Beranda blog Halaman 156

Jenazah Alm. Jamaludin Maulana Rolobessy, Tiba di Ambon

0

Ambon, Maluku.news – Setelah melalui berbagai proses administrasi dan teknis lainnya dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Moskow semenjak Almarhum Jamaludin Maulana Rolobessy meninggal pada Senin, 26 Juni 2023, serta berdasarkan arahan Gubernur Maluku Irjen. Pol (Purn.) Drs. Murad Ismail, kepada Sekda Maluku Ir. Sadali Ie, M.Si, IPU untuk mengambil Langkah cepat pemulangan almarhum, maka jenazah tiba di Ambon pada hari ini, Jumat (07/07/2023).

Sebelumnya, jenazah almarhum Jamaludin Maulana Rolobessy, tiba di Bandara Soekarno Hatta pada Kamis, 6 Juli 2023, pukul 22.15 WIB menggunakan Pesawat Emirates Airways EK-358 yang selanjutnya dilakukan serah terima dari pihak Kementerian Luar Negeri kepada Pemerintah Provinsi Maluku yang diwakili oleh Saiful Indra Patta Kepala Badan Penghubung Provinsi Maluku berdasarkan Berita Acara Serah Terima dari Kementerian Luar Negeri RI Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler No. BA/01388/PK.06/2023/66.

Dan pada hari ini, Jumat, 7 Juli 2023 pukul 09.30 WIB Jenazah diberangkatkan dari Jakarta ke Ambon dengan menggunakan pesawat Garuda GA-646 yang tiba di Bandara Pattimura Ambon sekitar pukul 15.44 WIT. Sedangkan untuk biaya pemulangan jenazah serta biaya tiket 2 orang keluarga selaku pendamping (orang tua dan paman) ke Ambon ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Maluku sesuai arahan Gubernur Maluku.

Untuk diketahui hadir dalam Serah Terima Jenazah Almarhum dari Pemerintah Daerah Provinsi Maluku kepada Keluarga yakni, Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan dr. Zulkarnaini,MS.Sp, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Maluku Drs. Titus F.L Renwarin, M.Si, Penjabat Kepala Pemerintahan Negeri Tial Hairudin Tuarita, pihak keluarga dan unsur berkpentingan lainnya.

Zulkarnaini pada kesempatan itu atas nama Pemerintah Daerah Provinsi Maluku, Gubernur Maluku dan Keluarga, serta Sekretaris Daerah Maluku mengucapkan turut berdukacita yang mendalam atas meninggalnya salah satu putra terbaik Maluku yang sedang berkuliah di Rusia.

“Kami turut berbelasungkawa sekaligus pada kesempatan ini turut, menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga untuk melaksanakan pemakaman.” Ujar Zulkarnain.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Kasatpol PP, yang bertanggungjawab dalam penjemputan dan penyerahan jenazah.

“Saya dan Bapak Staf Ahli Gubernur, mewakili Gubernur dan Istri, serta Sekda dan Istri, menyatakan turut berbelasungkawa sekaligus merasa kehilangan atas kepergian almarhum yang sementara studi di Moskow, kiranya keluarga diberikan ketabahan, dan kami akan berusaha melayani yang terbaik kepada pihak keluarga sampai perjalanan jenazah ke Negeri Tial.” Tambahnya.

Di tempat yang sama juga, selaku Penjabat Kepala Pemerintahan Negeri Tial, Tuarita, turut menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemerintah Provinsi Maluku yang telah memfasilitasi dan berkoordinasi dengan pihak keluarga, baik dari jenazah masih di Rusia, dan kepada KBRI yang berkoordinasi dengan kemenlu sehingga proses pemulangan jenazah dapat dilakukan.

“Kami juga menyampaikan terima kasih banyak kepada pihak Provinsi Maluku dan menerima dengan baik yang dilakukan oleh pemprov termasuk proses penyerahan jenazah dari Pemerintah Provinsi Maluku kepada pihak keluarga yang dilakukan hari ini.” Ungkap Tuarita.

