Beranda blog Halaman 172

Sekda Maluku Buka Rakor Persiapan Pemilu/Pemilukada Serentak Tahun 2024

0

Masohi, Maluku.news – Wakili Gubernur Maluku, Sekretaris Daerah Maluku Ir. Sadali IE, M.Si, IPU membuka secara resmi Rapat Koordinasi Persiapan Pemilu/Pemilukada Serentak Tahun 2024, yang ditandai dengan pemukulan tifa, bertempat di The Natsepa Hotel, pada Rabu (17/5/2023).

Rakor tersebut dihadiri oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku Syamsul Rifan Kubangun, Penjabat Kabupaten Kepulauan Tanimbar Daniel Indey, Plh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Maluku, Kadiv Bagian P2H Bawaslu Maluku, perwakilan Forkopimda Provinsi Maluku, Akademisi, Pimpinan OPD Lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, dan pihak terkait lainnya.

Sadali dalam sambutannya mengatakan, tahun 2024 adalah momen politik yang sangat penting karena akan diselenggarakan pesta demokrasi terbesar secara serentak dalam tahun yang sama, yakni pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, pemilihan Anggota DPR/DPD/DPRD dan dilanjutkan dengan pemilihan Gubernur Wakil Gubernur, Bupati Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota.

“Ini bukan pekerjaan yang mudah, ini adalah pekerjaan yang besar yang akan menguras tenaga, pikiran, serta penganggaran yang besar untuk menentukan bangsa kita, negara kita dan masa depan daerah kita.” Katanya.

Ia juga menegaskan kepada para peserta rakor, untuk memastikan seluruh kegiatan diseluruh tahapan pemilu memiliki pengaturan teknis, produk hukum yang jelas, agar mampu untuk mengantisipasi serta mengatasi berbagai persoalan yang akan dihadapi.

“Pastikan seluruh kesiapan sarana prasarana, logistik secara detail dan lakukan pengadaan harus efisien serta transparan. Perkuat Sumber Daya Manusia untuk semua tahapan penyelenggaran yang saat ini sudah memasuki tahapan pendaftaraan anggota legislatid tingkat daerah dan pusat.” Tegasnya.

Kepada jajaran KPU dan Bawaslu, Sekda menyampaikan, hal ini harus disadari, betapa pentingnya tugas mengawal pesta demokrasi, karena ini merupakan momentum yang sangat berharga dalam menunjukan komitmen, integritas, dedikasi, serta kemampuan terbaik bagi masa depan bangsa dan negara, terutama bagi masa depan Provinsi Maluku yang sama-sama kita cintai.

“Saya berharap KPU memperkuat pendidikan politik bagi para masyarakat mengajak para peserta pemilu untuk melakukan pemilu secara damai, jujur, berintegritas dan menolak tindakan-tindakan tidak terpuji yang mencedarai demokrasi, menyebar fitnah, ujaran kebencian, politik uang dll. Kita harus mendorong kampanye berkualitas dengan mengoptimalkan teknologi informasi, mengedepankan politik adu ide, adu gagasan, dan bukan politik adu domba.” Harapnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan laporan persiapan Pemilu/Pemilukada pada kabupaten/kota, dan acara ramah tamah.

Muhammadiyah-Aisyiyah Gelar Musda, Ini Harapan Pj. Wali Kota

0

Ambon, Maluku.news – Muhammadiyah dan Aisyiyah menggelar musyawarah daerah (Musda), yang dibuka secara langsung oleh Pj.Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, dengan harapan dapat menghasilkan keputusan-keputusan yang bermanfaat kedepan.

“Saya mengapresiasi, berterimakasih serta menyambut gembira pelaksanaan Musyawarah Daerah Muhammadiyah ke-13 dan Aisyiyah ke-7 tingkat Kota Ambon. Semoga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses, agar pada waktunya akan melahirkan keputusan-keputusan yang bermanfaat bagi kedua organisasi ini,” ungkapnya, saat membuka kegiatan dimaksud, pada gedung Asari – Alfatah, Rabu, (17/5/2023).

