Beranda blog Halaman 140

Wattimena Akan Batal Kerjasama Dengan Dirut CEC

0

Ambon, Maluku.news – Buntut penahanan Direktur Utama (Dirut) California Education Center (CEC), Ellyana, selaku pihak yang digandeng Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Ambon dalam pelatihan kandidiat program Bekerja di Luar negeri, Pj. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena mengancam akan membatalkan kerjasama dengan CEC.

“Sekiranya ada hal-hal tidak sesuai, tentu kerjasama dengan CEC akan kita batalkan,” kata Wattimena usai menghadiri kegiatan Pemerintah Provinsi Maluku di Kelurahan Nusaniwe, Jumat (25/8/2023).

Menurutnya, kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang menimpa Dirut CEC tidak ada kaitannya dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, sebab terjadi di tempat lain.

Selain itu, dari kota Ambon belum ada kandidat yang menyetor biaya sebesar Rp 85 Juta yang disyaratkan, termasuk untuk pelatihan oleh CEC. Otomatis dari kota Ambon, tidak ada yang menjadi korban.

“Sampai hari ini tidak ada korban dari kota Ambon,” singkatnya.

Berkaca dari kasus ini, Wattimena meminta Disnaker untuk lebih berhati-hati dan melihat track record, dalam melakukan kerjasama dengan pihak ketiga.

“Harus lebih hati-hati dalam kerjasama dengan pihak manapun, betul-betul harus lihat track record mereka,” tandasnya.

Ditemui terpisah, Kepala Disnaker Kota Ambon, Stiven Patty, mengatakan pihaknya akan lebih jeli untuk melakukan kerjasama dengan pihak ketiga agar tidak terjadi kejadian serupa.

“Kasus yang dialami oleh CEC, menjadi pengalaman bagi kami agar nantinya dievaluasi kembali kerjasama yang sudah terjalin ini. Dapat dipastikan kami juga akan merevisi SK kerjasama yang telah dibuat,” ungkap Patty, di Kantor Disnaker Kota Ambon, kawasan Passo.

Ditegaskannya, kerja sama awal yang terjalin antar pihaknya bersama dengan CEC hanya sebatas seleksi dan pelatihan, yang termasuk dalam biaya sebesar Rp. 85 Juta yang sempat menjadi polemik.

Olehnya itu, meski sudah ada kerjasama dengan pihak perbankan terkait bantuan pinjaman untuk lunasan biaya tersebut, namun belum ada kandidat yang melakukan pembayaran.

“Tidak ada yang membayar ke CEC. Kehadiran CEC di Ambon hanya untuk seleksi kandidat dan pelatihan sesuai kesepakatan bersama,” pungkasnya.

Sambut HUT Ke-448, Pemkot Ambon Gelar Rangkaian Perlombaan

0

Ambon, Maluku.news – Menyambut HUT Kota Ambon Ke-448 Pemerintah Kota Tahun 2023, menggelar rangkaian kegiatan yang bertemakan “Ambon Par Samua”. Berbagai kegiatan yang di selenggarakan termasuk Stand Up Comedy diikuti oleh perwakilan staf pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Jumat (25/08/2023).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Pj. Wali Kota, Bodewin M. Wattimena, yang didampingi Pj. Ketua TP-PKK, Lisa Wattimena, Ketua DWP, Hane Ririmasse, dan para pimpinan OPD lingkup Pemkot.

“Saya memberikan apresiasi kepada panitia pelaksana, TP- PKK kota, yang telah bekerja sama sehingga kegiatan ini telah terlaksana,” ujarnya.

Wattimena mengungkapkan, tema HUT kali ini “Ambon Par Samua” ini menjadi ciri khas untuk menghadirkan hiburan bagi kita semua. Tema ini menggambarkan inklusifitas, keberagaman dan kebersamaan, mencerminkan tekad kita untuk menjadikan kota ini aman bagi kita semua tanpa memperhatikan perbedaan.

“Dalam rangka merayakan HUT Kota, kami dengan senang hati menghadirkan hiburan yang akan membuat hari ini semakin berkesan. Dan akan hadir para komika berbakat untuk menghibur kita semu,” ungkapnya.

