinta Sekjen.

Sekjen juga berharap para pimpinan daerah untuk menerapkan serta membiasakan budaya kerja sesuai arahan Bapak Presiden kepada setiap ASN didaerah masing-masing.

“Terapkan budaya kerja berakhlak, budaya kerja berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif pada seriap ASN dan Non ASN didaerah masing-masing,” jelasnya.

Senada dengan itu, Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena dalam keterangannya kepada Tim Media Center Kota Ambon mengatakan, para Penjabat Kepala Daerah saat ini berada dalam ekspektasi yang tinggi dan menjadi role model atas penyelenggaraan pemerintahan di daerah.

“Kita (Penjabat Kepala daerah), punya kewenangan yang sama dengan kepala daerah definitif, meski ada beberapa yang dibatasi, namun bisa jika itu memenuhi syarat dan izin dari Kemendagri. Karena kita menjadi pejabat kepala daerah, kita tidak mengeluarkan uang dan sebagainya, maka dari itu kita tidak boleh terlibat dalam persoalan-persoalan hukum,
seperti terlibat dalam korupsi dan lainnya
itu yang diminta oleh pemerintah pusat dalam hal ini KPK,” jelasnya.

Dikatakan, Penjabat Kepala Daerah juga diminta mampu membawa perubahan yang siginifan, walaupun hanya memimpin dalam kurun waktu yang singkat.

“Kita juga diminta untuk menerapakan kebijakan-kebijakan strategi nasional di daerah masing-masing. Misalnya, stunting kemudian bagaimana kita melakukan inovasi didaerah, kita juga diminta untuk sering turun ke masyarakat. kita juga diminta untuk menindaklanjuti persoalan pegawai kontrak yang bertugas di Satpol PP, dan Damkar, serta OPD teknis lainnya,” paparnya.

Wattimena menambahkan, dalam rakor tersebut para penjabat diharapkan mampu melakukan pengelolaan keuangan daerah secara baik.

“Hal lain yang juga disampaikan adalah terkait administrasi kependudukan. Ini merupakan hal-hal umum yang selama ini sudah kita lakukan, tetapi ditegaskan lagi supaya semua kita tetap berada di jalur yang benar,” tandasnya.

Satpol PP Promal Gelar Jalan Santai dan Kerja Bakti

0

Ambon, Maluku.news – Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Maluku menggelar jalan santai sekaligus kerja bakti pada lokasi Pantai Losari Pasar Mardika Kota Ambon, pada Jumat (09/06/2023).

Untuk diketahui rute jalan santai dimulai dari Kantor Satpol PP Provinsi Maluku karang panjang, Puncak Bogor, Belakang Soya, Tanah Tinggi, Belakang Kantor Gubernur, dan Pantai Losari Mardika.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Maluku Drs. Titus F. L. Renwarin, M.Si, yang diikuti oleh Jajaran Pejabat Eselon 3 Dan 4 Lingkup Satpol PP, Lurah Honipopu, Lurah Uritetu Dan Perwakilan Kelurahan Rijali, ASN Lingkup Satpol PP, Dan Para Mahasiswa Kkn Unpatti.

Dalam kesempatan itu Renwarin mengucapkan terima kasih atas kolaborasi yang dilakukan ini, dan mengajak masyarakat untuk sama-sama menjaga kebersihan kota ini, sehingga masyarakat juga bisa secara langsung merasakan kehadiran dari pemerintah.

“Kita telah melaksanakan kerja bakti kurang lebih selama satu setengah jam, atas nama Satpol PP mengucapkan terima kasih kepada Kelurahan Uritetu, Honipopu dan Rijali, Mahasiswa KKN, dan masyarakat yang telah bekerjasama dengan kita.” Ungkap Renwarin.

Kasat pada kesempatan itu juga mengharapkan, agar melalui kolaborasi ini kiranya publik bisa tau bahwa Pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat.

“Mudah-mudahan, kerjasama ini kedepan tetap dijalani untuk menjaga dan merawat Kota Ambon yang kita cintai ini.” Ujarnya.

Sementara itu Novril Yusuf Lurah Honipopu, S.IP, M.Si, menyampaikan terima kasih kepada Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Maluku atas kepeduliannya di Kota Ambon khususnya di kelurahan honipopu, sehingga menjadi bersih, lebih indah dan lebih rapih.

