BerandaHeadlineKasat Pol PP Kota Tual Diduga Terlibat dalam Dukungan Politik Melalui Pesan...

Kasat Pol PP Kota Tual Diduga Terlibat dalam Dukungan Politik Melalui Pesan WhatsApp

Tual, Maluku.news – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kota Tual, Ibrahim Tamher, yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Tual, diduga melanggar netralitas sebagai abdi negara.

Dugaan ini muncul setelah ia diduga memberikan dukungan kepada salah satu pasangan calon (paslon) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tual melalui pesan WhatsApp di grup “Tual UPDATE.”

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan oleh media pada Minggu (20/10/2024) di Tual, pesan yang dikirim oleh Kasat Pol PP Kota Tual dianggap sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat untuk mendukung Paslon Nomor Dua dalam Pilkada tersebut.

chat kasasatpol“Selamat sore, pa. Ktg dkm rumah 7 org dan bt sdh dpt 3 org lg jd 10. Utk dukung pa m Rum. Bt tetap usahakan merangkul lbh dari itu lg,” demikian kutipan pesan WhatsApp yang diduga dikirim oleh Ibrahim Tamher dan dikutip di WhatsApp grup “Tual UPDATE”.

Pesan tersebut memicu keresahan di kalangan publik karena ASN, seperti Kasat Pol PP, seharusnya menjaga netralitas dan etika sebagai abdi negara. Namun, tindakan itu dinilai sebagai upaya politis yang bertentangan dengan prinsip tersebut.

dikutip dari tribun-maluku.com, setelah pesan WhatsApp tersebut ramai dibicarakan, media mencoba menghubungi Ibrahim Tamher untuk mengonfirmasi keaslian pesan tersebut. Ia membenarkan bahwa pesan tersebut memang dikirim dari nomor pribadinya. Namun, ia menegaskan bahwa pesan tersebut tidak dimaksudkan sebagai dukungan politik kepada salah satu pasangan calon.

“Beta hanya meneruskan pesan dari orang lain, bukan memberikan dukungan kepada salah satu paslon,” kata Ibrahim Tamher melalui telepon.

Ia juga menjelaskan bahwa pesan tersebut diterimanya dari nomor yang tidak dikenal, dan ia berniat meneruskan pesan tersebut kepada Kabid Konflik untuk diperiksa lebih lanjut.

Menurutnya, ia sedang dalam kondisi mengantuk saat menerima pesan tersebut dan merasa curiga terhadap nomor yang baru dikenal.

“Setelah menerima pesan itu, beta menghapusnya dari grup pada pukul 00.38 WIT dan juga menghapus pesan dari nomor yang tidak dikenal di ponsel beta. Beta merasa ini adalah upaya jebakan,” terangnya.

Kasat Pol PP Kota Tual menegaskan bahwa ia tidak memiliki niat mendukung paslon manapun dan pesan tersebut tidak terkait langsung dengan dirinya atau jabatannya.

RELATED ARTICLES
Google search engine
Google search engine

Most Popular

Recent Comments