Mewakili pihak keluarga, Paman Almarhum Jamaludin Maulana Rolobessy, Mohd. Djafar Polpoke, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Luar Negeri RI dan Pemerintah Daerah Maluku yang sudah membantu pemulangan jenazah anak kami, dan terima kasih juga kepada Gubernur Maluku Murad Ismail yang telah membantu untuk memfasilitasi pemulangan jenazah.

Sebagai informasi Almarhum Jamaludin Maulana Rolobessy tenggelam di Sungai Volga, kota Volgograd (970 Km dari Moskow) pada hari Senin, tanggal 26 Juni 2023. Kejadian tersebut dilaporkan sekitar pukul 15:30 waktu Moskow (19.30 WIB) oleh perwakilan mahasiswa Indonesia kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Moskow.

Almarhum adalah mahasiswa S1 Hubungan Internasional, Volgograd State, anak dari pasangan bapak Hairun Nasir dan Ibu Nurhidaya Tehumatena, yang berdomisili di Desa Tial, Kabupaten Maluku Tengah.

Filosofis Orlapey Adalah Tarian Pergaulan, Sebagai Wujud Keterbukaan Menyambut Tamu

0

Jakarta, Maluku.news – Secara filosofis Orlapey adalah tarian pergaulan, sebagai wujud keterbukaan menyambut tamu atau siapa saja yang datang, hal tersebut disampaikan Syaiful Indra Patta, Kepala Badan Penghubung Provinsi Maluku sebagai perwakilan Provinsi Maluku di salah satu stasiun TV Nasional pada program khusus “Bunga Khatulistiwa” dengan tema “Pengaruh Budaya Asing Dalam Kesenian Indonesia”, Jumat (07/07/2023) di Jakarta.

Patta menjelaskan bahwa akulturasi budaya Portugis dalam kesenian di Ambon dan Maluku pada umumnya, terutama dalam tarian kesenian Orlapey dipentaskan dalam menyambut tamu kehormatan. “Menurut literatur, tarian ini dilakukan dalan menyambut pembesar Portugis yang datang ke Ambon”, ungkapnya.

Konon Orlapey dipopulerkan oleh tentara-tentara Portugis dalam pesta-pesta rakyat, sehingga disaksikan warga Ambon. Kemudian dikembangkan secara turun-temurun dalam tradisi seni tari di Maluku.

Secara filosofis Orlapey adalah tarian pergaualan, sebagai wujud keterbukaan menyambut tamu atau siapa saja yang datang. Orlapey biasanya ditarikan berpasangan perempuan dan laki-laki, sehingga memiliki angka genap, lazimnya 8 penari. Gerakan khas tarian Orlapey adalah formasi kaki menyilang, yang dipentaskan secara berpasangan.

Selain Orlapey, ada juga tarian Katrejie, yang juga merupakan akulturasi budaya asing. Kedua tarian ini masih tetap lestari dalam tradisi kesenian masyarakat Maluku.

Patta berharap, kepada seluruh masyarakat Maluku untuk selalu memiliki rasa bangga dan perlu terus kita lestarikan seni dan budaya orang Maluku melalui berbagai event baik lokal, nasional maupun internasional sehingga dapat menarik semakin banyak orang datang ke Ambon dan Maluku, agar bisa menyaksikan panorama alam dan pertunjukan seninya di Maluku.

Patta menyampaikan apreseasi yang tinggi dari Gubernur Maluku, Bapak Murad Ismail kepada salah satu stasiun TV Nasional yang telah memberikan kesempatan kesenian Maluku dipentaskan dan dibahas dalam program “Bunga Khatulistiwa”, sehingga lebih memperkenalkan lagi budaya Maluku kepada khalayak,”pungkasnya.

Musisi Internasional Gelar Konser di Ambon

0

Ambon, Maluku.news – Kota Ambon kembali didatangi Musisi Internasional, Ashley Campbell yang menggelar konser di Auditorioum Universitas Pattimura (Unpatti) pada Jumat (07/06/2023).