Di tempat yang sama, Lurah Uritetu Saraswati Lasamahu,S.AB juga berterimakasih atas kepedulian Satpol PP terhadap lingkungan.

Perwakilan Kelurahan Rijali Nur Afni Ely, yang ada saat itu juga mengucapkan terimakasih dan sangat mensupport kegiatan kerja bakti dan jalan santai, yang membantu masyarakat dalam membersihkan lingkungan.

Pada kesempatan tersebut juga Kasatpol PP Provinsi Maluku turut menyerahkan bantuan sapu lidi dan tempat sampah dari Bank Maluku kepada ketiga Kelurahan.

Pemkot Ambon Akhirnya Tambah Armada Pengangkut Sampah

0

Ambon, Maluku.news – Setelah sekian lama Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon mengalami kesulitan dalam hal menangani sampah karena kurangnya armada pengangkut, kini boleh berlega hati.

Hal ini dikarenakan, Pemkot Ambon lewat Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) sudah menambah 3 (tiga) armada anyar.

Adapun penambahan 3 armada tersebut melalui kegiatan pengadaan 2 mobil pengangkut sampah yang dilakukan DLHP dan bantuan 1 unit mobil dari Pemerintah Belanda.

Kepala DLHP Kota Ambon, Alfredo Hehamahua kepada Tim Media Center menjelaskan, bantuan yang diberikan Pemerintah Belanda merupakan realisasi dari perjanjian kerjasama (MoU) antara Pemerintah Kota Ambon dan MVO Nederland (Sweepsmart)  yang dilakukan 2 tahun silam, medio tahun 2021,”ujarnya d Ambon, Jum’at (09/06/2023).

“Jadi satu unit mobil pengangkut sampah atau mobil compactor berkapasitas 5 ton ini merupakan realisasi dari kerjasama yang kita lakukan dua tahun lalu bersama Pemerintah Belanda lewat MVO Nederland Sweepsmart,” kata Kadis.

“Mobil ini memiliki kelebihan dibandingkan dengan mobil milik Pemkot, karena sudah dilengkapi dengan sistem teknologi pengangkut otomatis dimana sampah yang berada di TPS, bisa langsung dimasukkan ke dump dan di pres atau ditekan untuk selanjutnya dibawa ke TPS3R yang ada di TPA. Sehingga kadar muatan mobil tersebut dapat benar-benar maksimal,” beber Kadis.

Selain mobil, pihak MVO Nederland juga memberikan bantuan lain, yakni 5 TPS beserta perlengkapannya dan 1 unit TPS3R kepada Pemerintah Kota Ambon.

“Semua bantuan yang diberikan sudah tiba di Ambon, dan direncanakan baru akan diserahkan pihak pemberi bantuan kepada Pemerintah Kota Ambon pada tanggal 26 juni mendatang,” tambah Hehamahua.

Sebelumnya, lanjut Kadis, pada awal tahun 2023, lewat kegiatan pengadaan, DLHP juga menambah 2 unit armada dumptruck sampah yang pemanfaatannya untuk peremajaan mobil yang sudah berusia lanjut sekaligus menata jalur yang paling dibutuhkan untuk penanganannya.

“Semoga dengan adanya penambahan beberapa unit arnada pengangkut, dapat sangat membantu Pemkot dalam mengatasi permasalahan sampah. Kami berharap, masyarakat juga dapat membantu Pemkot dengan lebih teratur dalam hal waktu pembuangan serta lokasi pembuangan sampah yang tepat yang sudah disediakan Pemkot, demi kebersihan kota yang kita cintai ini,” demikian Kadis.

Upayakan Semua Desa/Negeri Jadi Desa Mandiri, Pj.Wali Kota Lakukan Hal Ini

0

Ambon, Maluku.news – Pj. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena dalam periode kepemimpinan tahun 2023-2024, akan berupaya meningkatkan Indeks Desa Membangun (IDM) pada Desa/Negeri yang ada di kota Ambon.

Wattimena saat pertemuan dengan pimpinan dan awak media, Rabu (07/06/2023) di Balai Kota, mengungkapkan, saat ini dari 30 Desa/negeri di kota Ambon, ada 15 yang IDM-nya berstatus Desa Mandiri, sementara 15 lainnya masih berstatus Desa Maju.

