BerandaAmbonPemkot Ambon Rayakan Transisi 500 Anak PAUD ke SD

Pemkot Ambon Rayakan Transisi 500 Anak PAUD ke SD

Ambon, Maluku.news – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Dinas Pendidikan menggelar Sosialisasi Transisi PAUD ke SD sekaligus pelepasan peserta didik PAUD menuju kelas awal SD tahun 2025. Acara yang diadakan di auditorium Universitas Pattimura Ambon, Rabu (11/6/2025), diikuti oleh 500 anak perwakilan PAUD se-Kota Ambon.

Turut hadir Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisuta, Bunda PAUD Kota Ambon Lisa Wattimena, Kepala Dinas Pendidikan Ferdinand Tasso, Kabid PAUD Yasmi Budiatin, Ketua IGTKI-PGRI Kota Ambon, serta pimpinan OPD lingkup Pemkot Ambon.

Ketua penyelenggara, Yasmi Budiatin, menyampaikan acara ini bukan sekadar seremoni pelepasan, tetapi juga menjadi momentum merayakan keberhasilan anak-anak menuntaskan pendidikan PAUD, memperkuat rasa percaya diri, kebersamaan, serta menyiapkan mereka menyongsong jenjang SD.

Bunda PAUD Kota Ambon, Lisa Wattimena, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh anak, guru, dan orang tua atas semangat dan pencapaian yang diraih anak-anak selama di PAUD.

“Di jenjang PAUD inilah karakter anak dibentuk. Ini menjadi langkah awal yang sangat penting untuk pendidikan mereka ke depan,” kata Lisa.

Ia menambahkan, Pemerintah kini mendorong program wajib belajar 13 tahun—dimulai dari satu tahun pra-sekolah PAUD, dilanjutkan SD, SMP, hingga SMA—untuk meningkatkan angka partisipasi sekolah dan memastikan seluruh anak Indonesia mendapat akses pendidikan yang lengkap.

“Dengan semangat wajib belajar 13 tahun dan transisi PAUD ke SD, mari kita dukung anak-anak kita menjadi generasi cerdas, kreatif, dan berakhlak mulia demi kemajuan Kota Ambon dan bangsa,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisuta, dalam sambutannya juga menekankan pentingnya masa transisi PAUD ke SD yang mendukung kesiapan belajar anak secara menyeluruh, tak hanya soal calistung, tetapi juga membangun fondasi holistik yang meliputi sikap, keterampilan, dan pengetahuan.

“Setiap anak memiliki keistimewaan dan kemampuan yang harus dibina. Program transisi ini memastikan anak tidak terbebani hanya oleh target kognitif, tetapi tumbuh utuh sebagai pribadi,” jelas Toisuta.

Ia juga mengingatkan, kebijakan wajib belajar 13 tahun mulai diterapkan tahun 2025 sebagai upaya Pemerintah meningkatkan kualitas SDM sejak usia dini dan menyiapkan anak menghadapi tantangan masa depan.

“Selamat kepada seluruh anak-anak PAUD yang akan memasuki jenjang SD. Semoga masa transisi ini berjalan lancar dengan dukungan semua pihak,” pungkasnya.

RELATED ARTICLES
Google search engine
Google search engine

Most Popular

Recent Comments