Direktur Ambon Music Office (AMO), yang juga Focal Point Ambon City Of Music, Rony Loppies menjelaskan Penyanyi Country asal Amerika Serikat (AS) tersebut bersama band sebelumnya telah menggadakan pertunjukan di kampus Institut Agama
Kristen Negeri (IAKN) Ambon, pada Rabu (05/07/2023) kemarin.

“Saat ini Ashley dan Band tengah mempersiapkan konser di Auditorium Unpatti dengan loading peralatan,” ungkap Loppies ketika ditemui di Balai Kota, Kamis (6/7/23).

Menurutnya, Konser Ashley Campbell di Unpatti pada Jumat akan berlangsung selama 2 (dua) jam mulai pukul 15.00-17.00 WIT. Konser tersebut bisa disaksikan secara gratis oleh warga kota Ambon, dengan mendaftar terlebih dahulu.

Loppies mengakui, selain Ashley, konser itu juga juga akan diisi penampilan musisi lokal, salah satunya Band Kaihulu yang juga pernah diundang tampil dalam Festival Seni dan Budaya di Paduacah, Negara Bagian Kentucky, AS, beberapa waktu lalu.

“Jadi ini event luar biasa bertaraf internasional yang diatur oleh Unpatti lewat American Corner. Persiapan sudah sangat matang, bahkan dari pihak Konsulat Jenderal AS di Surabaya sudah bertemu dengan kami sehingga diharapkan semua proses berjalan dengan baik,” harapnya.

Loppies menandaskan, AMO sebagai representasi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon juga turut memfasilitasi kegiatan ini, dimanakan direncanakan Konser akan dibuka secara resmi oleh Pj. Wali Kota.

Gelar Operasi Pasar Setiap Hari, Pemkot Buka Kios Pengendali di Mardika

0

Ambon, Maluku.news – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon mulai Kamis (06/07/2023) akan melakukan operasi pasar setiap hari, sebagai upaya pengendalian harga barang.

Pj. Wali Kota, Bodewin M. Wattimena menjelaskan, operasi pasar dilakukan di Pasar Mardika dengan mendirikan tenda sebagai kios pengendali, yang menjual barang kebutuhan pokok untuk menjaga harga pasar.

“Sehingga masyarakat kalau mau beli beras Bulog tidak perlu ke gudang yang akan membutuhkan biaya transportasi mahal, cukup membeli di kios pengendali di Pasar Mardika,” ungkapnya usai menggelar rapat TPID dan stakehoder dalam rangka pengendalian inflasi, Kamis (06/07/2023) di Balai Kota.

Dikatakan Wattimena, di Kios Pengendali ini, Pemkot selain bekerjasama dengan Bulog dalam penjualan beras, juga bekerjasama dengan distributor serta para petani untuk menyediakan barang kebutuhan pokok bagi masyarakat.

Disamping itu, Pemkot juga akan tegas soal Harga Eceran Tertinggi (HET) Beras Bulog, dengan melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) bagi pelaku usaha yang menjual beras diatas HET yang ditetapkan.

“Yang lain kita akan fasilitasi petani untuk langsung membawa barang dagangannya ke kios pengendali karena kalau lewat mekanisme panjang, harga akan semakin mahal,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindag (Kadisperindag) Kota Ambon, Sirjhon Slarmanat membenarkan Kios Pengendali akan menggantikan operasi pasar yang selama ini dilaksanakan pada hari Senin dan Selasa, tiap minggu.

“Ini operasi pasar yang dilakukan secara rutin setiap hari, dimana sebelumnya hanya dilakukan Senin dan Selasa, namun untuk pengendalian inflasi yang cukup tinggi pada Bulan Mei – Juni ini, maka Pemkot melalui Dinas Perindag melakukan hal ini,” ujarnya.

Diakinya Untuk hari ini, Kios pengendali akan dipusatkan di Pasar Mardika sebagai pasar terbesar di Kota Ambon. Lokasi tepatnya dari Kios Pengendali ini ada di depan bank BCA, dengan Komoditi yang disiapkan antara lain 500 Kg Beras Bulog, 200 Ikat telur Ayam, Gula, Bawang Putih, bawang Merah dan Minyak Goreng.

