BerandaHeadlineBulu Cendrawasih Bikin Dua Tokoh Aru Menyala di Nepal

Bulu Cendrawasih Bikin Dua Tokoh Aru Menyala di Nepal

Laporan Rudi Fofid-Ambon

Ambon, Maluku.news – Meskipun tidak membawa cendrawasih utuh, namun tokoh komunitas adat Kepulauan Aru Mika Ganobal dan Rosina Gaelagoy tampil memukau di Nepal, Senin (30/6) pagi hingga petang.

Selain bulu cendrawasih yang menarik perhatian, Ganobal juga mengenakan maju dari kulit kayu yang diproduksi secara tradisional oleh leluhur dan masih bertahan sampai sekarang.

Tokoh perempuan komunitas adat Aru Rosina Gaelagoy juga berhias bulu cendrawasih di kepala, dengan stelan baju batik bermotif ornamen Aru.

Panitia dan beberapa tokoh di lokasi pertemuan pegiat lingkungan ini tidak sekadar mengajak berfoto. Ada pula yang memperlihatkan relasi Nepal masa lalu dengan bulu burung cendrawasih.

Ganobal dan Gaelagoy memang berada di Kathmandu, Nepal. Keduanya diundang henghadiri ulang tahun ke-20 lembaga internasional Rights and Resource Initiative (RRI). Ketika berita ini dirilis, rangkaian puncak acara sedang berlangsung.

Ganobal adalah seorang camat di Aru sedangkan Gaelagoy adalah pendeta Gereja Protestan Maluku (GPM) yang sudah purna tugas.

Keduanya menerima undangan tertanggal 1 Mei 2025. Undangan ditandatangani Koordinator RRI Solange Bandiaky-Badji dan Ketua Dewan Direksi Peggy Smith.

Ketika berita ini dirilis, Ganobal dan Gaelagoy sedang mengikuti sesi pembukaan puncak acara HUT RRI di Katmandu, sejak pagi hari waktu setempat.

Sebelum ke Nepal, kedua tokoh komunitas adat Aru ini sempat diterima Bupati Kepulauan Aru Timo Kaidel. Demikian juga di Ambon, keduanya diterima Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa.

Menurut undangan RRI kepada kedua tokoh, disebutkan kegiatan berlangsung tanggal 30 Juni sampai 3 Juli. Sebab itu, sejak pagi hingga malam ini, berlangsung upacara pembukaan dalam suatu pertemuan tingkat tinggi, merayakan kemenangan masa lalu dan visi untuk penguasaan kolektif dan hak atas sumber daya, tahun-tahun mendatang.

Perayaan HUT diselenggarakan anggota Koalisi Nepal, mempertemukan jaringan Nepal, sekutu masyarakat sipil, pejabat pemerintah, dan pimpinan koalisi RRI dari Afrika, Asia, dan Amerika Latin.

Pada tanggal 1-3 Juli, akan ada Pertemuan Strategi Koalisi RRI dengan Visi 2045: Membuka jalan bagi RRI 20 tahun mendatang. Anggota koalisi akan berkumpul membahas acara beradaptasi dengan konteks internasional saat ini dan mengubah visi menjadi rencana aksi.

“Kami akan merenungkan Program Strategis keempat RRI, menyelaraskan tujuan koalisi kami, dan merencanakan bagaimana kami akan mencapainya,” demikian disampaikan dalam undangan tersebut.

Kehadiran Ganobal dan Gaelahoy menjadi salah satu pusat perhatian para aktivis lingkungan internasional. Ganobal mengaku, keduanya didampingi Ogy Dwi Aulia dari Forest Watch Indonesia.

“Kami disambut hangat oleh Panitia Koalisi Nepal dan pimpinan RRI,” kata Ganobal. (Maluku.news)ArAru

RELATED ARTICLES
Google search engine
Google search engine

Most Popular

Recent Comments