Ambon, MALUKU.News – Komisi I DPRD Maluku mengundang Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif, dalam rangka membicarakan penanganan konflik yang terjadi di Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).
Ketua Komisi I DPRD Maluku, Amir Rumra menjelaskan, semua pertanyaan yang dilayangkan secara gamblang sudah dipaparkan secara kronologis, termasuk lima pertanyaan sudah dilakukan oleh Polda Maluku, bahkan telah melaksanakan hal yang diluar tanggung jawabnya untuk membantu masyarakat Kariu di pengungsian dan juga masyarakat Pelauw.
“Termasuk penambahan personil yang dulu 25 sekarang sudah 50, jadi lima pertanyaan yang dimintakan semuanya sudah dilakukan oleh pihak Polda, termasuk dengan penyelidikan kasus penembakan oleh OTK,” ungkapnya di Ambon, Kamis (15/04/2022).
Rumra menambahkan, pihaknya apresiasi kepada Kapolda Maluku, karena sudah melaksanakan tugas di luar daripada tanggung jawab sebenarnya, termasuk dengan menjaga kondisi keamanan.
Di tempat yang sama Wakil ketua Komisi I, Yance Wenno mengatakan, mengenai dugaan pidana, tidak semuanya harus disampaikan ke publik oleh Polda. karena ada strategi juga dari Polda yang paling utama yaitu terpenting bagaimana rekonsiliasi itu bisa terjadi, dan masyarakat Kariuw bisa kembali ke Negerinya secara damai
“Jadi saya kira yang dilakukan oleh Pak Kapolda itu sudah sama sekali berjalan semua dengan baik, cuma memang ada penilaian-penilaian yang menganggap bahwa Polda belum bekerja maksimal, tapi itu sebenarnya cuma strategi saja terkait dengan penanganan perkara, “tandasnya.
Sementara itu, Kapolda Maluku, Irjen Pol Lotharia Latif menyampaikan, maksud kedatangannya untuk menjelaskan beberapa hal yang diminta Komisi I DPRD terkait persoalan penanganan konflik antara Pelauw dan Kariu.
“Untuk itu saya membangun komunikasi dengan DPRD agar akar permasalahan dari persoalan inilah yang harus ditangani dengan baik,”katanya.
“Ini yang harus mulai dilaksanakan sehingga tidak terulang lagi kepada Negeri manapun yang ada di Maluku. Kebetulan sekarang memang terjadi di wilayah pulau Haruku. Ada Pelauw, Kariuw, dan ori, ada juga Hulaliu dan aboru,” katanya lagi
Lotharia berharap, tim tersebut juga bisa berkordinasi dengan baik kepada Kepolisian, Pemda, Pemprov dan juga kepada DPRD.