Wattimena mengungkapkan ada tiga pesan penting yang harus dibahas dalam Musda tersebut. Diantaranya; pertama, kader-kader Muhammadiyah dan Aisyiyah dapat berperan menjadi agen-agen kerumunan dan perdamaian di lingkungan masing-masing, termasuk mengawal proses pemilihan Umum dan Pilkada di tahun 2024 mendatang.

“Tujuan agar semua proses yang dijalankan dapat berlangsung secara demokratis, amanah, dan damai,” tuturnya.

Kedua; terus memperkokoh sinergitas dan kerja sama dalam tugas pengabdian untuk membangun bangsa dan negara khususnya Kota Ambon, Terutama pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), melalui pendidikan formal dan dakwah.

“Ketiga; Senantiasa mendukung dan mensukseskan berbagai kebijakan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon sebab kebijakan itu tidak akan berhasil dengan baik,” tandasnya.

Sebab itu, Pemkot mengharapkan Muhammadiayah dan Aisyiyah dapat menjadi mitra kerja, terus bersinergi, berkolaborasi untuk melakukan hal-hal yang berdampak bagi kemajuan masyarakat dan kota ini.

“Semoga musyawarah ini akan melahirkan pemimpin yang amanah, serta dapat merumuskan program yang berkualitas guna menciptakan kader produktif dan tentunya ada manfaat untuk mengurus Organisasi, Bangsa, dan Negara,” pungkas Wattimena.

Pj. Wali Kota Tinjau Korban Kebakaran Pasar Gambus

0

Ambon, Maluku.news – Pj. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, Selasa (16/5/2023), siang meninjau lokasi kebakaran yang terjadi di RT 002/RW 02 Kel. Uritetu kawasan Belakang Kota yang berdampingan dengan pasar Gambus pada Senin (15/5/2023).

Berdasarkan data, sebanyak 110 rumah terbakar dan membuat 103 KK serta 219 jiwa harus kehilangan tempat tinggal. Selain itu, kebakaran tersebut juga menyebabkan 1 orang korban meninggal dunia.

Wattimena yang tiba di lokasi didampingi Dandim 1504 Ambon, Wakapolresta pulau Ambon dan PP. Lease, serta pimpinan OPD terkait di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, mengungkapkan belasungkawa dan rasa keprihatinan terhadap para korban.

Diakuinya, Pemkot melaui OPD teknis, akan berupaya melakukan penanganan darurat pasca kejadian kepada para korban selama 14 hingga 28 hari kedepan.

“Para korban saat ini mengungsi gedung milik PT. Pelni akan kita pindahkan ke pasar gotong royong lantai II dengan prosedur tetap penanganan darurat sesuai aturan yang berlaku,” ungkapnya.

Menurutnya, pasar gotong royong yang akan menjadi tempat tinggal sementara bagi para korban lebih layak dari pada harus tinggal di tenda – tenda, mengingat kondisi kota Ambon masuk musim penghujan.

“Kita juga akan menyediakan dapur umum untuk menyediakan makanan setiap hari, dan membuka pos pelayanan kesehatan bagi para korban,” tambahnya.

Wattimena membeberkan, selain penanganan darurat, para korban juga akan dibantu dengan Dana Stimulan yang nilainya mencapai Rp 15 juta/rumah, namun persyaratannya rumah tersebut harus memiliki sertifikat.

“Nanti akan kita data, yang rumahnya memiliki sertifikat, dana stimulan akan diberikan, yang tidak memiliki maka tidak diberikan. Sedangkan untuk penanganan darurat semua pasti dapat, tidak melihat mana warga yang punya KTP kota Ambon dan tidak, karena semua adalah masyarakat kota Ambon,” terangnya.

Dirinya berharap bantuan – bantuan yang diberikan oleh Pemkot akan meringankan beban yang dihadapi para korban. Untuk itu dirinya meminta semua pihak dapat bersatu, bersinergi, dan berkolaborasi, dalam penanganan.

“Dalam situasi seperti ini jangan kita menyalahkan, mencari kelemahan, yang penting kita bersatu bersinergi, untuk kolaborasi dalam melakukan penanganan tergadap korban,” pungkasnya.

