Ambon, Maluku.news – “Seorang maestro akan hidup abadi melalui karya-karyanya”. Demikian ditulis di dinding facebook KAK5 untuk promosi peluncuran video musik bertajuk “Gandong ee”.
Maestro yang dimaksud KAK5 adalah Heins Onisimus Sapury atau lebih dikenal dengan nama Boetje Sapury (1940-2006). Maetro asal Negeri Tihulale Seram Bagian Barat itu dikenang karena lagu gubahannya berjudul “Gandong e”. Lagu ini sangat populer, selalu dinyanyikan secara massal dalam berbagai kesempatan.
“Gandong e” bukan sekadar sebuah lagu rakyat yang diangkat ke panggung atau masuk dapur rekaman. Lagu tersebut menjadi kuat karena liriknya berisi pesan kehidupan yang sungguh menggugah.
Kelompok band KAK5 rupanya jatuh hati pada lagu “Gandong e” karya sang maetro Boetje Sapury. Mereka menggarap lagu tersebut dan baru saja merilis klipnya di kanal youtube KAK5 Official, Sabtu (20/4) pagi.
Salah satu vokalis KAK5 Falantino Latupapua menjelaskan kepada Maluku.news, petang ini, lagu “Gandong e” dipilih karena secara tematis, paling lantang menggaungkan narasi persaudaraan.
“Katong ingin lagu ini dimutakhirkan dari sisi aransemen dan visualisasi supaya pesannya bisa diterima dengan baik oleh generasi yang lebih muda,” ungkap Latupapua.
Dia juga ungkapkan, merekam ulang lagu “Gandong e” adalah cara KAK5 berkontribusi untuk merawat ingatan akan peristiwa 25 tahun lalu, untuk mendorong narasi persaudaraan jadi semakin mengakar.
Dalam klip vido “Gandong ee”, seperti biasa, KAK5 tampil dengan komposisi lengkap vokal Marieonie Serhalawan, Margi Sipahelut, Falantino Latupapua, Gideon Beffers. Figgy Papilaya selain sebagai penata musik dan vokal, juga menangani piano, keyboards, strings, loops, tifa.
KAK5 mempercayakan bass kepada Yudith Ferdinandus, drum dan tifa tambahan kepada Mcken Leinussa, gitar elektrik dan akustik kepada Oswaldo Pesurnay.
Gideon Beffers juga menyumbang suara untuk vokal kapata, sedangkan vokal latar oleh Falantino Latupapua & dan Margie Sipahelut.
Pada deskripsi video (https://www.youtube.com/watch?v=EvxJ3T9cfTk), secara lengkap disebutkan, desain audio oleh Figgy Papilaya, peramu audio Bennytho Siahaan. Semua vokal, drum, loops dan tIfa direkam di T’nesse Studio, Ambon oleh Figgy Papilaya & Mcken Leinussa. Semua musik dan vokal disunting oleh Figgy Papilaya di FP Music Production, Depok. Mixing dan mastering audio oleh Bennytho Siahaan di Mogmog Studio, Depok.
Masih banyak yang terlibat dalam produksi klip ini. Penata video Nyong Peimahul, pilot drone & fotografer Mario Simon, kru Fredo Sinay & Aldo Wattimury, Desain gambar latar digital Figgy Papilaya, video disunting oleh Nyong Peimahul di 88 Creative Lab, penata rias Ello Batuwael, Ivan da Costa, Penata busana Kendav Fashion Ketty Kalahatu, KAK5.
Klip video menampilkan pemeran Emely Matitaputty, Vista Istia, Felly Lucas, Audry Leiwakabessy, Pdt. Mauren Ferdinandus, dan Selvie Rangkoratat.
Pengambilan gambar untuk klip video “Gandong ee” dilakukan di rumah Keluarga Latuheru, Batu Kerbau, Ambon; Pelataran Gedung Gereja Maranatha, Ambon; Pelataran Gedung Masjid Alfatah, Ambon; Gedung Gereja Imanuel, Negeri Hila, Maluku Tengah; Masjid Wapauwe, Negeri Kaitetu, Maluku Tengah; Pangkalan Paralayang Desa Nusaniwe-Airlouw, Ambon.
Klip video menyelipkan ritual tradional masyarakat adat Maluku Tengah, menampilkan Kapata Hasurite (Negeri Soahuku, Maluku Tengah); Kapata Kumpul Sudara (Negeri Nolloth, Maluku Tengah); Kapata Totobuang (Negeri Soahuku, Maluku Tengah). Semua produksi KAK5 ini ditangani Produser pelaksana Tamara Latuihamallo.
Setelah dirilis di youtube, “Gandong ee” langsung mendapat respon positif dari penonton. Banyak yang mengaku terharu sampai mencucurkan air mata. Ada yang memuji para vokalis, dan ada yang mengapresiasi detail klip.
@keaneclark8371 menulis: “Lagu legend dan wajib par org Maluku dgn sentuhan arranger yg mewaaaah….dangke KAK5. MENYALA KAKSKU”.
Demikian juga @juanadithyaup-lyra8097 berkomentar: “Luar biasa e.. Musik, video, luar biasa smua.. Smoga akang bisa jadi film pendek 1 jua kk2 dong.. Acang deng obet pegang tangan terakhir itu btul2 kyk tanpa rekayasa”.
Akun @ronaldtelussa8472 menulis harapannya. “Semoga hadirnya lagu ini lagi, semakin mempererat hubungan basudara di Maluku. Tanah orang sodara.
Danke KAK5,, karya kalian selalu the Best”.
Pendeta Jacky Manuputty juga mengapresiasi di kolom komentar. Menurut Manuputty, banyak adat istiadat dan nilai-nilai tradisional nenek moyang kita di wilayah Maluku diungkapkan melalui musik, yang memungkinkan kita terhubung dengan kearifan, cerita, dan emosi mereka.
Saat kita menjalani kehidupan sehari-hari, tulis Manuputty, ingatlah bahwa tindakan kita hari ini akan membentuk warisan yang kita tinggalkan untuk generasi mendatang. Ia mengajak semua kalangan berjuang menjunjung tinggi nilai-nilai yang telah diwariskan kepada kita dan menciptakan dunia yang bisa kita tinggalkan dengan bangga.
“Kita patut meluangkan waktu sejenak untuk mengapresiasi KAK5 atas sumbangsihnya mengaransemen ulang lagu epik sang legenda Boetje Sapury yang mengingatkan kita akan kekuatan GANDONG, warisan budaya kita,” demikian Manuputty. (Maluku.news)