Diharapkan, dengan adanya kios pengendali yang hadir setiap hari maka akan membantu dalam pengendalian harga serta memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Ambon

“Kedepan sayur hijau, sawi, cabai, kita kordinasikan untuk masuk di Kios Pengendali karena apabila stok di Kota Ambon sudah menurun, kita sudah antispasi dengan adanya kerjasama Kabupaten Maluku Tengah untuk ketersediaan stok,” pungkasnya.

Wattimena Ancam Penjarakan Pelaku Pungli

0

Ambon, Maluku.news – Pj. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menegaskan dirinya akan memenjarakan oknum yang mengatasnamanakan PT. Bumi Putra Timur (BPT) yang masih melaksanakan praktik pungutan liar (Pungli) pada Pasar Mardika, Kecamatan Sirimau.

“Apa urusannya kita dengan PT. BPT, coba katakan pada mereka untuk melakukan penghadangan terhadap kita (Pemerintah) lagi, saya pastikan dipenjara. Tidak ada yang bisa lawan kami, karena bekerja dengan aturan yang jelas,” tegas, Wattimena, yang ditemui usai mempin rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), di Balai Kota, Kamis (06/07/2023).

Untuk diketahui ketegasan Wattimena ini, lantaran adanya sebuah video yang beredar di Media Sosial, dimana salah satu oknum masyarakat yang mengatasnamakan dirinya sebagai anggota PT. BPT yang menghalang-halangi petugas dalam menagih retribusi Sampah

Dalam video tersebut tergambar oknum membentak staf pemerintah kota, bersama Satpol PP, dan Polri, yang sementara melakukan penarikan retribusi, dengan dalih lokasi tersebut merupakan wilayahnya.

Meski tanpa dasar yang jelas, Pemkot ujar Oknum tersebut harus melakukan koordinasi terlebih dahulu, apabila hendak menarik retribusi sampah di pasar Mardika yang diklaim merupakan wilayah kerjanya.

Dari video yang telah tersebar luas tersebut, Wattimena menegaskan penarikan retribusi di Pasar Mardika, hanya dilakukan oleh pihak Pemkot, melalui dinas terkait, kepada masyarakat termasuk Pedagang Mardika yang menghasilkan sampah setiap hari.

Penarikan Retribusi sampah, lanjutnya, untuk peningkatan PAD yang akan kembali digunakan untuk pengelolaan Sampah di Kota ini bagi kesejahteraan masyarakat.

“Saya tidak peduli oknum – oknum yang menghalang- halangi petugas, karena tidak ada organisasi yang bisa melawan pemerintah. Mereka ini merasa terganggu, karena Mardika adalah lahan pungli mereka,” bebernya.

Wattimena menegaskan, dalam hal ini, Pemkot akan dibantu stakeholder guna menjaga keamanan serta ketertiban dalam proses penagihan retribusi.

“Saya di backing Gubernur, Pangdam XVI Pattimura, Kapolda, dan seluruh Forkopimda. Kami sudah meminta aparat kepolisian untuk ikut bersama dalam melakukan penagihan,” pungkasnya.

Laksanakan Rakor Pengendalian Inflasi, Kemendagri Kunjungi Pemkot Ambon

0

Ambon, Maluku.news – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Tenaga Ahli Dirjen Otonomi Daerah (OTDA), Emeralda Ayu Kusuma, mengunjungi Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, guna melaksankan “Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID)” yang dilaksnakan di ruang rapat Vlisingen Balai Kota, Rabu, (04/07/2023).

Pj. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena yang ditemui usai rakor tersebut mengungkapkan, hasil evaluasi bersama Kemendagri dan stakeholder daerah, menunjukkan Pemkot telah berupaya dalam hal mengendalikan inflasi.

“Saya kira upaya Pemkot Ambon menurunkan inflasi terjadi setiap bulan. Kami melakukan langkah- langkah pengendalian. Namun bulan Mei – Juni ini, inflasi naik dikarenakan curah hujan tinggi, serta ombak, yang mengakibatkan nelayan tidak melaut, hasil panen cabai dan sayur-sayur busuk,” jelasnya.