Untuk diketahui, penyebab kebakaran saat ini masih diselidiki oleh pihak kepolisian, namun menurt saksi mata, diduga diakibatkan oleh mobil jenis MPV yang terbakar dan merembet ke salah satu toko yang menjual kasur, dan bahan -bahan yang mudah terbakar. Api kemudian menjalar dengan cepat ke pemukiman penduduk di pasar Gambus hingga dipadamkan oleh 7 (tujuh) unit mobil Damkar yang diturunkan ke lokasi.

Sardekut: Kepastian Operasional Mess Maluku Saat LPJ Gubernur

0

Ambon, Maluku.news – Sampai saat ini belum ada kepastian Mess Maluku, yang terletak Jalan Kebon Kacang Raya, Nomor 20 Jakarta Pusat mulai dioperasikan kembali, dikarenakan belum ada penjelasan resmi dari Pemerintah Daerah Maluku terkait hal tersebut.

“Nanti setelah selesai ini, dalam pembahasan laporan pertanggung jawabn (LPJ) Gubernur baru kita akan memastikan apakah sampai sesuai batas waktu disampaikan tadi apakah mess Maluku sudah difungsikan atau belum,” ujar Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Melkianus Sairdekut di Gedung DPRD Ambon, rabu (17/05/2023).

Diakuinya, untuk kepastian operasional Mess Maluku, DPRD melalui komisi III telah melakukan pengawasan langsung ke lapangan.

Dari hasil pengawasan, kata Sairdekut DPRD Maluku berharap dalam tahun ini Mess Maluku dapat segera operasikan kembali.

“Karena itu, masa sidang ini komisi III sudah melakukan pengawasan di Mess Maluku, dan kita berharap dalam tahun ini juga harus difungsikan,” ucapnya.

Menurut Politisi Gerindra itu, jika Mess Maluku dapat dioperasikan sesuai harapan DPRD, maka Aset berplat merah sudah bisa memberikan kontribusi Pendapatan bagi Daerah.

Mess Maluku di jakarta, kita berharap segera difungsikan, itu prinsip utama karena dia menjadi aset paling penting, dan bisa membantu menambah konstribusi PAD kita,” ujarnya.

TGPP Fasilitasi Rapat Koordinasi Satu OPD Satu Desa Binaan

0

Ambon, Maluku.news – Pemerintah Provinsi Maluku menggelar Rapat Koordinasi Satu Organisasi Perangkat Daerah Satu Desa Binaan, yang merupakan Implementasi Program Gubernur untuk Pengentasan Kemiskinan, berpusat di Ruang Rapat Lantai 6 Kantor Gubernur Maluku, pada Selasa (16/5/2023).

Rapat tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah Maluku Ir. Sadali Ie, M.Si., IPU mewakili Gubernur Maluku dan rapat dipimpin oleh Ketua Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan Provinsi Maluku Hadi Basalamah, yang dihadiri oleh Asisten III Setda Maluku, Pimpinan OPD Lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, Baznas Maluku, dan unsur lainnya.

Sekda dalam sambutannya menyampaikan, berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Maluku Nomor 90 Tahun 2023 tentang Susunan Penanggung Jawab Program Satu Organisasi Perangkat Daerah Satu Desa Binaan, Gubernur mengharapkan program ini harus jalan semaksimal mungkin untuk mengantisipasi kemiskinan terutama kemiskinan ekstrem di Provinsi Maluku.

“Saya minta seluruh OPD bisa serius dalam mengentaskan kemiskinan di Provinsi Maluku, dengan melakukan intervensi program pada desa-desa binaan, dengan melakukan pembinaan dan pemberdayaan kepada masyarakat sesuai dengan lokus yang ada pada masing-masing OPD.” Tambahnya.