Dirinya meminta kepada seluruh ASN-Non ASN Lingkup Pemkot termasuk para komika agar tetap menjaga keberagaman antar masyarakat dengan tidak menjatuhkan satu dengan yang lain dan terus menjaga kerukunan guna menghadirkan Ambon yang baik ke depan.

“Saya mengajak kita semua untuk terus memupuk semangat toleransi menghargai keberagaman dengan semangat menjadikan Ambon bersama yang bukan hanya sebagai tema perayaan melainkan terus menginspirasi masyarakat kita demi masa depan yang baik,” pungkas Wattimena.

Untuk diketahui, yang memenangkan Stand Up Comedy tersebut adalah peserta yang berasal dari Dinas Perikanan, diikuti Dinas Perhubungan pada posisi kedua, dan juara ketiga diraih oleh Dinas Pemadam Kebakaran. Selain itu ada juga juara favorit yang dimenangkan oleh peserta asal DP3AMD.

Widya Sosialisasikan Stunting Bagi Asn Pppk Provinsi Dan Kab/Kota Se-maluku

0

Ambon, Maluku.news – Sebagai bentuk perhatian Pemerintah Provinsi Maluku terhadap Kesehatan dan tumbuh kembang anak, maka dilaksanakan Sosialisasi Stunting bagi Aparatur Sipil Negara Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Provinsi dan Kabupaten Kota se-Maluku Tahun 2023 oleh Duta Perangi Stunting Provinsi Maluku Widya Pratiwi Murad, yang berpusat di Gedung Islamic Center Ambon, pada Jumat (25/8/2023).

Dalam paparannya, Widya mengatakan, pengetahuan seorang ibu rata-rata di Maluku khususnya di Desa dan Dusun, tentang kesehatan diri, kesehatan lingkungan, serta konsumsi makanan sehat dan seimbang itu kadang-kadang mereka belum paham, sementara banyak sekali faktor yang menyebabkan adanya stunting.

“Tadi saya ke Kelurahan Nusaniwe, ada anak usia 2 tahun tapi beratnya 7kg, seharusnya beratnya 10 atau 11 kg, hal ini perlu diperhatikan, karena kalau anak-anak di Maluku banyak yang stunting, bagaimana kita bisa mempersiapkan generasi emas, generasi kedepan yang berkualitas, mampu bersaing dengan kecerdasannya, bersaing di tingkat nasional maupun internasional.” Ungkapnya.

Dirinya sebagai Duta Parenting, mengatakan bahwa stunting ini jadi tanggung jawab bersama, dan kepada basudara ASN PPPK hendaknya, menjadi agen-agen untuk lingkungan sekitar, setidaknya sudah tau stunting itu apa, dan ada kepedulian di lingkungan sekitar, jika ada yang stunting maka harus segera disampaikan atau dibawa ke puskesmas, karena jika didiamkan, maka banyak sekali anak-anak yang tidak bisa bersaing kedepan.

“Yang membuat saya senang turun langsung melihat lokus stuntin adalah dengan membawa program-program dari Pemerintah karena PKK adalah mitra kerja Pemda, sehingga berkolaborasi untuk menyelesaikan permasalahan stunting, seperti yang diketahui, stunting bisa dicegah dari usia remaja, 1000 hari pertama kehidupan dari hamil, melahirkan, menyusui, hingga anak berusia 2 tahun, dengan rajin ke posyandu, memberikan asi, dan ibunya harus mengonsumsi makanan sehat.” Terang Widya.

Widya merasa ini adalah saatnya, bersama-sama kita membantu Pemerintah Daerah untuk mempersiapkan generasi emas kedepan bagi anak-anak Maluku.

“Dengan kolaborasi berbagai pihak, maka prevalensi stunting yang awalnya 34,1% dan 2022 stunting sudah turun menjadi 26,1%, ini diketahui bahwa hasil tidak menghianati proses, jadi kita berproses, bekerja keras, kolaborasi dan intervensi langsung dengan Kabupaten Kota untuk perangi Stunting.” Jelasnya.

Widya berharap sosialisasi ini bisa memberikan wawasan untuk semua ASN PPPK dan menjadi komitmen daripada kita semua, untuk sama-sama perangi Stunting di Maluku.

