BerandaHeadlineDiduga Mabuk, Oknum Polisi Tabrak Nenek 71 Tahun Sampai Lumpuh

Diduga Mabuk, Oknum Polisi Tabrak Nenek 71 Tahun Sampai Lumpuh

Ambon, Maluku.news – Sukacita Nenek Albertina Izack alias Oma Aba (71 tahun) saat cucunya menerima pangkat sidi, Minggu (24/3) pekan lalu, mendadak buyar. Usai syukuran di Passo dan hendak kembali ke Poka, nenek ditabrak pemuda bernama Hensen Calvin Yeheskiel Huwae (22 tahun). Akibatnya, sudah sepekan berlalu, nenek masih dalam keadaan lumpuh dan hanya terbaring di ranjang.

Saksi Oke Izack saat itu bersama Oma Aba. Ia mengaku suasana malam pukul 20.30 WIT di Jalan Raya Larier-Passo lumayan sepi. Persis saat itu tidak ada mobil di jalan raya. Justru banyak sepeda motor parkir sebab ada hajatan sidi di rumah keluarga pasangan Pieter Oppier-Hero Izack. Di parkiran itulah Oma Aba berdiri. Tiba-tiba dari jalan raya yang sepi, muncul sepeda motor yang meraung dan sangat laju, tanpa cahaya lampu motor.

Oke Izack dan seorang cucu Oma berdiri di atas aspal pada bibir jalan, dekat Oma Aba. Ia melihat sepeda motor tanpa lampu. Spontan Ia mengangkat tangan dan menggerakkannya berkali-kali ke arah datangnya sepeda motor. Ternyata sang pengendara tidak mengurangi kecepatan, bahkan langsung melaju ke tepi dan menabrak Oma Aba di bahu jalan.

“Beta yakin pengendara ini mabuk. Dia laju, lampu mati, dan beta sudah angkat tangan tapi tetap datang ke pinggir jalan dan langsung tabrak mama,” jelas Oke Izack.

Menurut Oke, tubuh ibunya sempat tarputar beberapa kali, lalu rubuh. Motor juga terpelanting, pengendaranya terguling,” jelas Oke Izack kepada Maluku.news di Poka, Ambon, Sabtu (30/3).

Begitu mendengar bunyi benturan, banyak orang datang berkerumun. Beberapa orang mencoba menyerang pengendara sepeda motor tetapi dihalangi sejumlah orang, termasuk saksi Beatrix Oppier di TKP.

Beatrix sempat meminta lihat KTP sang pengendara. Dari situ, diketahui nama pemuda itu Hensen Calvin Yeheskiel Huwae. Lahir di Ambon, 15 September 2001. Alamat Passo, pekerjaan pelajar/mahasiswa. Belakangan setelah dicek, pekerjaan Calvin adalah anggota Polri. Ayahnya Hendrik Huwae, juga masih bertugas sebagai anggota Polri.

Malam itu, saksi Beatrix mengatakan kepada Calvin bahwa keluarga korban pasti melaporkan kasus ini ke polisi. Sebagai pengendara yang menabrak Oma, Calvin disarankan pergi melaporkan diri lebih dulu mendahului laporan pihak keluarga korban

Korban Oma Aba, setelah kejadian itu, langsung dilarikan ke Rumah Sakit Polri, Tantui. Oma sempat mendapat perawatan tetapi ia tidak ingin rawat inap, sehingga dibawa kembali ke rumah. Setelah itu, esoknya lagi, pihak keluarga membawa Oma Aba ke Rumah Sakit Tentara (RST) dan tetap rawat jalan.

Oma Aba saat ini masih lumpuh dan hanya terbaring di rumahnya di Poka. Pergelangan kaki kiri sampai pangkal paha masih dibalut ketat. Ia tidak bisa bangun duduk, apalagi berdiri. Keluarganya memperlihatkan hasil rontgen di RST, yang menunjukkan adanya patah tulang.

Sebelum kejadian ini, Oma Aba tetap melakukan aktivitas rumah. Memasak, membersihkan halaman, bahkan mencari kayu bakar di di belakangan perumahan Pemda dan Perumnas Poka. Sejak tabrakan di Passo, Oma terbaring lumpuh di ranjang. (Maluku.news)

RELATED ARTICLES
Google search engine
Google search engine

Most Popular

Recent Comments