Sadali mengajak OPD untuk melakukan koordinasi dengan para pihak dalam menjamin kelanjutan Usaha Mikro Kecil Menengah di Provinsi Maluku

“Pendampingan berkelanjutan kepada UMKM perlu dilakukan karena jika berhasil, produk harus dipasarkan. Disinilah keseriusan Pimpinan OPD menjadi fokus terutama, karena hal ini menjadi target Pemerintah Provinsi dalam penanganan tingkat kemiskinan di Maluku, oleh sebab itu setiap OPD harus berupaya untuk mewujudkan program ini, karena yang berhasil akan diberikan reward.” Tambahnya.

Mantan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Maluku ini juga menegaskan kepada pimpinan OPD, untuk, segera melakukan langkah komprehensif mulai dari tahap perencanaan sampai dengan monitoring dan evaluasi.

“Masing-masing OPD bisa membentuk tim untuk serius menangani program 1 OPD 1 Desa Binaan, dan setiap pimpinan OPD wajib mengawal jalannya kegiatan ini.” Ungkapnya.

Sementara itu Basalamah di tempat yang sama juga mengatakan, menindaklanjuti Surat Keputusan Gubernur Maluku Nomor 90 Tahun 2023 mengenai Satu OPD Satu Desa Binaan, dan telah ditindaklanjuti dengan melakukan koordinasi yang komprehensif guna melakukan percepatan implementasi program ini.

Ia menyampaikan, masa pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur sampai ditahun keempat telah memberikan gambaran percepatan yang positif dari berbagai aspek ekonomi, sosial dan pemerintahan yang tertuang di dalam RPJMD.

“Kerja-kerja berbasis pada rencana aksi yang terukur sebagaimana pencapaian Ekonomi Maluku di tahun 2023 telah menunjukan percepatan yang sangat masif, walaupun sempat mengalami kontraksi akibat kondisi covid dan bencana, namun saat ini ekonomi Maluku tumbuh 5,12%. indikator pencapaian lain adalah inflasi yang menjadi parameter perhatian untuk dikendalikan dan telah menunjukan perbaikan yang signifikan.” Tambah Basalamah.

Ia menyampaikan, dalam upaya pengendalian percepatan penurunan angka kemiskinan ekstrem di Provinsi Maluku memerlukan langkah-langkah penanganan yang komprehensif berkaitan dengan pelaksanaan pembangunan di Desa, dimana target program pembangunan harus dilakukan sesuai tupoksi OPD dan menyasar pada indikator pembangunan desa yang masih bermasalah di Indeks Desa Membangun (IDM), saat ini yang menjadi fokus ada di 14 desa yang tertinggal, dan akan dibuat grand design, dengan melibatkan Kabupaten/Kota dan berbagai pihak.

“Perlu dibentuk klinik konsultasi program 1 opd 1 desa binaan sebagai tempat konsultasi dan diskusi mengenai penanganan permasalahan kemiskinan di desa, sebagaimana target yang disepakati di dalam SK, bahwa sumber daya klinik perlu terdiri dari para ahli praktisi dalam kerja penanggulangan kemiskinan yang mumpuni dan bekerja secara profesional, sehingga bisa melakukan Langkah-langkah preventif secara cepat.

Ketua TGPP menambahkan Setiap OPD perlu menyiapkan template profil capaian indikator Indeks Desa Membangun, sebagai langkah awal dalam pembenahan potensi desa dan permasalahan di desa dengan target program, yang harus dilakukan dengan multisektor dan link and match dengan kabupaten/kota.

“Hasil pemetaan indikator menjadi dasar untuk dilakukan koordinasi di tingkat Provinsi, yang dilanjutkan pada kabupaten/kota, kecamatan, dan desa maupun dengan forum Corporate Social Responsibility (CSR) serta stakeholder terkait yang sudah dilakukan dan akan terus ditumbuhkembangkan untuk memperkuat perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi program yang dilakukan secara berkelanjutan dengan tidak keluar dari target dan saran yang telah ditentukan.” Jelasnya.

Ia menyampaikan, pendekatan yang telah disepakati diharapkan menjadi best practice untuk direplikasikan ke desa sangat tertinggal dan tertinggal lainnya yang difokuskan pada 14 desa dan kalau bisa diturunkan maka akan bisa capai sesuai harapan.