Ia juga menyampaikan, kepada 1292 orang peserta sosialisasi, bahwa dengan perjuangan mereka bisa terpilih menjadi ASN PPPK, jadi mereka harus berkomitmen membantu Pemerintah dengan bekerja yang baik, serta menunjukan etos kerja dan kinerja yang baik. (Diskominfo Maluku)

Gubernur Harap ASN Dapat Berkontribusi Dalam Mempersiapkan Generasi Emas

0

Ambon, Maluku.news – Sebagai bentuk upaya Percepatan Penurunan Stunting, maka Pemerintah Provinsi Maluku menggelar Sosialisasi Stunting bagi Aparatur Sipil Negara Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Provinsi dan Kabupaten Kota se-Maluku Tahun 2023, yang bertempat di Islamic Center Ambon, Jumat (25/8/2023).

Rangkoratat saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Maluku Murad Ismail menyampaikan bahwa, atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, menyambut baik kegiatan Sosialisasi Stunting dalam rangka menurunkan pasien stunting di daerah ini.

“Saya juga tak lupa menyampaikan apresiasi, atas kerja keras Duta Parenting Provinsi Maluku, Mama Parenting Kabupaten/Kota, dan semua pihak yang terus berupaya melalui program-program nyata, strategis dan komprehensif guna menurunkan angka stunting di wilayah Maluku.” Ungkap Gubernur dalam sambutan tertulisnya.

Ia juga mengatakan bahwa Pembangunan bidang Kesehatan di Provinsi Maluku pada Dasarnya masih mengalami kendala dan permasalahan klasik, seperti kondisi geografis Maluku, terbatasnya sarana dan prasarana Kesehatan Masyarakat, terbatasnya sumber daya tenaga Kesehatan Masyarakat, rendahnya aksesibilitas Masyarakat terhadap fasilitas Kesehatan, serta rendahnya pemahaman dan kesadaran Masyarakat terhadap arti pentingnya Kesehatan dalam kehidupan, dimana hal ini menjadi tantangan bagi kita semua.

“Peningkatan derajat Kesehatan Masyarakat merupakan tanggungjawab seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, swasta, maupun Masyarakat, dengan demikian kita harus membangun sinergitas dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan peningkatan derajat Kesehatan di Provinsi Maluku.” Tambahnya.

Dirinya juga mengatakan, Upaya percepatan penurunan stunting ini, adalah melalui pendekatan multi sektor dengan melibatkan konvergensi para pihak di semua tingkatan.

“Sebagai ASN saya berharap saudara-saudara dapat berkontribusi dalam mempersiapkan generasi emas masa depan, saya juga meminta kepada para ASN untuk mendukung berbagai kebijakan program, yang terkait dengan kegiatan stunting, dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dan informasi, dalam mengkampanyekan program akselerasi penurunan prevalensi stunting di Maluku.”

Khusus kepada ASN dengan Perjanjian Kerja (PPPK), di Provinsi Maluku, Gubernur menegaskan beberapa hal :
1. Untuk PPPK yang menerima SK, tidak boleh mengajukan mutase atau pindah, sebab jika tetap mengajukan mutase, maka pegawai tersebut dianggap putus kontrak dan harus mengikuti tes ulang.
2. Masa hubungan perjanjian kerja PPPK, paling singkat 1 Tahun dan paling lama 5 Tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan penilaian pencapaian kinerja, kesesuaian kompetensi dan kebutuhan instansi setelah mendapat persetujuan PPPK
3. Instansi pemerintah wajib melaksanakan penegakan disiplin, terhadap PPPK, serta menjatuhkan hukuman disiplin bagi PPPK yang melakukan pelanggaran disiplin PPPK.
4. Penyerahan surat pernyataan melaksanakan tugas yang telah diserahkan kepada saudara-saudara sebagai PPPKm menunjukan secara nyata melaksanakan tugas dan wajib menaati dan mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Untuk diketahui pada kesempatan itu turut diserahkan Surat Perintah Melaksanakan Tugas (SPMT) PPPK kepada 1292 orang, yang diterima secara simbolis oleh Thomas H. Batmomolin dan Merly Supusepa.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi stunting, dengan narasumber Duta Parenting Provinsi Maluku Widya Pratiwi Murad dan Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku dr. Meikyal Pontoh. (Diskominfo Maluku)

Widya Launching Pojok Peduli TBC Stunting Mandiri di Kelurahan Nusaniwe

0

Ambon, Maluku.news – Duta Perangi Stunting (Parenting) Provinsi Maluku Widya Pratiwi Murad melaunching Pojok Peduli TBC-Stunting Mandiri Kelurahan Nusaniwe, Kecamatan Nusaniwe yang ditandai dengan pemukulan tifa, pada Jumat (25/8/2023), berpusat di Kawasan Amahusu Ambon.

