BerandaHeadlineKetua Presidium DPC PMKRI Ambon Minta Dampingan Agar Tak Melenceng Dari Kekatolikan

Ketua Presidium DPC PMKRI Ambon Minta Dampingan Agar Tak Melenceng Dari Kekatolikan

AmbonNews.com – Menyadari dirinya berasal dari Gereja Protestan Maluku (GPM) namun dipercaya menjadi Ketua Presidium DPC PMKRI Cabang Ambon, Maikel Alfa Jaftoran memohon pendampingan semua elemen Katolik agar dirinya tidak melenceng dari nilai-nilai kekatolikan. Hal itu disampaikan ketika menyampaikan sambutan perdana, usai dilantik Pastor Igo Refo Pr sebagai Mandataris, Formatur Tunggal, Ketua Presidium DPC PMKRI Cabang Ambon Periode 2026-2027 di Aula Seminari Tinggi Sanctus Fransiscus Xaverius Ambon, Sabtu (19/9/2026).

Alfa memohon Uskup Amboina Monsenyur Seno Ngutra Projo, Moderator PMKRI Pastor Lucky Kelwulan Projo, Pastor Igo Refo Projo dan seluruh pastor, para senior PMKRI, Pemuda Katolik, Ikatan Sarjana Katolik Indonesia, Wanita Katolik Republik Indonesia, Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia dan semua semua elemen agar bisa berjalanlah bersama.

“Saya mohon pendampingan segenap kader, DPC, para senior, penasihat awam di dewan pertimbangan, dan terutama pastor moderator sebagai penasihat rohani, wali gereja, supaya saya jangan salah terutama agar PMKRI tetap tegak lurus, kokoh, kuat, tangguh dalam prinsip-prinsip kekatolikan. Tegurlah kami kalau kami salah. Biarlah kita terus berjalan bersama supaya kita menjadi satu saja, seperti doa Yesus sendiri: Ut Omnes Unum Sint,” pinta Maikel Alfa Jaftoran.

Pastor Igo Refo Pr dalam sambutannya menyatakan, dirinya percaya meskipun Alfa seorang kader dari Gereja Protestan Maluku, namun sanggup memimpin PMKRI dan menjaga nilai-nilai kekatolikan.

“Saya percaya Alfa bisa menjaga nilai kekatolikan. Kalau ada yang perlu diperjuangkan, tetap bangun komunikasi agar tidak bertentangan dengan ajaran sosial gereja,” kata Pastor Igo Refo.

Dalam kepemimpinannya setahun ke depan, Alfa mengaku tidak tahu, apa yang terjadi pada hari-hari esok, baik secara internal PMKRI,, kehidupan bergereja, bermasyarakat, dan bernegara. Apalagi, dengan mata telanjang, semua bisa lihat, terlalu banyak persoalan di republik ini seperti korupsi, kolusi, nepotisme, perampasan ruang hidup masyarakat adat, kerusakan lingkungan, konflik sosial, kemiskinan, dan segala bentuk kejahatan dan penderitaaan.

“Bagaimanapun, itulah medan kita, padang kita, ladang kita. Di dalam situasi inilah kita tetap harus saling membina untuk berjuang tanpa takut, sebagaimana Santo Fransiskus Xaverius Pelindung PMKRI Cabang Ambon yang dari jauh, datang ke Maluku di ujung dunia, berhadapan dengan penduduk asli yang masih barbar, membunuh pakai racun, tetapi ia tidak takut,” pungkas Alfa Jaftoran.

RELATED ARTICLES
Google search engine
Google search engine

Most Popular

Recent Comments