“Termasuk desa yang masih tergolong berkembang, dan kedepan jumlah desa target sasaran dapat direplikasi dalam jumlah sasaran yang lebih besar, jadi by name by address dan tau permasalahan yang inti dari permasalahan di desa, ini menjadi penting untuk kita semua, sehingga intervensi program ini juga tepat sasaran.” Tegasnya.

Dirinya menambahkan, dalam rangka memperkuat monitoring, perkembangan dan pelaksanaan program, maka minimal setiap 3 bulan akan dilakukan rapat evaluasi untuk updating hasil implementasi program guna mengukur tingkat keberhasilan program.

“Rapat ini menjadi salah satu agenda penting dan strategis dari tim koordinasi dan kolaborasi penanganan kemiskinan daerah baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota, untuk memperkuat prioritas tata kelola Pemerintahan yang fokus pada kegiatan serta alokasi anggaran, maka forum musrenbang perlu mengacu pada template indikator potensi desa yang menjadi target.” Tambahnya.

Basalamah menyampaikan, tugas ini menjadi bagian penting dari determinasi kerja-kerja kita semua baik dari sisi perencanaan, penganggaran, pengawasan dan seluruh perangkat OPD untuk menyisir dan menyelesaikan kemiskinan di tingkat Kabupaten Kota dengan melibatkan Kabupaten Kota dalam melaksanakan intervensi program dimaksud.

“Di tahun 2023 sesuai instruksi Gubernur pada kita semua fokus alokasi anggaran harus terintgrasi, tercipta untuk menyelesaikan target kita di 2023 sebagaimana tertukur dalam RPJMD, untuk itu harus dilakukan refleksi kembali guna menempatkan pos-pos anggaran yang ada di 12 OPD utamanya yang menjadi sandaran fokus untuk sama-sama di dalam penanganan ini secara multisektor, indikator ini harus diukur dan harus bisa menyelesaikan kemiskinan dan harus turun melebihi yang angka kenaikannya, dan kita harus yakin di tahun 2023 kalau kerja-kerja kita bagus maka bisa kita lakukan.” Harapnya.

Terkait anggaran, ketua TGPP menyampaikan, hal itu dapat dimungkinkan untuk divalidasi dan dialokasikan pada APBD, baik untuk APBD Perubahan atau fleksibilitas anggaran, sesuai dengan kebutuhan untuk kepentingan daerah yang sasaran utamanya adalah masyarakat.

Sementara itu atas nama Pemerintah Provinsi Maluku dirinys mengapresiasi Baznas yang secara khusus telah menyiapkan dukungan pembangunan perumahan sejumlah 50 rumah dan dana 100 juta untuk pemberdayaan masyarakat miskin.

“Penanganan kemiskinan ini adalah tugas Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa bersama Dinas Sosial, oleh karena itu akan dilakukan mapping lebih tajam sesuai arahan Sekda untuk melakukan suatu program yang dinamakan Public Private Partnership, untuk menggandeng sektor publik, BUMN, Perbankan dan Swasta, untuk menggiring bagaimana menyelesaikan kemiskinan multi sektor, karena ini juga merupakan instruksi dari Presiden dan Gubernur demi kepentingan masyarakat.”pungkasnya

Lestarikan Negeri Adat, Pemkot Gelar FGD Revisi Perda

0

Ambon, Maluku.news – Guna menjaga dan melestarikan keberadaan Negeri Adat beserta hak-hak sebagai satu kesatuan

masyarakat adat. Maka, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, melalui Bagian Tata Pemerintaham (Tapem) Sekretariat Kota, melaksanakan Focus Group Discusson (FGD) yang dilaksanakan pada Marina Hotel, Selasa (16/5/2023).

“FGD ini dilakukan dan dimaknai sebagai bagian dari upaya untuk tetap menjaga dan melestarikan keberadaan negeri adat beserta hal-haknya sebagai kesatuan masyarakat hukum adat yang memiliki ciri dan karakteristik masing-masing,” ungkap Pj. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena saat membuka kegiatan.