Pada kesempatan itu dalam Laporannya, Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena, disadari sungguh tingkat penderita TBC dan Stunting di Ambon masih cukup tinggi, dimana data menunjukan bahwa sampai tahun 2022 tingkat kasus TBC masih cukup tinggi yaitu sebanyak 1331 penderita, dan jumlah kematian akibat TBC pada tahun 2022 sebanyak 37 kematian, bahkan sampai Juni 2023 sudah mencapai angka 18 kematian di kota ambon.

“Sementara untuk Stunting, Pemerintah Kota Ambon, terus berupaya untuk menurunkan angka prevalensi, yang berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia menunjukan tahun 2021 stunting berada pada angka 28,1%, dan di Tahun 2022 21,1%.” Jelasnya.

Oleh karena itu Penjabat Walikota Ambon ini, berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi, secara khusus kepada Gubernur dan Ketua TP-PKK, yang dalam selang waktu tidak terlalu lama telah melaunching untuk ke-3 kalinya Pojok Peduli TBC Stunting, yakni di Laha, Batu Merah, dan saat ini di Nusaniwe.

“Kita berharap semoga Allah SWT meridhoi kegiatan yang dilakukan ini, agar berdampak bagi peningkatan kualitas derajat Kesehatan di Kota Ambon, khususnya dalam penanganan TBC dan Stunting, supaya secara bersama kita ciptakan generasi muda Ambon yang berkualitas, yang bebas dari TBC dan Stunting, dan akan mendukung generasi muda prioritas Provinsi Maluku dan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.” Tutupnya.

Sementara itu dalam sambutannya Duta Parenting Provinsi Maluku menyampaikan, Stunting di Kota Ambon sudah turun menjadi 21,1%, ini merupakan upaya yang sangat luar biasa, sementara prevalensi stunting di Maluku 26,1%, masih 6,1% untuk memenuhi target 20% di Tahun 2024.

“Sesuai himbauan Presiden untuk menyiapkan generasi emas 2045, perlu penekanan angka stunting di seluruh Indonesia, jadi target prevalensi untuk tingkat nasional harus 14% pada tahun 2024.” Ujarnya.

Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama, kolaborasi, sinergi, dan kerjasama semua pihak agar di 11 Kabupaten Kota prevalensi stunting bisa menurun, sama halnya dengan TBC, yang merupakan salah satu penyakit mematikan, sehingga perlu mengedukasi tentang kedua hal ini kepada kader posyandu dan TP-PKK, untuk memenuhi target yang diharapkan.

“Masalah ini tidak bisa dikerjakan oleh Kepala Balai Paru sendiri, Walikota sendiri, Duta Parenting sendiri, hal ini butuh kerjasama dan gotong royong untuk Potong Pele Stunting dan TBC di Kota Ambon, Kalau Bukan Sekarang Kapan Lagi, Kalau Bukan Kita Siapa Lagi?!” Tegas Widya

Ia juga mengatakan bahwa, hal yang dilakukan Ini adalah salah satu upaya karena rasa cinta kasih Gubernur dan Penjabat Walikota, agar generasi kedepan terbebas dari TBC dan terbebas dari Stunting.

Hadir pada kesempatan itu Asisten III Sekda Maluku, Ketua Dharmawanita Persatuan Provinsi Maluku, Penjabat Ketua TP-PKK Kota Ambon, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Kepala Balai Kesehatan Paru Masyarakat, masyarakat Kelurahan Nusaniwe, kader TP-PKK dan Posyandu serta unsur lainnya. (Diskominfo Maluku)

Maluku Turunkan 13 Karateka di PON XXI

0

Ambon, Maluku.news – Sekretaris Kota (Sekkot) Agus Ririmasse memimpin 13 atlit karateka Maluku dalam mengikuti Babak Kualifikasi cabang olahraga Karate Pekan Olahraga Nasional (PON) Ke XXI yang digelar di Kota Banjar Baru, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), 25-27 Agustus 2023.

