Ambon, MALUKU.News – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) pasca kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), oleh pemerintah pusat (Pempus) dipercayakan kepada Kantor Pos dan Giro untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang berhak menerima.
Pernyataan ini disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Maluku, Rofik Akbar Afifudin kepada wartawan di balai rakyat karang panjang Ambon Selasa (04/10/2022).
Saat pihaknya bersedia memberikan keterangan soal proses penyaluran BLT, sesuai hasil rapat bersama dengan pihak Pos dan Giro Ambon dan Dinas Sosial Provinsi Maluku.
Menurut Afifudin, yang jelas penyaluran BLT disalurkan lewat kantor Pos ada dua tempat pusat penyaluran yaitu Ambon dan Tual, untuk Ambon menangani 6 Kabupaten/Kota dan Tual 5 Kabupaten/Kota.
“Penyaluran BLT ditangani kantor Pos Ambon suda mencapai 92 persen, sementara di Tual baru 72 persen. Akibat data parsial tiap kali berubah dan banyak penambahan tapi sesuai kesepakatan rapat dewan dengan kantor pos.
Tiga hari kedepan suda bisa mencapai diatas 90 persen dan penyaluran BLT tidak bisa mencapai 100 persen akibat dari penerima ada yang meninggal dunia, ada yang pindah tempat dan bahkan ada yang dobel,” ujar Afifudin.
Afifudin menambahkan, tidak meragukan sistim pembagian BLT yang dilakukan pihak kantor Pos, dengan teknologi pendataan sudah semakin canggih dan bila ada satu Kepala Keluarga (KK) menerima dobel maka pasti ketahuan.
Dirinya memadtikan, penyaluran BLT dilakukan dengan baik kepada penerima, bila ada masyarakat belum pernah menerima tapi nama ada, maka orang tersebut langsung ke kantor pos membawa KTP dan KK langsung dilayani oleh petugas kantor pos.
“Semua data penerimaan BLT BBM berasal dari data Kementrian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia (RI) dan diharapakan proses penyaluran bole dimanfaatkan kantor desa atau kelurahan dan pemerintah kota Ambon menyediakan fasilitas dan orang Pos yang menjalankan pembagian dalam rangka mendekatkan penerima,”pungkas Afifudin.




