Ambon, MALUKU.News – Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Melkianus Sairdekut meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku untuk segera mengambil langkah konkrit seiring kelangkaan dan naiknya harga minyak goreng.
Menurut Sairdekut, kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng merupakan isu nasional karena terjadi di seluruh daerah, termasuk Maluku. Bahkan harga minyak goreng di pasar tradisional kini sudah mencapai Rp18.000-19.000/liter dari harga normal Rp14.000/liter. Hal ini tentu menimbulkan keluhan dari masyarakat mengeluh, apalagi akan memasuki ibadah puasa di awal April mendatang.
“Kami mintakan Dipserindag Harus mengantisipasi kelangkaan minyak goreng saat ini, sehingga pada waktu ibadah puasa, bahkan lebaran tidak terjadi kelangkaan minyak goreng,”tandasnya di Ambon, Senin (21/03/2022).
Sairdekut menegaskan, upaya antisipasi itu perlu dikoordinasikan bersama Disperindag di 11 pemerintah kabupaten/kota.
“Harus secepatnya diambil langkah konkrit, jangan sampai membuat masyarakat khawatir. Mengingat minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan masyarakat,”pungkasnya.
Dijelaskan Sairdekut, Disperindag Maluku harus lebih intens melakukan pengawasan terhadap perederan minyak goreng. Karena diketahui, beberapa waktu lalu Polsek KPYS, Polresta Ambon berhasil mengagalkan pengiriman 5 ribuan liter minyak Goreng yang akan dikirim ke Bau-Bau menggunakan KMP Tidar.
“Untuk itu, Disperindag dapat bekerjasama dengan kepolisian untuk melakukan pengawasan, sehingga hal serupa tidak terjadi lagi,”tegasnya.