Saat dihubungi Tim Media Center, Ririmasse menjelaskan dirinya diutus oleh KONI Provinsi Maluku dan Federasi Karate-do Indonesia (FORKI) Maluku, sebagai Manajer Tim dalam ajang yang dibuka secara resmi oleh Ketua Umum PB FORKI Marsekal Jenderal TNI (Purn) Hadi Tjahyanto di GOR Rudy Resnawan, Jumat (25/08/2023).

Kontingen Maluku, lanjut Ririmasse, menerjunkan 13 Karateka, yakni enam putri dan tujuh putra yang siap bertarung merebut tiket ke PON XXI Tahun 2024 di Aceh- Sumatera Utara

Ke-13 atlet tersebut yakni Jein Watwahan di kategori Kata Perorangan putri, Nur Afni Soulissa (Kumite -50 kg putri), Elchi Toding Rante (Kumite-55 kg putri), Adelia Tuasikal (Kumite -61 kg putri), Chresya Poerdiman (Kumite -68 kg putri), Frisilya Terinate (Kumite +68 kg putri), Jacob Jonathan Beay (Kata Perorangan putra), Paulus Tuhuteru (Kumite-55 kg putra).

Kemudian Marchelino Kuhuparuw (Kumite -60 kg putra), Stevanus Ferdinandus (Kumite -67 kg putra), Lodewijk Umakpauny (Kumite -75 kg putra), Pieter Parinussa (Kumite -84 kg putra) dan Rian A.Risamena di kategori Kumite +84 kg putra.

“Tim karate Maluku untuk pra PON siap tempur merebut tiket PON di tahun depan dengan mengirimkan Karateka terbaik yang akan turun di sejumlah nomor unggulan,” ujar ketua Umum KONI Kota Ambon itu.

Ririmasse berharap timnya dapat meraih hasil maksimal sebab persiapan yang dilakukan sangat matang, yakni Training Center selama 3 (tiga) bulan di Ambon.

“Kepada masyarakat Maluku dan Kota Ambon, mari sama- sama kita berdoa dan dukung adik-adik, anak-anak kita ini agar mereka bisa tampilkan yang terbaik di hari pertama dan hari-hari selanjutnya hingga masuk babak final dan meraih tiket PON,” pungkasnya.

Widya Ismail Apresiasi Gelar Expo Hasil Kerajinan Siswa-Siswi SMK

0

Ambon, Maluku.news – Dalam semarak Peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia dan Provinsi Maluku ke-78 Tahun 2023, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku menyelenggarakan Kegiatan Expo Hasil Kerajinan Siswa/Siswi SMK se-Provinsi Maluku, yang bertempat di Lapangan Merdeka Ambon, pada Kamis (24/8/2023).

Widya dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan memberikan apresiasi, atas nama pribadi dan selaku Ketua Dekranasda provinsi Maluku, kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang telah menyelenggarakan kegiatan expo hasil kerajinan siswa/siswi SMK Se-Provinsi Maluku.

“Berlahan tapi pasti pasca pandemic Covid-19 kondisi perekonomian Provinsi Maluku, telah kembali bangkit yang didukung oleh dunia industri dan dunia usaha yang tumbuh semakin kuat, termasuk pelaku ekonomi kreatif dan pendidikan vokasi kita yang semakin berkualitas.” Jelasnya.

Hal ini, ungkap Widya sejalan dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 68 tahun 2022 tentang revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi, yang bertujuan untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten, produktif dan berdaya saing untuk menyongsong Indonesia Emas tahun 2045.

“Atas dasar itulah maka Pemerintah Provinsi Maluku berkomitmen penuh, untuk mendukung kegiatan-kegiatan yang dapat mempercepat peningkatan dan pengembangan produk, serta promosi produk, dari satuaan Pendidikan Vokasi kita yakni SMK, dimana salah satunya adalah expo produk SMK tahun 2023 yang saat ini kita laksanakan.” Tambahnya.

