Ambon, Maluku.News – Bayi tak dikenal yang ditemukan warga Tahoku Negeri Hila Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah, tutup usia tidak lama setelah ditemukan.
Sang bayi meninggal dunia di Puskesmas Hila, justru ketika dokter berusaha menyelamatkannya, dan polisi sedang berupaya menyelidiki asal usulnya.
Bayi tak dikenal itu pertama kali ditemukan remaja bernama Armin Kapitanhitu di depan pintu rumahnya di Tahoku, Hila, Rabu (18/3/2026).
Semula, Armin membuka pintu rumah dan melihat tas biru di depan pintu. Perasaannya tidak enak melihat tas tersebut. Armin pun mengambil kayu lalu membawa ke seberang jalan.
“Seng tau ini apa, akang bagara-bagara,” kata Armin kepada La Munu yang bertanya padanya.
La Munu malah memberi peringatan, jangan sampai isi tas itu adalah ular. Sebab itu, Armin meletakkannya di seberang jalan depan rumahnya.
Tidak lama kemudian, muncul suara tangis dari dalam tas. La Munu dan Armin kaget. Keduanya pun menyelidiki dan ternyata bayi perempuan terbungkus kain batik dalam tas biru tersebut.
Udin Launuru membawa bayi tersebut ke Puskemas Hila. Sayang sekali, nyawa sang bayi tidak tertolong. Padahal, dokter sedang berusaha menyelamatkannya, dan polisi baru mulai mengusutnya.
EMPATI MAMA WA ODE
Sebenarnya, jika bayi tak dikenal itu tetap hidup, sudah ada perempuan yang ingin merawatnya sebagai anak. Niat suci itu tidak terlaksana sebab sang bayi keburu meninggal.
Begitu mengetahui sang bayi meninggal, muncullah Mama Wa Ode. Dia menawarkan diri agar jenazah sang bayi di bawa ke rumahnya.
Wa Ode adalah perempuan beranak lima. Sehari-hari dia bekerja sebagai petani. Orangnya sedehana. Bayi tak dikenal itu bukan kerabatnya, tetapi dia rela mengurus jenazah sang bayi.
“Kasihan, dia seng punya siapa-siapa,” ujar Mama Wa Ode.
Tidak diketahui siapa orang tua sang bayi, siapa yang tega membuang bayi tersebut di Tahoku. Akan tetapi, di saat-saat terakhir, masih ada cinta untuk sang bayi. Sentuhan cinta terakhir itu datang dari Mama Wa Ode.




