Ambon, Maluku.news – Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menghadiri pelantikan Body Wane Mailuhu sebagai anggota DPRD Kota Ambon Pengganti Antar Waktu (PAW) pada Selasa (18/3/2025) di ruang paripurna DPRD Kota Ambon.
Wattimena menilai kehadiran Mailuhu melengkapi formasi anggota legislatif dan memperkuat kinerja lembaga DPRD, terutama dalam membangun sinergi antara legislatif dan eksekutif demi kepentingan masyarakat.
“Dengan lengkapnya anggota DPRD, harapan kita lembaga ini dapat menjalankan fungsi legislasinya lebih optimal. Tapi yang paling penting adalah bagaimana kita bisa bersinergi membangun kota ini bersama-sama,” ujar Wattimena usai pelantikan.
Ia menegaskan, kerja sama lintas lembaga sangat penting untuk menghadirkan kebijakan publik yang lebih berpihak pada rakyat dan menjawab tantangan pembangunan Kota Ambon ke depan.
Selain soal sinergi eksekutif dan legislatif, Wali Kota juga menyoroti pentingnya pelestarian budaya melalui dukungan penuh terhadap Panas Gandong, upacara adat pela gandong antara Negeri Rutong dan Negeri Rumakai.
Menurutnya, selain bernilai sejarah dan budaya, Panas Gandong memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata budaya di Kota Ambon.
“Panas Gandong ini bukan hanya soal adat, tapi juga potensi besar untuk sektor pariwisata kita. Karena itu saya berharap ke depan bisa menjadi agenda rutin tahunan kota,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wattimena juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Ambon untuk menertibkan kendaraan yang parkir sembarangan di badan jalan. Kebijakan ini, kata dia, akan diawali dengan sosialisasi agar masyarakat dapat menyesuaikan diri sebelum penindakan dilakukan.
“Kami tidak ingin langsung represif. Sosialisasi adalah bagian penting agar masyarakat tahu dan paham, lalu bisa menyesuaikan. Tapi penertiban tetap akan dilakukan demi ketertiban dan kenyamanan bersama,” katanya.
Kehadiran Wali Kota Ambon di pelantikan anggota DPRD PAW sekaligus dimanfaatkan untuk menyampaikan arah kebijakan pembangunan kota, mulai dari penguatan sinergi pemerintahan, pelestarian budaya, hingga upaya menciptakan ketertiban umum.
Kombinasi isu politik, budaya, dan ketertiban yang diangkat Wattimena menunjukkan peran pentingnya sebagai motor penggerak pembangunan Kota Ambon yang inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan seluruh masyarakat.