Wattimena merinci, lima komuditas yang dominan memberikan andil sumbangan inflasi month to month (MtM) pada bulan Juni 2023 yakni tarif angkutan udara, beras, bahan bakar rumah tangga, cabai rawit, dan sawi hijau.

Selain barang pokok dan komiditi pasar tersebut, pemicu utama tingginya inflasi, adalah administrasi price yakni, kenaikan harga bensin, beras, rokok kretek, rokok filter, dan tukang bukan mandor, berdasarkan perhitungan inflasi Year on Year (YoY) Juni 2023.

“Mudah-mudahan bisa diturunkan kembali angka inflasi ini, tugas Pemkot menjaga ketersediaan stok barang kebutuhan pokok sehingga kenaikan harga tidak terlalu tinggi dan masyarakat dapat menjangkaunya,” tandasnya.

Senada, Tenaga Ahli Dirjen OTDA Kemendagri, Emeralda Ayu Kusuma membenarkan pernyataan Wattimena terkait dengan upaya-upaya yang telah dilaksanakan Pemkot guna menekan inflasi.

“Saya rasa upaya-upaya yang sudah dilakukan Pemkot cukup baik hanya saja perlu dioptimalkan lagi, serta lebih tepat sasaran, yang disertai dengan basis data akurat,” ungkapnya.

Oleh sebab itu point-point penting guna membantu Pemkot agar dapat menekan laju inflasi diperlukan, agar tidak terjadi kembali peningkatan yang membludak di daerah.

“Yang pertama, kerja sama antar daerah, kemudian kolaborasi dengan instansi vertikal, termasuk ketepatan dalam memprioritaskan program agar tepat manfaat, tepat guna, tepat sasaran, dan impactnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya.

Untuk diketahui, inflasi kota Ambon dengan perhitungan YoY meningkat dari 5,03 persen, Juni tahun lalu menjadi 6,1 persen pada Juni 2023. Angka tersebut berdasarkan hasil rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota.

Ini Penyebab Oknum Polisi Di Tanimbar Terancam Dipecat

0

Saumlaki, MALUKU.News – Citra Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali tercoreng dengan perilaku seorang oknum anggota berpangkat Brigadir polisi dua (Bripda) yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencabulan anak dibawah umur.

Bripda BJL dilaporkan oleh orang tua korban karena diduga mengajak korban S yang masih duduk di bangku kelas dua SMP untuk datang ke kamarnya pada saat jam sekolah, menyediakan minuman keras (miras) jenis sopi untuk diminum bersama dengan korban dan pacarnya, membiarkan korban disetubuhi oleh pacarnya hingga dia pun turut melakukan pencabulan dan upaya pemerkosaan dengan tipu dan rayunya.

Kepada media ini orang tua korban menuturkan, peristiwa ini terjadi di hari Sabtu (20/5/2023) sekitar pukul 10:45 WIT. BJL yang bertugas di satuan Sabhara Polres Kepulauan Tanimbar ini mengirim pesan WhatsApp kepada korban dan memanggil korban ke kontrakannya yang berada di seputaran pasar Omele, Sifnane, kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku.

BJL meminta korban untuk datang menemui SE. Diketahui, SE adalah pacar korban.

Saat di kamar milik BJL, SE menyetubuhi korban. Perbuatan SE ini diketahui oleh BJL. Karenanya, BJL pun beraksi lagi dengan tipu dayanya saat korban sudah disuguhi miras dan sedang mabuk.

“Saat itu, BJL menyuruh SE pergi membeli miras lagi dan menyuruh SE mengunci pintu kamar maupun pintu ruangan depan dari luar. BJL merayu korban dan memintanya untuk memutuskan hubungannya dengan SE, bahkan korban diajaknya untuk dinikahi,” kata sumber.

Saat SE pergi, BJL membaringkan badannya di samping korban dan memeluknya, mencium bibirnya, menindih korban dan meremas-remas payudara korban. BJL sempat berupaya membuka baju korban untuk melancarkan aksi bejatnya, namun korban yang tak berdaya itu merintih dan mendorong tubuh BJL sehingga terlepas dari pelukannya.

