
Ambon, Maluku.News – Sebanyak lima kapal layar bersaing ketat di sekitar perbatasan laut Australia-Indonesia, Minggu (2/8) untuk berlomba masuk finis paling cepat. Lima perahu layar terdeteksi berada paling depan susul-menyusul.
Sebanyak 14 kapal layar dilepas di Darwin, Australia, Sabtu (1/8/2026), diperkirakan akan tiba di Banda, Senin (3/8/2026). Dari 14 kapal yang sudah sampai di tengah jalan, salah satunya kembali ke Darwin, sedangkan 13 lain tetap bersaing menuju Banda.
Lima kapal terdepan adalah Indorfin (IRC racing), Cheeta NT (catamaran/doublehull), Nautilus (catamaran), Wallop (IRC monohull), dan Mango Madness (IRC monohull). Kapal-kapal layar ini berlomba dalam tiga kategori yakni International Rating Certificate (IRC) Racing diikuti 2 kapal peserta, IRC Multihull 3 peserta, dan IRC Monohull 9 peserta.
Minggu pagi tadi, kapal-kapal masih berada di perbatasan Australia-Indonesia. Lantas sejak siang hari, para peserta sudah memasuki perairan Indonesia melalui perairan Pulau Marsela dan Pulau Selaru di Kabupaten Maluku Barat Daya.
Koordinator Ambon Sailing Community (ASC) kepada Maluku.News malam ini menjelaskan di Ambon, meski sudah mendekati perbatasan Australia-Indonesia, salah satu kapal asal Australia yakni SV TA dengan Skiper Peter Fielding terpaksa kembali ke Darwin karena mengalami masalah teknis.
Lomba layar Darwin-Banda ini baru pertama kali diselenggarakan oleh ASC (Ambon) dan Dinah Beach Yacht Club (Darwin) dengan tema “Come to Banda for Happyness”. Tulalessy menyebutkan, kegiatan ini bertujuan mempererat persaudaraan Australia-Maluku yang punya hubungan historis sejak masa silam.
“Selain itu, ASC juga mendukung program Pemerintah Provinsi Maluku untuk menjadikan Banda sebagai daerah tujuan wisata prioritas,” ujar Tulalessy. (Maluku.News)



