BerandaAmbonPemkot Ambon Tegaskan Netralitas soal PAW Raja Urimessing

Pemkot Ambon Tegaskan Netralitas soal PAW Raja Urimessing

Ambon, Maluku.news – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menegaskan posisinya yang netral dan tidak terlibat dalam proses Pergantian Antar Waktu (PAW) Raja Negeri Urimessing. Penegasan ini disampaikan Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Ambon, Alfian Lewenussa, menyusul munculnya polemik di tengah masyarakat terkait pelantikan Felix Tisera sebagai Raja Urimessing periode 2025–2033.

Dalam keterangan kepada wartawan, Kamis (29/5/2025), Lewenussa dengan tegas membantah adanya intervensi dari pihak pemerintah kota dalam proses pengangkatan tersebut.

“Kami dari pemerintah kota, khususnya Bagian Pemerintahan, tidak pernah mencampuri proses PAW. Semuanya sepenuhnya merupakan kewenangan Saniri Negeri,” ujarnya.

Menurut Lewenussa, seluruh tahapan pemilihan hingga penetapan raja merupakan domain Saniri Negeri Urimessing, lembaga adat yang berwenang menentukan calon pemimpin negeri. Keterlibatan Pemkot hanya sebatas administrasi, yaitu memverifikasi dokumen usulan resmi yang diajukan oleh Saniri Negeri melalui camat.

“Saniri Negeri sudah beberapa kali menyampaikan bahwa prosesnya berjalan sesuai aturan. Bahkan mereka sudah bertemu langsung dengan Wali Kota untuk menyerahkan usulan resmi,” tambahnya.

Setelah melalui verifikasi oleh camat dan Bagian Pemerintahan, usulan tersebut kemudian diproses untuk tahap pelantikan sesuai prosedur yang berlaku.

Menyikapi adanya penolakan dari sebagian pihak, Lewenussa menegaskan bahwa Pemkot Ambon tetap membuka ruang dialog. Menurutnya, sebelum pengusulan resmi diterima, Pemkot juga telah memfasilitasi beberapa forum koordinasi dan diskusi agar aspirasi masyarakat dapat tersampaikan.

“Kami tetap memfasilitasi jika ada pihak yang keberatan, tapi harus diingat, kami bertindak sesuai mekanisme yang ada. Tidak bisa sepihak,” jelas Lewenussa.

Ia menekankan bahwa sikap Pemkot tidak didorong kepentingan politik maupun kelompok tertentu, melainkan demi kelancaran roda pemerintahan, pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakat Negeri Urimessing.

“Kami tidak punya kepentingan apapun, kecuali memastikan masyarakat tetap terlayani dan hidup sejahtera,” tegasnya.

Raja definitif penting bagi pembangunan
Dalam kesempatan tersebut, Lewenussa juga menyoroti pentingnya kehadiran seorang raja definitif di Negeri Urimessing. Menurutnya, keberadaan raja bukan hanya soal simbol adat, tetapi juga untuk memastikan program-program pemerintahan dan pembangunan dapat berjalan efektif.

“Urusan adat kami serahkan sepenuhnya kepada negeri. Tapi soal pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan masyarakat adalah tanggung jawab seorang raja,” katanya.

Ia berharap, setelah dilantik, Raja Felix Tisera dapat bekerja sama dengan Saniri Negeri, para kepala kampung, dan seluruh elemen masyarakat untuk menyusun dan menjalankan program-program pembangunan yang berpihak kepada kepentingan warga.

“Yang kami harapkan, raja bisa jadi pemersatu. Bukan untuk memperkuat perpecahan, tapi membawa semua elemen bersama-sama membangun negeri,” lanjut Lewenussa.

Lewenussa juga mengingatkan bahwa setiap penetapan raja harus melalui mekanisme adat yang telah disepakati bersama. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pihak, baik yang pro maupun kontra, untuk menghormati hasil keputusan Saniri Negeri sebagai lembaga adat yang sah.

“Proses ini sudah selesai di tingkat adat, dan kami hanya menjalankan prosedur administratif. Kami harap semua pihak bisa menerima demi kepentingan masyarakat yang lebih besar,” pungkasnya.

Dengan penegasan sikap netral ini, Pemkot Ambon berharap suasana di Negeri Urimessing kembali kondusif, agar pembangunan dan pelayanan publik dapat berjalan baik demi kesejahteraan bersama.

RELATED ARTICLES
Google search engine
Google search engine

Most Popular

Recent Comments