Lanjutnya, sampai dengan saat ini masih terdapat hal-hal yang menjadi perhatian khusus terhadap Negeri Adat, sehingga pelaksanaan kegiatan di hari ini tentu akan membantu Pemkot, dalam hal ini Bagian Tapem, untuk mengatur dan menata penyelenggaraan pemerintahan di Negeri Adat.

“Revisi Perda nomor 8, 9, dan 10 Tahun 2017, bertujuan untuk lebih memberikan perlindungan kepada Negeri adat di kota ini beserta hak-hak adatnya,” jelasnya.

Dalam sambutannya juga disampaikan kepada para Raja definitif, Saniri dan Staf Pemerintah Negeri (Pemneg), yang merupakan peserta agar mempertimbangkan pemekaran bagi Negeri Adat yang wilayah kerjanya besar.

“Saya mau memberikan arahan, dalam rangka pencapaian tujuan pembangunan mensejahterahkan masyarakat Negeri dan memperpendek rentang kendali pelayanan Pemerintah atau Mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dengan membentuk Desa Administratif,” tandasnya.

Dirinya berharap melalui FGD terjadi perimbangan terkait dengan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di negeri adat.

“Selaku Raja/Kepala Pemerintah Negeri baik definitif maupun penjabat serta Saniri saya minta untuk mengikuti dan memberikan masukan-masukan serta aspirasi guna menyempurnakan draft usulan revisi,” harap Wattimena.

Untuk diketahui Perda Nomor 8 Tahun 2017 Tentang Negeri, Nomor 9 Tahun 2017 Tentang Penetapan Negeri di Kota Ambon, dan Nomor 10 Tahun 2017 Tentang Pengangkatan, Pemilihan, Pelantikan dan Pemberhentian Kepala Pemerintah Negeri.

Sekda Sadali Buka Forum Komunikasi Pemangku Kepentingan Utama JKN KIS Provinsi Maluku Tahun 2023

0

Ambon, Maluku.news – Sekretaris Daerah Maluku Ir. Sadali Ie, M.Si, IPU, secara langsung membuka Forum Komunikasi Pemangku Kepentingan Utama Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Kartu Indonesia Sehat (KIS) Provinsi Maluku, yang bertempat di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Gubernur Maluku, pada Selasa (16/5/2023).

Kegiatan tersebut dihadiri juga oleh Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah IX dr. Yessi Kumalasari, Asisten Deputi Bidang KML BPJS Kesehatan Wilayah IX, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ambon, Pimpinan OPD terkait Lingkup Provinsi Maluku, Pemangku Kepentingan utama JKN KIS, dan peserta rapat komunikasi.

Kumalasari pada kesempatan itu, mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Pemerintah Provinsi Maluku, dalam membantu pelaksanaan program JKN, sehingga berjalan dengan baik.

“Kami memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Maluku yang telah memberikan dukungan dimana 6 Kabupaten Kotanya yang sudah menerapkan Universal Health Coverage (UHC), dan akan menyusul 2 kabupaten kota yang lain.” Ungkapnya.

Ia juga menambahkan, yang menjadi konsentrasi bersama setelah kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional ini adalah pemberian pelayanan baik di fasilitas Kesehatan tingkat pertama dan tingkat lanjut.

Dalam sambutannya Sekda, atas nama Pemerintah Daerah Provinsi Maluku, memberikan apresiasi kepada BPJS Cabang Ambon beserta jajaran yang telah menyelenggarakan kegiatan ini, sebagai wujud kerjasama dalam rangka membahas sinergitas penyelenggaraan program, guna mewujudkan pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional bagi masyarakat yang lebih baik di Provinsi ini.

“Kami harapkan peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan seksama agar apa yang menjadi tujuan pelaksanana kegiatan pada hari ini ,bisa dicapai dengan berbagai program strategis yang akan ditetapkan untuk pelaksanaan di tahun 2023.” Ujarnya.