Tak hanya itu, saat korban muntah dan tak sadarkan diri, BJL melepaskan pakaian korban dan membersihkan tubuhnya disaat SE sedang pergi membeli miras.

“Korban mengaku takut dengan ancaman BJL saat meminta pulang ke rumahnya. BJL mengancam korban bahwa kalau korban kembali kerumahnya maka dia akan ikut dan menyeret korban kembali ke kamar kontrakanya” tutur sumber.

Keluarga korban juga geram karena sebagai aparat yang semestinya melindungi dan mengayomi masyarakat, BJL membiarkan korban disetubuhi SE berulang kali hingga keesokan harinya sekitar pukul 9:00 WIT barulah korban disuruh pulang ke rumahnya.

“Perbuatan ini berlebihan dan tidak manusiawi lagi. Semestinya sebagai seorang anggota Polri, dia tidak boleh mengajak korban datang ke kamar kostnya pada saat jam sekolah serta menyediakan miras dan menyuruh korban untuk mengonsumsinya, membiarkan SE menyetubuhi korban, hingga dia juga melakukan pencabulan dan upaya pemerkosaan dengan tipu dan rayunya,”kesal sumber.

Sumber menyebutkan, perbuatan yang tak terpuji BJL dan SE telah dilaporkan ke Mapolres Kepulauan Tanimbar dan meminta pimpinan Polri untuk memproses hukum para pelaku karena korban yang masih di bawah umur ini memiliki cita-cita untuk menggapai masa depan, serta memiliki hak untuk hidup dan berkembang sehingga harus dilindungi seperti layaknya anak-anak yang lain.

“Kami minta agar mereka diproses sesuai ketentuan yang berlaku dan dihukum dengan hukuman yang setimpal tanpa pandang bulu,”pintanya.

Kasat Reskrim Polres Kepulauan Tanimbar Iptu Handry Dwi Azhari menyatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan penyidikan terhadap para pelaku berdasarkan laporan polisi dan surat perintah penyidikan.

“Pada tanggal 13 Juni 2023 lalu, kami telah memulai penyidikan dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak sebagaimana dimaksud dalam pasal 81 ayat (1) dan atau ayat (2) UU nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan Perpu nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak juncto pasal 56 ayat 1 dan 2 KHUPidana” ujar Handri di ruang kerjanya, Rabu.

Menurutnya, kedua pelaku telah ditahan di ruang tahanan Polres Kepulauan Tanimbar dan menjalani pemeriksaan hingga berkas-berkasnya dinyatakan lengkap untuk diserahkan ke penyidik Kejaksaan Negeri setempat.

Dia menambahkan, kedua pelaku diancam hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara.

Upaya Tekan Inflasi, Tim TPID Kota Ambon dan Dirjen Otda Tinjau Pasar

0

Ambon, Maluku.news – Guna menekan angka inflasi, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon kerab melakukan berbagai upaya. Upaya tersebut antara lain dengan melakukan operasi pasar, peninjauan serta pengecekan stok barang beserta harga bahkan pembagian ikan secara gratis kepada masyarakat miskin.

Sebagaimana operasi pasar yang seringkali digelar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ambon beberapa minggu belakangan ini, peninjauan dan pengecekan stok barang dan harga jual yang dilakukan Pemkot Ambon.

Setelah menggelar rapat koordinasi, Rabu (05/07/2023), Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Ambon bersama Tenaga Ahli Direktorat Jenderal (Dirjen) Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri RI, Emeralda Ayu Kusuma dan para stakeholder, Tim TPID Kota Ambon melakukan peninjuan ke pasar mardika.

Kepada Tim Media Center yang turut mendampingi Tim saat melakukan peninjauan, Pj. Walikota Ambon, Bodewin Wattimena menjelaskan, peninjauan yang dilakukan bersama tenaga ahli Dirjen Otda dengan maksud untuk mengetahui secara langsung harga bahan atau barang yang ada di pasar.

