BerandaHeadlineSasi Adat di Kanike, Pendakian Binaya Ditutup

Sasi Adat di Kanike, Pendakian Binaya Ditutup

Ambon, Maluku.news – Ketua Dewan Adat Kanike, Maluku Tengah, melakukan aksi pasang sasi di negeri itu, Senin (7/7). Dengan begitu, aktivitas pendakian ke Gunung Binaya ditutup.

Sasi tanah dipasang menyusul keberatan warga Kanike atas pembukaan jalur baru pendakian Gunung Binaya. Menurut warga, pihak Balai Taman Nasional Manusela membuka jalur tanpa mengindahkan keberadaan Raja dan Tokoh Adat Kanike.

Ritual pemasangan sasi dilakukan Kepala Adat Alfonsus Lilimau disaksikan Raja Kanike Jorhen Lilimau dan masyarakat setempat.

Selama ini, warga Kanike mengetahui jalur pendakian dari Utara di Wahai, dan dari Barat melalui Roho. Kini, ada lagi jalur pendakian melalui Piliana di sebelah Selatan. Jalur Piliana inilah, menurut warga Kanike, tidak pernah dikomunikasikan Balai Taman Nasional Manusela dengan Raja dan masyarakat adat Kanike.

Dengan sasi adat ini, maka di Taman Nasional Manusela terdapat dua sasi adat. Sasi aday yang lain dipasang 25 Februari lalu. Sasi dilakukan masyarakat adat Pilian. Bedanya, Piliana memasang sasi sebagai bentuk penolakan terhadap pemasangan pal Hutan Produksi Konversi (HPK) oleh Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah IX Ambon.
Menurut masyarakat adat Piliana, pal HPK dipasang di atas tanah ulayat yang sudah mereka kuasai secara turun-temurun, jauh sebelum republik ini berdiri.

RELATED ARTICLES
Google search engine
Google search engine

Most Popular

Recent Comments