Sadali menjelaskan, berdasarkan data BPJS Program Jaminan Kesehatan Nasional di Provinsi Maluku sampai saat ini baru mencapai 1.785.306 jiwa dari total penduduk 1,8 juta, dan ini perlu dilakukan kerja untuk mencapai UHC Provinsi Maluku, dengan melakukan peningkatan selain dari jumlah peserta JKN namun dibarengi dengan peningkatan pelayanan Kesehatan baik dari sisi fasilitas agar manfaat daripada JKN KIS dapat dirasakan oleh masyarakat maluku secara utuh.

“Semoga pertemuan hari ini para peserta dapat berperan aktif dalam menyampaikan ide dan gagasan dalam mendukung program JKN KIS yang berkualitas di Provinsi Maluku, sehingga kegiatan hari ini melahirkan kegiatan yang menunjang program-program guna mewujudkan apa yang menjadi keinginan kita bersama.” Tutupnya.

Pada kesempatan itu juga turut dilakukan penyerahan plakat antara Sekda Maluku dengan Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah IX.

HUT Pattimura 206, Gubernur : Terus Berbakti dan Berkarya Demi Kemajuan Maluku

0

Ambon, Maluku.news – Peringati Hari Pahlawan Nasional Kapitan Pattimura ke-206 Tahun 2023 di Provinsi Maluku, maka digelar Upacara Kehormatan, yang berpusat di Pattimura Park Ambon, pada Senin (15/5/2023).

Bertindak selaku Pemimpin Upacara Pangdam XVI/Pattimura Mayjen. TNI Ruruh A. Setyawibawa, dan Komandan Upacara atau Kapitan Upacara Letkol. Inf. Rudolf G. Paulus.

Hadir sebagai peserta upacara Gubernur Maluku Irjen. Pol (Purn.) Drs. Murad Ismail, Forkopimda Provinsi Maluku, Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Maluku dan Kota Ambon, Sekretaris Daerah Maluku, Penjabat Walikota Ambon serta Forkopimda, Pimpinan OPD Lingkup Pemerintah Provinsi dan Kota Ambon, Organisasi Wanita, Tokoh Pemuda, Tokoh Agama, Latupati dan Raja-Raja se-Kota Ambon, beserta unsur lainnya.

Dalam sambutan tertulis Gubernur Maluku yang dibacakan oleh Pangdam, disampaikan bahwa, spirit perjuangan Pattimura, yang tidak tunduk dan menyerah kepada kolonialisme Belanda, walau tantangan datang silih berganti, namun bermodalkan parang salawaku dan bambu runcing, didorong oleh semangat serta gelora perjuangan yang membara, Pattimura dan rekan-rekan seperjuangannya terus maju pantang mundur.

“Hal ini menunjukan pada kita semua bahwa semangat juang dan patriotismne adalah kekuatan yang membawa kemenangan, nilai-nilai perjuangan inilah yang patut terus dikobarkan dan digelorakan khsusunya pada kaum muda sebagai generasi penerus bangsa, Pattimura-Pattimura muda harus bangkit dan terus berjuang untuk negeri Maluku tercinta dan untuk Indonesia Raya.” Tegasnya.

Dirinya juga menyampaikan, tantangan dan ancaman yang dihadapi Pattimura-Pattimura masa kini adalah era revolusi industri 4.0, dimana dunia semakin kompetitif diberbagai bidang, perjuangan saat ini tidak lagi perjuangan fisik melainkan perjuangan yang mengandalkan otak dan karakter.

“Untuk itu kita perlu mempersiapkan diri dalam menghadapi berbagai tantangan dengan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia dan penguasaaan teknologi serta ilmu pengetahuan. Khusus kepada generasi muda saya harapkan untuk terus mengembangkan potensi diri dan hasilkan inovasi sesuai bidang dan talenta masing-masing.” Ujarnya.

Ia juga menyampaikan, Tema Perayaan Hari Pattimura “Teladani Pahlawanmu, Cintai Negerimu, untuk Indonesiaku” artinya dengan meneladani para pahlawan maka kita semua mempunyai tanggungjawab yang sama untuk membangun bangsa dan negara.

