BerandaParlementariaSangkala: Konflik Antar Negeri Ganggu Kamtibmas dan Berdampak Pada Pemulihan Ekonomi

Sangkala: Konflik Antar Negeri Ganggu Kamtibmas dan Berdampak Pada Pemulihan Ekonomi

Ambon, MALUKU.News – Wakil Ketua DPRD Maluku, Asis Sangkala mengatakan, sekecil apa pun konflik yang timbul antara sesama warga desa atau negeri akan menimbulkan gangguan Kamtibmas dan membawa dampak buruk terhadap upaya pemulihan ekonomi daerah.

“Konflik tidak akan memberikan keuntungan kepada pihak mana pun, tetapi sebaliknya justru memberikan luka di kedua belah pihak yang bertikai, apalagi situasi pandemi COVID-19 yang terus berlangsung ditambah gangguan Kamtibmas berupa pertikaian antara sesama warga di beberapa desa akan membuat kondisi semakin sulit.” ujarnya di Ambon, Rabu (16/02/2022).

Dijelaskan Sangkala, pemerintah baik provinsi Maluku maupun kabupaten Maluku Tengah bersama aparat keamanan saat ini terus berupaya untuk menciptakan perdamaian di Kecamatan Pulau Haruku. Hal berkaitan dengan adanya aksi penembakan yang dilakukan orang tidak dikenal terhadap warga Negeri Hulaliu di perbatasan hutan Negeri Aboru pada Selasa, (15/2) sehingga menyebabkan satu orang meninggal dunia.

“Kita hidup sebagai orang basudara (bersaudara) di Maluku harus menjaga perdamaian sebab konflik antarnegeri sekecil apa pun akan berdampak sangat luas bagi upaya pemulihan ekonomi, apalagi di masa pandemi COVID-19 ini,” ungkapnya.

Menurut Sangkala, untuk menyelesaikan masalah konflik di Maluku, maka haruslah ada rasa saling percaya termasuk sesama anak negeri. Dirinya juga berharap agar pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh-tokoh adat dan masyarakat dari kedua negeri yang bertikai agar bisa melakukan dialog dan mediasi.

“Aparat keamanan baik TNI maupun Polri juga harus bisa mencegah konflik yang berkepanjangan, agar kemudian kita bisa menghadirkan damai di sana,” tandasnya.

Sangkala menambahkan, DPRD, pemerintah daerah maupun aparat keamanan saat ini sementara konsentrasi untuk menyelesaikan konflik tapal batas wilayah antar Dusun Ori, Negeri Pelauw dan Negeri Kariu.

“Kalau beban ini ditambah lagi dengan konflik Hulaliu-Aboru tentunya semakin memperuncing masalah. Kita saat ini sedang berupaya dengan mengerahkan seluruh sumber daya untuk mengatasi masalah tersebut sehingga kondisi tersebut jangan membuat masyarakat semakin susah,” pungkasnya.

RELATED ARTICLES
Google search engine
Google search engine

Most Popular

Recent Comments