
Laporan Rudi Fofid-Masohi
Masohi, Maluku.news – Negeri Waraka Peisine Yalmalatu di Teluk Elpaputih, Maluku Tengah, ditetapkan sebagai Negeri Moderasi Beragama. Hal itu ditandai dengan peresmiam Tugu Moderasi Beragama di sisi Gerbang Negeri, Rabu (5/6).
Peresmian Tugu Moderasi Beragama dilakukan oleh Dirjen Bimas Kristen Departemen Agama RI Jean Marie Tulung.
“Saya tidak sangka disambut secara megah di sini dengan tarian warga Protestan, Katolik, dan Islam. Saya bangga dengan Waraka, ” kata Tulung saat memberi sambutan.
Ia tekankan, Indonesia sangat besar dan majemuk. Sebab itu toleransi seperti di Waraka perlu dijaga supaya Indonesia tetap utuh.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Julius Boro mewakili Penjabat Bupati Maluku Tengah menyambut baik penetapan tersebut.
“Penetapan ini sangat tepat sebab praktik hidup toleransi dan perdamaian di Waraka bisa menjadi contoh untuk daerah lain, ” tegas Sahubawa dalam sambutan tertulisnya.
Sahubawa berharap, semoga kita semua tangkal radikalisme dan intoleran, dan terus pelihara toleransi agar kita makin kokoh dalam semangat bineka tunggal ika.
Rektor Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon Prof Yance Rumahuru sebelumnya menjelaskan dalam sambutan, penetapann Waraka sebagai Negeri Moderasi Beragama didasarkan pada hasil survei. Menurut survei, Waraka sangat layak sehingga diusulkan menjadi Negeri Moderaai beragama.
Raja Waraka Upu Manuhualattu LaLaillosatte Richard YB. Lailossa saat memberi sambutan menjelaskan, terdapat tiga komunitas agama di Waraka yakni Protestan, Katolik, dan Islam yang hidup secara rukun.
“Kami beda agama tapi kami satu darah, satu pusaka, satu mata rumah. Sebab itu, saat konflik lalu, Waraka tidak goyah, ” Paparnya.
Acara peresmian tugu berlangsung dalam guyuran hujan. Meski begitu, sambutan warga dengan tarian anak-anak GPM, tarian Tanimbar dari Jemaat Katolik, hadrat dari komunitas Muslim Waraka berlangsung meriah. (Maluku.news)