“Tokoh internasional John F Kennedy pernah berkata jangan tanyakan apa yang negara berikan kepadamu tetapi tanyakan apa yang kamu tanyakan kepada negara. Kutipan ini hendak menegaskan komitmen dan tekad untuk memberi yang terbaik bagi bangsa dan negara tercinta Indonesia. Saya berterima kasih dan mengapresiasi semua pihak yang terus merawat dan menggelorakan api Pattimura, kiranya perayaan HUT Pattimura ini menyemangati kita untuk terus berbakti dan berkarya demi kemajuan Maluku dan Indonesia.”tutupnya.

Atasi Banjir di Waiheru, Pj. Wali Kota Minta Peran Pemilik Usaha Tambang

0

Ambon, Maluku.news – Memasuki musim penghujan, warga kota Ambon diminta untuk mewaspadai bencana alam berupa banjir dan tanah longsor, yang sewaktu-waktu dapat terjadi dan mengancam keselamatan jiwa.

Salah satu lokasi yang warganya kerap menjadi langganan banjir adalah kawasan Air Salak, Desa Waiheru, Kecamatan Baguala.

Pj. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena menjelaskan Banjir yang terjadi saat musim penghujan di kawasan tersebut karena pendangkalan sungai/kali Air Salak.

“Persoalan banjir yang terjadi sepanjang tahun diakibatkan pendangkalan sungai, efek dari kegiatan penambangan Galian C yang berlokasi di bagian hulu,” kata Wattimena saat melakukan tinjauan di Desa Waiheru, Senin (15/3/2023).

Sebagai langkah penanganan, ujarnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Amboh telah menurunkan alat berat guna normalisasi sungai. Dirinya juga meminta peran stakholder terkait terutama Pemerintah Desa dan pemilik usaha tambang galian.

“Harus ditindaklanjuti dengan perjanjian dengan pemilik usaha, supaya paling kurang tiap tiga bulan sekali lakukan normalisasi sungai, sebab ini akibat endapan residu dari usaha yang mereka jalankan,” terangnya.

Kepada warga Air Salak, Wattimena berharap turut mendukung dalam upaya pembersihan aliran sungai yang dilakukan Pemkot dibantu aparat TNI.

“Kita harap partisipasi masyarakat untuk pembersihan, nanti dikoordinasi dua Kades, baik Nania dan Waiheru,” tandasnya.

Atapary : Ada Caleg Yang Tidak Paham Fungsi Dan Tugas Anggota DPRD

0

Ambon, Maluku.news – Pendaftaran calon Legislatif (Caleg) DPRD telah berakhir pada tanggal 14 Mei tahun 2023. Namun ada Caleg yang tidak mahami fungsi dan tugas sebagai anggota DPRD.

Hal ini di sampaikan anggota DPRD Provinsi Maluku , Samson Atapary di Ambon, senin (15/05/2023)

Menurut anggota DPRD Maluku Daerah Pemilihan (Dapil) Seram Bagian Barat Itu, Terkadang, hampir semua Caleg dlm sosialisasi atau kampanye memposisikan diri sebagai Calon Kepala Daerah, bukan sebagai Calon Anggota DPRD.

Menyampaikan Visi Misi seakan-akan sebagai Calon Kepala Daerah dan bahkan ada yang buat Janji-janji sana sini, sampai ada juga janji buat jalan, jembatan dan sebagainya yg merupakan tugas Kepala Daerah.

“Ini Pendidikan Politik yang tidak baik dan terkesan Caleg yang bersangkutan tidak Memahami Fungsi dan Tugas Anggota DPRD” tegas Politisi PDI Perjuangan Provinsi Maluku itu.

Caleg harus melakukan Pendidikan Politik yang baik ke Masyarakat, supaya Masyarakat bisa memahami Posisi dan Kewenangan Anggota DPRD itu seperti apa?

Supaya Masyarakat bisa percaya lagi ke Anggota DPRD karena mengetahui Batasan Fungsi dan Tugas DPRD seperti apa,ujarnya.

Bukan menyampaikan Kewenangan seperti Kepala Daerah yg bisa atur dan bikin semua hal dalam Kewenangan Eksekusif, “pungkas Atapary.