Ambon, MALUKU.News – Pemerintah terus mendorong percepatan penggunaan mobil listrok di tanah air, namun program ini untuk Daerah Maluku tidak populer atau belum layak di Maluku.
Hal ini diungkapkan oleh Anggota DPRD Maluku Andi Munaswir, S, Farm,M Si, Apt, di Ambon, Kamis (06/10/2022) terhadap pelayanan pihak Perusahan Listrik Negara (PLN) Wilayah Maluku.
Untuk melayani kebutuhan masyarakat Maluku saja, semakin hari semakin mengecewakan. Bahkan dinilai sangat mundur
“Apalagi pemerintah ingin menerapkan teknologi dengan sistim mobil listrik, bahkan untuk Maluku saja tiang listrik belum juga sampai ke pelosok negeri, “ujarnya.
Berbicara soal mobil listrik tidak cocok dengan keadaan di Maluku, pasalnya jalan yang berbukit dan tidak layak, sedangkan untuk kompor listrik saja sudah ditolak. Karena sangat membebani apalagi kita di Maluku, punya sarana dan prasarana jaringan listrik masih minim.
“Munaswir meminta, untuk pemerintah jangan berbicara yang tinggi-tinggi terkait mobil listrik”.
Pasalnya tiang listrik saja di beberapa Daerah belum ada, bahkan ada tiang listrik tidak ada kabel, dan waktu untuk menikmati listrik di beberapa tempat masih terbatas, yang mana listrik menyala hanya setengah hari atau dari jam 18.00 -06.00 wit.
Lebih lanjut jelas Munaswir, infrastruktur listrik di Maluku semakin terbelakang dan untuk Maluku listrik belum 100 persen jadi teknologi. Mobil listrik nanti dulu, bagi PLN sebaiknya tuntaskan masalah listrik di Maluku sampai 100 persen dan untuk Indonesia saat ini pelayanan listrik suda 98 persen dan 2 persen belum terlayani listrik, dan itu ada di Maluku, faktanya di beberapa kabupaten di Maluku belum terlayani listrik.
kita tidak boleh bicara hal yang waw apalagi mobil listrik berkaitan dengan hal kemewahan, tetapi kita benahi apa yang jadi prinsip dasar yaitu pelayanan listrik 100 persen di Maluku sesuai program pemerintah Indonesia terang benderang, “jelas Munaswir.