Ketua Dekranasda Provinsi Maluku ini, mengatakan bahwa Event yang diselenggarakan, merupakan pameran produk Expo hasil Kerjasama siswa/siswi SMK dalam berbagai bidang keahlian termasuk dalam mendukung ekonomi kreatif.

“Untuk itu melalui event expo produk SMK ini kami berharap, produk-produk kreatifitas siswa/siswi SMK makin dikenal oleh masyarakat luas, dan memberikan keyakinan kepada dunia industri dan dunia kerja akan talenta dan kualitas siswa SMK, sekaligus menyediakan dan menyiapkan lapangan kerja ketika siswa/siswi SMK lulus nantinya.” Harapnya.

Dirinya optimis event ini akan dapat meningkatkan kreativitas dan daya saing, membangun jiwa-jiwa kewirausahaan, serta rasa percaya diri pada siswa/siswi SMK.

“Dan tak lupa kami ingin menyampaikan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada semua pihak yang terlibat dan berkolaborasi dalam penyelenggaraan event ini, khususnya panitia, guru, Pembina, siswa/siswi dan kepala satuan Pembina SMK di seluruh Maluku serta dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku.” Ungkapnya.

Ia berharap mudah-mudahan kerja keras ini berbuah hasil, yang tentunya sukses dan berjalan lancar.

“Perlu bapak ibu ketahui dan khusus kepada guru dan kepala SMK di Maluku, kami Dekranasda ada beberapa stan dan galeri yang saya rasa produk-produk dari hasil kreativitas siswa/siswi SMK ini bisa dititipkan di galeri Dekranasda yang ada di Belakang Soya dan di Bandara Pattimura.” Terangnya.

Jadi, Widya mengatakan tidak hanya pada saat event-event saja baru berproduksi, tapi kalau siswa siswi ini bisa konsisten sehingga menjadi income, yang tentu menjadi kebanggaan.

“Sehingga apabila lulus belum mendapatkan pekerjaan, setidaknya sudah memiliki income yang dititipkan di galeri Dekranasda, dan kami PKK juga siap membantu menyalurkan dan mempromosikan produk UMKM khususnya siswa/siswi SMK ini dapat terus berjalan kontinyu dan konsisten untuk berporduksi.” Tutupnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan stand oleh Gubernur Maluku didampingi Ketua Dekranasda, beserta rombongan. (Diskominfo Maluku)

Juarai Turnament E-sport, Gubernur Serahkan Trophy Dan Biaya Pembinaan

0

Ambon, Maluku.news – Masih dalam suasana peringatan HUT Republik Indonesia dan Provinsi Maluku ke-78 Tahun, Pemerintah Provinsi Maluku bekerjasama dengan Pengurus E-Sports Seluruh Indonesia Maluku, menggelar Turnamen Esports Freefire Gubernur Maluku Cup 2023, yang berpusat di Islamic Center Ambon.

Turnamen tersebut telah berlangsung selama 5 hari, dimana pada babak kualifikasi dilakukan secara online pada tanggal 17-19 Agustus 2023, dan lomba offline pada 23-24 Agustus 2023, dimana pada hari ini Kamis (24/8/2023) merupakan babak Grand Final.

Kabinda dalam laporannya mengatakan bahwa, turnamen ini merupakan event Esport Tingkat Provinsi yang pertama kali dilakukan dan diikuti oleh 312 peserta yang tergabung dalam 78 tim asal Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur, Buru, Kota Tual, Maluku Tenggara, dan Kabupaten Halmahera Barat Provinsi Maluku Utara.

“Melalui turnamen ini semoga dapat menghasilkan atlet-atlet berbakat yang dapat mewakili Provinsi Maluku di tingkat nasional maupun internasional.” Harapnya.

Ia juga mengatakan, event ini menjadi salah satu kesempatan bagi para atlet muda dan ajang try out atlet esport, yang akan mewakili Provinsi Maluku dalam Pekan Olahraga Nasional Tahun 2024 di Sumatera Utara dan Aceh.

“Event yang dilakukan ini selain sebagai sarana silaturahmi dan kompetisi, juga disiapkan hadiah berupa uang pembinaan, piagam penghargaan dan piala bergilir Gubernur Maluku yang akan dipertandingkan setiap tahunnya, dan menjadi kalender tahunan ESI Provinsi Maluku.” Terangnya.

