BerandaAmbonProgram WAJAR Ambon Jadi Wadah Aspirasi Setiap Jumat

Program WAJAR Ambon Jadi Wadah Aspirasi Setiap Jumat

Ambon, Maluku.news – Pemerintah Kota Ambon akan mulai menggelar Program Walikota dan Wakil Walikota Jumpa Rakyat (WAJAR) pada Jumat, 14 Maret 2025 mendatang. Program ini dirancang sebagai ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung keluhan, aspirasi, maupun kritik kepada pimpinan daerah.

Plt Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfo) Kota Ambon, Ronald H. Lekransy, menjelaskan bahwa WAJAR merupakan salah satu dari 17 program prioritas pemerintahan Wali Kota Bodewin M. Wattimena dan Wakil Wali Kota Ely Toisuta.

“WAJAR menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk berbicara langsung kepada Wali Kota, Wawali, dan seluruh pimpinan OPD. Ini bentuk keterbukaan pemerintah,” ujar Lekransy kepada wartawan, Senin (10/3/2025).

Program WAJAR akan dilaksanakan setiap Jumat, pukul 08.00–10.00 WIT, bertempat di pelataran Balai Kota Ambon. Untuk mendukung program ini, seluruh agenda dinas pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan dikosongkan selama dua jam penuh, agar pimpinan daerah bisa fokus menyerap aspirasi masyarakat.

Bagian dari visi “Ambon Par Samua”
Lekransy menjelaskan, pelaksanaan WAJAR menjadi bentuk nyata dari visi pemerintahan Wattimena–Toisuta, yakni “Ambon Manise yang Inklusif, Toleran, dan Berkelanjutan” yang diterjemahkan ke dalam empat misi utama:

  1. Mewujudkan Ambon yang maju, aman, nyaman, indah, sehat, dan sejahtera.
  2. Membangun kota inklusif dengan akses dan perlakuan yang setara bagi semua warga.
  3. Menumbuhkan toleransi dalam kehidupan masyarakat lintas suku, agama, ras, dan golongan.
  4. Menjaga keberlanjutan pembangunan di bidang ekonomi, lingkungan, dan tata kota demi generasi mendatang.

Serap kritik dan jadi bahan evaluasi
Program WAJAR tidak hanya dimaksudkan untuk menampung laporan atau keluhan, tetapi juga sebagai sarana bagi pemerintah untuk menerima kritik dan saran secara langsung dari warga. Hal ini, kata Lekransy, penting sebagai bagian dari evaluasi dan perbaikan tata kelola pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan publik.

“Melalui WAJAR, kita tidak hanya mendengar, tetapi juga melakukan perbaikan dari masukan warga. Ini sesuai semangat kepemimpinan ‘Beta Par Ambon, Ambon Par Samua’,” ungkapnya.

Pemkot Ambon berharap, WAJAR akan menjadi budaya baru yang memperkuat kedekatan antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus meningkatkan transparansi dan kepercayaan publik terhadap program-program pemerintah.

Dengan ruang komunikasi dua arah ini, Pemkot optimistis dapat lebih cepat merespons persoalan di tengah masyarakat dan memastikan kebijakan pembangunan benar-benar sesuai kebutuhan warga.

RELATED ARTICLES
Google search engine
Google search engine

Most Popular

Recent Comments