“Jadi pagi tadi, kita sudah lakukan rapat bersama. Membahas upaya-upaya pengendalian inflasi di Kota Ambon. Saat ini, pihak Kemendagri ingin mengetahui langsung harga yang ada dipasar, sehingga kita turun lokasi untuk itu,”ujarnya.

Menurut Wattimena, baik Penjabat Walikota maupun Tim TPID menyadari sungguh adanya kenaikan-kenaikan harga pasar, namun demikian diharapkan kenaikan tersebut tidak lantas mempengaruhi daya beli masyarakat.

“Memang kenaikan harga itu terjadi, namun kita berharap hal tersebut tidak mempengaruhi daya beli masyarakat, karena pada prinsipnya, selama daya beli masyarakat itu tinggi, maka Kota Ambon dapat tetap menekan angka inflasi,” harapnya.

Wattimena mengaku, saat peninjauan didapati stok barang dan bahan yang cukup banyak, namun seringkali mekanisme pasar yang dihadapi yang menjadi penyebab tingginya harga barang maupun bahan dipasar.

“Stok yang kita dapati disini banyak. Telur banyak, cabe banyak, tapi kita diperhadapkan dengan mekanisme pasar yang tumbuh dengan sendirinya, ada pihak-pihak yang memperpanjang rantai pasokan. Hal itu yang menjadi salah satu penyebab peningkatan harga,” bebernya sembari menambahkan yang akan dilakukan adalah bagaimana memutuskan atau memperpendek rantai pasokan agar harga yang ada pada penjual tidak terlalu tinggi.

Ditempat yang sama, Tenaga Ahli Dirjen Otda Kemendagri, Emeralda Ayu Kusuma mengatakan kunjungan kepasar dilakukan untuk membuat sebuah perspektif yang lebih lengkap.

“Saat pertemuan tadi, Pak Pj. Walikota sudah menginformasikan langkah-langkah yang diambil untuk mengendalikan inflasi di Kota Ambon, kemudian kita on the spot untuk melihat secara langsung fluktuasi harga kemudian daya beli masyarakat serta stabilitas harga dipasar. Dengan demikian, kita bisa menilai efektifitas kebijakan yang diambil,” katanya.

Tak hanya peninjauan harga pasar, Tenaga Ahli Dirjen Otda didampingi Tim TPID Kota Ambon menyempatkan diri untuk melihat lokasi tempat pelaksanaan operasi pasar dan pasar murah.

“Hasil yang kita temui adalah harga-harga cukup stabil, bahkan beberapa komoditas juga sama dengan di Jawa yang artinya harga cukup bisa terkelolal dengan baik. Ini merupakan hasil kerja Tim yang baik dari Pak Penjabat dan Forkopimda bersama stakeholder lintas sektor. Hal inilah yang diharapkan dapat membuat kota berkembang lebih baik,” aku Emeralda.

Wagub Orno Hadiri Forum Infrastruktur Wilayah 2023 Maluku-Papua

0

Ambon, Maluku.news – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), pada Rabu (05/07/2023) menggelar Forum Insfrastruktur Wilayah 2023 Maluku – Papua (Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat), di bawah sorotan tema “Peran Infrastruktur Dasar dalam Mendukung Pengembangan Komoditas Unggulan Daerah”, yang berpusat di Swiss bel Hotel Ambon.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Maluku Drs. Barnabas Nathaniel Orno, yang dibuka secara virtual oleh Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Kementerian PPN/Bappenas Ervan Maksum, St, M.Sc.

Ervan dalam sambutan virtualnya menyampaikan, Forum ini baru pertama kali diselenggarakan pada tahun 2023 dan forum insfrastruktur wilayah Maluku-Papua merupakan forum ketiga yang diselenggarakan setelah forum infrastruktur wilayah Sumatera bagian Utara dan Forum Infrastruktur Wilayah Nusa Tenggara.

“Kami berharap forum infrastruktur wilayah akan dapat secara rutin diselenggarakan setiap tahunnya, secara substansial, dimana forum infrastruktur wilayah ini bertujuan untuk mendiskusikan ketersediaan infrastruktur dalam mendukung pengembangan komoditas unggulan dan mendiskusikan tantangan, kendala atau bottleneck dan kesenjangan atau gap, penyediaan infrastruktur dalam mendukung pengembangan komoditas unggulan daerah.” Ujarnya.