“Kita berupaya dalam satu kedepan, semua Desa/Negeri di kota Ambon dapat meningkat status IDM nya dari Desa Maju ke Desa Mandiri, sehingga ada dampaknya bagi kota ini,” katanya.

Dirinya menjelaskan, untuk mencapai hal itu, dirinya akan melakukan kunjungan ke semua Desa/negeri dan kelurahan, guna identifikasi hal-hal apa saja yang menjadi kekurangan agar dapat ditindaklanjuti.

“Kunjungan tersebut akan dilakukan rutin 2 (dua) kali dalam seminggu, untuk identifikasi kekurangan tiap Desa/Nergi agar dapat ditindaklanjuti, sehingga dalam penilaian IDM di akhir tahun atau awal tahun depan, semua desa/negeri telah berstatus Desa Mandiri,” bebernya.

Wattimena menambahkan, dalam kunjungan tersebut maka program Wali Kota Jumpa Rakyar (WAJAR) yang selama ini dilaksanakan di Balai Kota akan dipindahkan ke Desa/Negeri dan Kelurahan.

Sebab setelah dievaluasi selama setahun pelaksanaannya, jumlah masyarakat yang hadir dalam program ini tidak terlalu banyak, walau program ini telah diapresiasi sebagai program yang efektif dalam menggali aspirasi masyarakat.

“Mungkin saja banyak masyarakat yang enggan datang ke Balai Kota oleh sebab itu WAJAR akan kita pindahkan ke Desa/Negeri dan Kelurahan,” terangnya.

Ditandaskan Wattimena Kunjungan ke Desa/Negeri dan Kelurahan menjadi salah satu indikator dari kebijakan Prioritas pertama yang diusungnya, yakni Penguatan Koordinasi Dan Konsolidasi Dengan Pemerintah Desa/Negeri Dan Kelurahan.

Bertemu Pimpinan Media, Pj. Wali Kota Presentasikan 5 Kebijakan Prioritas

0

Ambon, Maluku.news – Bertemu dengan para pimpinan dan awak media di Balai Kota, Rabu (07/06/23), Pj.Wali Kota Bodewin M. Wattimena mempresentasikan 5 (lima) Kebijakan Prioritas yang diusungnya dalam periode kepemimpinan satu tahun kedepan.

“Kelima Kebijakan Prioritas ini kami rangkum dari 11 kebijakan periode sebelumnya, dimana ada beberapa yang sudah dapat dituntaskan, namun ada yang belum,’ ujar Wattimena didampingi Kepala Dinas Kominfosandi Kota Ambon, Joy Adriaansz.

Kelima kebijakan prioritas tersebut diantaranya Pertama; Penguatan Koordinasi dan Konsolidasi dengan Pemerintah Desa/Negeri dan keluarahan, kedua; Peningkatan Manajemen Kinerja Pemerintah, Peningkatan Pengelolaan Keuangan Daerah, Serta Optimalisasi Kualitas Pelayanan Publik, dan ketiga; Pengendalian Inflasi, Penurunan Stunting, Pengurangan Angka Kemiskinan, Sinkronisasi Pelaksanaan Program Nasional Dan Program Pemerintah Provinsi Maluku

Selanjutnya keempat; Pembangunan Dan Peningkatan Kualitas Infrastruktur Peningkatan Pengelolaan Persampahan Dan Kualitas Lingkungan Serta Pengembangan Dan Peningkatan Pengelolaan Pariwisata, kelima; Fasilitasi Pemilu Dan Pemilukada Tahun 2024 Serta Menjaga Netralitas ASN.

Wattimena menjelaskan, kelima kebijakan prioritas ini kemudian dibreakdown dengan indikator-indikator berupa hal-hal konkrit yang dikerjakan oleh jajarannya.

“Misalnya saja, untuk kebijakan Prioritas yang pertama, Pemkot akan melakukan kunjungan kerja rutin dua kali dalam seminggu ke semua Desa/Negeri dan kelurahan yang ada di kota ini,” terangnya.

Wattimena berharap media massa di Kota Ambon, terutama yang menjalin kerjasama dengan Pemkot, dapat menjadi pengawas eksternal dalam pelaksanaan 5 Kebijakan Prioritas dimaksud.

“Tentunya kami membutuhkan saran dan masukan dari pimpinan dan awak media dalam pelaksanaan, serta sosialisasi bagi seluruh masyarakat,” tandasnya.