Ambon, Maluku.News -Dalam suasana Perayaan HUT ke-91 Gereja Protestan Maluku (GPM) dan HUT ke-451 Kota Ambon, para anggota Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ambon “Sanctus Fransiscus Xaverius” memilih Maikel Alfa Jaftoran sebagai Mandataris Rapat Umum Anggota/Formatur Tunggal/Ketua Presidium DPC PMKRI Cabang Ambon Periode 2026-2027. Hasil ini menjadi catatan sejarah tersendiri sebab sejak berdiri tahun 1963, baru pertama kali PMKRI di Kota Manise ini dipimpin kader dari Gereja Protestan.
Maikel Alfa Jaftoran terpilih dalam Rapat Umum Anggota (RUA) PMKRI Cabang Ambon yang berlangsung di Gereja Kampus Universitas Pattimura, 7-8 September 2026. Alfa meraih 14 suara, unggul atas calon lainnya Joses Edberg Hanubun dari Komisariat Eksakta yang meraih 10 suara.
Dengan demikian Alfa menggantikan Ketua Presidium Periode 2024-2026 Philipus J. Renyaan. Hasil ini pun menjadi rekor tersendiri bagi Komisariat Fakultas Hukum Unpatti sebab tiga periode berturut-turut, kader komisariat ini menjadi Ketua Presidium yakni Christian A. D. Rettob, Philipus J. Renyaan, dan kini Maikel Alfa Jaftoran.
Maikel Alfa Jaftoran adalah anggota biasa PMKRI Cabang Ambon dari Komisariat Fakultas Hukum Universitas Pattimura. Dia pernah duduk sebagai Anggota Presidium Gerak Kemasyarakatan (Germas) DPC PMKRI Cabang Ambon periode 2024-2026. Pada Kongres Nasional dan Sidang Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) di Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Agustus lalu, Maikel Alfa Jaftoran menjadi Ketua Delegasi PMKRI Ambon. Delegasi yang dipimpinnya berhasil memperjuangkan kader Ambon Christian A. D. Rettob menjadi Ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI Periode 2026-2028.
Kehadiran kader GPM di PMKRI Ambon bukan hal baru. Dalam catatan sejarah PMKRI Ambon, ketika didirikan tahun 1963, syarat menjadi sebuah cabang adalah mempunyai minimal 15 anggota mula-mula. Pada saat itu, jumlah mahasiswa Katolik sangat langka. Sebab itu, anggatan pendiri seperti Benny V. Lengkong, J. H. Letsoin, Edo Rettob, dkk kemudian meminta kesediaan mahasiswa dari GPM untuk ikut menjadi anggota mula-mula. Lebih dari 20 mahasiswa GPM ikut bergabung sehingga Ambon memenuhi syarat menjadi sebuah cabang baru, yang disahkan dalam Kongres dan MPA di Surabaya, Desember 1963.
“Saya ingin memperlihatkan kepada semua orang bahwa kader Protestan juga bisa menjadi anggota PMKRI yang punya hak-hak, dan juga dapat dipilih menjadi pemimpin di PMKRI,” kata Alfa seusai pemilihan.
Ketua Presidium Demisioner Philipus J. Renyaan menyambut baik hasil RUA PMKRI Cabang Ambon. Dia menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada anggota-anggota PMKRI atas hasil pemilihan mandataris baru.
“Terima kasih semua kader Katolik yang telah percayakan kader Protestan menjadi pengganti saya,” ujar Philipus J. Renyaan.