Ia berharap dalam forum infrastruktur wilayah Maluku Papua tahun 2023 ini, berbagai masukan terutama dari kalangan wirausahawan baik Kadin maupun Hipmi dapat membahas dan didiskusikan bersama, serta dijadikan kesepakatan bersama, tentang jenis-jenis infrastruktur strategis apa saja yang akan dibangun terlebih dahulu untuk Provinsi Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

“Bagi kami seluruh masukan yang dihasilkkan dari forum infrastruktur ini akan kami pergunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mempertajam perencanaan penyediaan infrastruktur kedepan.” Tutupnya.

Sementara itu dalam paparannya, Wagub menyampaikan kemiskinan yang terjadi di Maluku adalah kemiskinan struktural, dimana memiliki Sumber Daya Manusia dan Sumber Daya Alam tetapi tidak memiliki akses.

Ia berharap, Forum ini bisa memecahkan agar masyarakat kita tidak tertinggal.

“Saya berharap forum ini tidak menjadi forum rutinitas dan diharapkan betul-betul memberikan kontribusi bagi pengambilan keputusan di tingkat pusat.” Tutupnya.

Turut hadir juga pada kesempatan itu, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Proyek Infrastruktur Prioritas Nasional (P3IPN) Drs. Sumedi Andono Mulyo, Narasumber, Perwakilan Pemprov Kab/Kota Maluku Malut Papua Papua Barat, Akademisi, Para Pelaku Usaha, Ketua Kadin Daerah dan HIPMI se-Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat, Kementerian Lembaga, serta unsur lainnya baik secara daring maupun luring.

DPRD Maluku Umumkan Jabatan Murad – Orno Berakhir Desember 2023

0

Ambon, Maluku.news – Sekitar bulan September 2023 mendatang, DPRD Maluku sudah mulai melakukan proses pemberitahuan terkait akhir masa jabatan Gubernur-Wakil Gubernur, Murad Ismail-Barnabas Orno.

“Jadi sekitar bulan September DPRD sudah akan melakukan proses pemberitahuan akhir masa jabatan Gubernur,”ungkap Ketua DPRD Maluku, Benhur Watubun kepada wartawan di rumah rakyat, karang panjang, Ambon, selasa (05/07/2023).

Dikatakan, sesuai Undang-Undang nomor 10 tahun 2016 pasal 201 ayat 5 dijelaskan penetapan kepala daerah dan wakil kepala daerah yang penetapan 2018 akan berakhir pada 2023.

Mengacu hal tersebut, akhir masa jabatan kepala daerah paling lambat atau terakhir 31 Desember.

“Boleh lantik kapan saja, ketika ditetapkan 2018 maka 2023 selesai. Dan waktu 31 Desember waktu yang paling moderat atau waktu yang paling terakhir. Jadi sekali lagi saya mau bilang bahwa menteri, Gubernur, saya kita dipandu oleh UU bukan kita memandu UU,”tuturnya.

“Perhatikan pernyataan Pak Tito tidak menyinggung apa-apa, tapi sudah disampaikan memang lima tahun, dan sudah dilakukan proses gugatan di MK, karena soal pemotongan masa jabatan hanya diberlakukan satu kali saja, kecuali setiap tahun diberlakukan ulang, atau setiap periode diberlakukan ulang, kan satu kali saja, maka itu diterima oleh MK. Kan salah satu yang gugat bupati tobelo, dia kan sudah,”sambungnya.

Benhur juga mengaku tidak terlalu memikirkan hal itu, karena secara kelembagaan dirinya sudah mendapat arahan dari Kementerian Dalam Negeri.

“Ya karena itu kita sudah mendapat arahan, saya ini sudah lima enam kali mendapat arahan dari Depdagri, jadi tidak usah soal itu. Dan saya tidak mempersoalkan pernyataan menteri, mungkin menteri tidak dikasi suap dengan baik oleh aturan oleh stafnya,” pungkasnya.