Pada kesempatan itu juga, Anton atas nama pengurus esport dan panitia penyelenggara, menyampaikan terimakasih sebesar-besarnnya kepada Gubernur Maluku yang telah memberikan perhatian yang luar biasa untuk kemajuan Esport dan berkenan menyaksikan match terakhir Grandfinal, sekaligus menutup dan memberikan piala kepada Tim Terbaik dan Pemain Terbaik The Predator pada turnamen ini.

Sementara itu dalam sambutannya, Gubernur atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, sekaligus Ketua KONI Provinsi Maluku, memberikan apresiasi yang luar biasa kepada panitia penyelenggara turnamen.

“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya kita dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas kompetens maupun kompetisi Esport di wilayah Maluku, baik dari segi teknik maupun kemampuan lainnya, sehingga kedepan Maluku dapat memiliki atlet-atlet esport yang unggul menuju Maluku bisa.” Ungkapnya.

Apresiasi dan penghargaan yang sama juga, Ia sampaikan kepada para peserta yang telah menjunjung tinggi sportifitas dalam melaksanakan pertandingan ini.

“Selamat kepada para juara di turnamen ini, dan yang belum memperoleh predikat juara janganlah kecewa, teruslah berlatih, jadikan ini sebagai motivasi untuk lebih berprestasi di masa-masa yang akan datang.” Ujar Gubernur.

Kepada pengurus Esport Provinsi Maluku, Ketua Koni Maluku ini berharap agar, terus mengoptimalkan potensi SDM yang ada di daerah ini melalui berbagai inovasi, dengan melakukan turnamen secara berjenjang mulai dengan tingkat Kabupaten Kota, hingga provinsi sebagai bekal para atlet untuk bertanding pada level nasional hingga internasional.

Untuk diketahui pada turnamen tersebut keluar sebagai Juara I Tim Extrada La yang menerima Piala + Sertifikat + Biaya Pembinaan Rp. 10.000.000, Juara II Tim Betaracer Of yang menerima Piala + Sertifikat + Biaya Pembinaan Rp. 8.000.000, dan Juara III Tim Seylga yang menerima Piala + Sertifikat + Biaya Pembinaan Rp. 6.000.000. (Diskominfo)

Pj. Wali Kota, Penguatan Kapasitas Pencegahan Dini dan Penanganan Konflik

0

Ambon, Maluku.news – Kota Ambon sebagai ibukota provinsi Maluku telah tumbuh menjadi pusat perekonomian, pusat pendidikan, dan pusat pemerintahan. Hal ini telah menarik keinginan banyak orang dari luar Ambon untuk datang dan menetap di kota ini.

Demikian disampaikan Pj. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena dalam sambutan ketika membuka kegiatan Penguatan Kapasitas Pencegahan Dini dan Penanganan Konflik Kota Ambon tahun 2023, yang digelar Badan Kesbangpol Kota Ambon, Rabu (23/8/2023).

“Dengan jumlah penduduk yang semakin meningkat, yakni lebih dari 350 ribu jiwa dan terdiri dari masyarakat heterongen, maka akan menjadi potensi sekaligus tantangan. Sebab, konflik selalu menjadi bagian hidup manusia bersosial dan berpolitik,” ujarnya.

Menurut Wattimena dengan jumlah penduduk yang begitu besar, maka beban sosial akan semakin berat, demikian juga tanggungjawab perekonomian serta pemenuhan hidup masyarakat, yang menimbulkan kerawanan konflik.

“Tantangan kita cukup besar, perbedaan suku, agama, ras yang harus kita kelola dengan baik. Soal agama kita sudah tuntas, namun suku, dan wilayah tempat tinggal masih menjadi kerawanan,” ungkapnya.

Pemkot, lanjutnya, dalam peringatan HUT ke-448, pada 7 September mendatang mengangkat tema “Ambon Par Samua” guna membangun kesadaran dan tanggungjawab masyarakat sebagai bagian integral untuk menjaga kota ini, dari berbagai potensi konflik.

