Ambon, Maluku.news – Kasus kekerasan terhadap siswa kelas XI SMA Negeri Siwalima Ambon mencuat. Korban dianiaya oleh kakak kelasnya hingga mengalami luka pada bagian telinga.
Merasa tidak puas dengan kasus tersebut, pihak keluarga korban pun akan membawa kasus ini ke ranah hukum untuk di proses sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Padahal pihak sekolah sudah berusaha untuk menyelesaikan secara kekeluargaan.
Diketahui kejadian pemukulan itu sudah dari tanggal 14 September 2023, tetapi tidak ada respon dari pihak sekolah.
Menyikapi hal itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Maluku Rovik Akbar Afifudin, mengatakan, dirinya sangat menyayangkan peristiwa kekerasan terhadap siswa SMA Siwalima.
“Kami melihat ini kurang pengawasan dari pihak sekolah sehingga bisa terjadi ada tindakan kekerasan di sistim pendidikan,” ujar Afifudin di Ambon, Senin (02/10/2023).
Dia, juga baru mendengar dan membacanya di media massa, tindakan seperti ini tindakan yang tidak perlu dilakukan di sistim pendidikan kita. Cara-cara fisik tersebut bisa saja melanggar hukum.
Menurutnya, apabila keluarga korban melapor ke pihak berwajib, maka itu hak korban sebagai warga negara. Sebab yang disoroti adalah sikap sekolah sendiri.
“Namun peristiwa ini terjadi karena lemahnya pengawasan dari pihak sekolah, terutama guru-gurunya,”kesal Afufidin.
Rovik mengingatkan, ini juga menjadi sebuah peristiwa yang terakhir dan tidak boleh lagi ada sistem peloncoan, apalagi dengan ruang pendidikan saat ini.
“Oleh karena itu, harus ada tindakan terhadap oknum yang melakukan tindakan kekerasan, dan mengakibatkan korban memar atau luka di sebagian tubuhnya,” tegas Afifudin.
Lantaran itu harus ada tindakan disiplin yang di ambil oleh kepala sekolah dan guru-gurunya, agar peristiwa ini tidak lagi terjadi.
“Setelah ini kami akan turun langsung ke SMAN Siwalima untuk memastikan bahwa peristiwa-peristiwa kekerasan atas nama apapun, tidak boleh dilakukan dalam sistem pendidikan, apalagi terhadap sekolah unggulan yang di biayai oleh APBD, apapun itu alasannya,” pungkasnya.