Sejalan dengan itu, upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dilakukan dengan beberapa cara yakni, pertama; melakukan komunikasi dan koordinasi dengan unsur forkopimda dan stakeholder lainnya untuk mendeteksi kemungkinan konflik yang terjadi. Kedua; penguatan peran peran tokoh agama dan tokoh masyarakat, ketiga; meningkatkan pendidikan politik masyarakat, lewat sosialisasi, peningkatan kapasitas, bimbingan teknis dan lain sebagainya, serta keempat; optimalisasi dan harmonisiasi sosial.

“Dengan peningkatan kapasitas ini, diharapkan adanya kesadaran bersama, orang-orang mengerti dan memahami tetang hidup dalam keberagaman, toleransi, moderasi beragama, untuk terus menjaga situasi dan kondisi bahkan membina masyarakat menghindari hal-hal yang tidak baik, berita hoax, radikalisme, terorisme, dan unjuk rasa yang disetting oleh pihak tertentu,” bebernya.

Wattimena berharap dukungan semua pihak untuk mencipatakan stabilitas keamanan yang kondusif, sehingga Pemkot dapat berkonsentrasi dalam pembangunan untuk membenahi dan melakukan perbaikan terhadap hal-hal yang masih kurang di kota ini.

Untuk diketahui, peserta kegiatan Penguatan Kapasitas Pencegahan Dini dan Penanganan Konflik Kota Ambon Tahun 2023, adalah perwakilan dari masing-masing Desa, Negeri, kelurahan se-kota Ambon yang tergabung dalam Agen Kesbangpol Kota Ambon serta Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) yang dilantik oleh Pj. Wali Kota Ambon beberapa waktu lalu.

BMKG Jadikan Ambon Pilot Project FGD Akibat Sering Terjadi Bencana

0

Ambon, Maluku.news – Kota Ambon, dijadikan pilot project pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) “Penyusunan Matrix Risiko Bencana Banjir dan Tanah Longsor dalam Implementasi Impacta Abses Forecast and Warning Services di Kota Ambon”, oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat, yang dilaksanakan pada Ruang Rapat Vlisingen Balai Kota, Rabu (23/08/2023).

Wattimena, memberikan ungkapan terimakasih karena kota ini dijadikan tempat pertama kali pelaksanaan setiap giat penting yang diselenggarakan oleh BMKG, yang mana sebelum pelaksnaan giat hari ini, telah dilaksanakan susunan rencana kontigensi Bencana Alam Tsunami dengan melibatkan Desa Galala dan Negeri Hative Kecil.

“Saya sangat berterimakasih kepada BMKG, beberapa kegiatan dilakukan bersama, dan kota Ambon dijadikan tempat penyelenggaraannya kami benar-benar sangat bersyukur,” tuturnya.

Wattimena berharap sinergutas antara pihak Pemkot dan BMKG terus terjali dengan baik guna memberi rasa aman kepada warga kota ini dalam mengahadapi setiap bencana alam yang terjadi.

“Sinergitas ini harus terus dijaga sampai ke masyarakat karena mereka sangat membutuhkan informasi terkait dengan dampak cuaca yang akan dialami. Dengan kerja sama yang baik akan terwujud kota yang siap menghadapi bencana,” tandas, Wattimena.

Hal yang sama yang diungkapkan oleh, Plt. Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Pusat, Andri Ramadani. Katanya Kota Ambon, dijadikan sebagai pilot project guna mengimplementasi penyusunan Matrix risiko bencana banjir dan tanah longsor.

“Kalau saya bilang ini pertama kali, pilot project kita. Kedepan ini sebagai strategi, informasi cuaca nantinya akan dibarengi dengan dampak dari cuaca tersebut,” katanya.

Sehingga, dirinya berharap melalui kegiatan ini peserta dapat menyusun langkah kongkrit terkait dengan penyusunan Matrix resiko bencana banjir dan tanah longsor yang tentunya berguna bagi warga kota ini.

“Kami harap tersusun langkah kongkrit terkait sesuai dengan judul tersebut Matrix Risiko Banjir dan ini akan diaplikasikan juga pada wilayah-wilayah lain. Para peserta diharapkan dapat mengikuti seluruh rangkaian sesi dengan baik sehingga bermanfaat bagi kita semua,” harap Andri.