Penulis Rudi Fofid-Ambon
Ambon, Maluku.news – Habemus Papam! Viva Il Papa! Dua frasa ini selalu dicetuskan setelah asap putih mengepul dari corong Kapel Sistina, Vatikan. Demikian pula ketika Kardinal Robert Francis Prevost terpilih sebagai Paus menggantikan Paus Fransiskus. Frasa habemus papam pun langsung jadi viral.
Dengan ‘keajaiban’ media massa dan media sosial, peristiwa di Vatikan langsung merebak ke seantero jagat. Dunia merespon dengan beragam cara. Ucapan selamat mengalir bagai arus deras dari segala penjuru.
Dari Indonesia khususnya Maluku, ucapan selamat berseliweran di media sosial. Dari sekadar ucap selamat, sampai pada yang memberi apresiasi. Media Online Maluku Post menghimpun postingan di facebook dari beberapa sosok Maluku.
Beberapa sosok Islam dan Protestan Maluku yang sempat dihimpun antara lain Syamsul Notanubun, Kee Enal, Rudy Lailossa, Pendeta Jacky Manuputty, Mercy Barends, Pendeta Sonny Hetharia, dan Yudit Tiwery.
SYAMSUL NOTANUBUN-AKTIVIS KEMASYARAKATAN
Aktivis Syamsul Notanubun di Ambon, mengucapkan selamat dengan lebih dulu menulis Habemus Papam dengan huruf kapital, ditambah tiga emotikan hormat.
“HABEMUS PAPAM..
Selamat kepada seluruh Umat Katolik Sedunia atas terpilihnya Kardinal ROBERT FRANCIS PREVOST sebagai Paus Leo XIV. Paus pertama dari Amerika Serikat yang selama ini memperjuangkan isu-isu ketidakadilan, kaum marginal dan Buruh migran.
_Servi Deo et Humanitati Fideliter_ (Serve God and Humanity Faithfully)
BUNG KEE ENAL-AKADEMISI IAIN AMBON

Akun Bung Kee Enal memberi semacam judul di awal postingannya: SELAMAT PAUS LEO XIV.
Selanjutnya ia menyebut, asap Putih mengepul menyusul Lonceng Basilica berdentang menandai terpilihnya Pemimpin umat Katolik mondial yang baru, Paus baru, pasca 33 jam Konkaf berlangsung. Paus ke-267 itu adalah Cardinal Robert Francis Prevost, 69 tahun, asal Amerika, berkebangsaan Peru. Mengikuti tradisi, Paus baru memilih nama Paus Leo XIV.
Akademisi di Kampus IAIN Ambon itu kemudian menyampaikan selamat dan harapannya.
“Selamat kepada Paus Leo XIV. Dunia menunggu uluran tangan kasihmu. Selamat juga buat umat Katolik mondial atas terpilih pemimpin umat yang baru,” tulis Kee Enal.
Dia melanjutkan tulisannya bahwa: “Dari beberapa pesan awalnya kepada umat Katolik dan warga mondial, Paus mengajak untuk membangun “jembatan” dialog dan perdamaian dunia tanpa senjata. Kedua pesan ini terang menjelaskan respons serius Paus Luis XIV terhadap realitas kehidupan modial hari ini yang menegang akibat perang di beberapa belahan mondial (Israel-Palestina, Rusia-Ukraiana, India-Pakistan, termasuk “perang tarif”).”
Menurut Kee Enal, tampak Paus Leo XIV sungguh prihatin dengan dampak yang diakibatkan oleh perang-perang tersebut.
“Terhadap kelangsungan manusia dan nilai-nilai kemanusiaan, terhadap keberlangsungan hidup dan kualitas kehidupan, terhadap keberadaban dan tatanan peradaban yang niscaya.” Urainya.
Ditekankan, pesan paus itu menjadi suntikan nutrisi sangat penting guna mendorong kerja-kerja dialog dan perdamain sebagai pilihan jalan terbaik untuk membangun tatanan dunia yang berperikemanusiaan, berkeadaban, berkeadilan, berkesetaraan, damai, dan berkelanjutan.
“Saya jadi teringat dengan sebuah pesan bertuah dari Huns Kung. Bahwa, ‘tidak akan ada perdamaian dunia tanpa perdamain antaragama. Dan tidak akan ada perdamaian antaragama, tanpa dialog antara (umat) agama-agama”. Demikian Kee Enal.
RUDY LAILOSSA-SENIMAN DAN POLITISI
Artis dan politisi Rudy Lailossa di Maluku Tengah menulis di akun FB Rudy Lailossa Lohy. Ucapannya singkat sekaligus berbeda dari kebanyakan orang.
“Selamat datang bapa suci. Fiat Voluntas Tua”. Begitulah Rudy menulis dengan huruf kapital.
Fiat Voluntas Tua adalah kalimat dalam Bahasa Latin, yang dikutip dari Doa Bapa Kami. Kalimat itu berarti “Jadilah kehendak-Mu”.
JACKY MANUPUTTY-KETUA UMUM PGI
Dari Jakarta, Ketua Umum PGI Pendeta Jacky Manuputty menulis, bahwa: “Kabar terpilihnya Paus bukan sekadar seremoni religius, tapi gema profetik yang menembus batas doktrin dan dogma”.
Manuputty melanjutkan, Gereja Katolik kembali menunjukkan bahwa spiritualitas yang hidup adalah spiritualitas yang terus menimbang dunia bukan untuk menaklukkannya, tapi untuk menebusnya.
“Atas nama Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia, saya menyampaikan apresiasi mendalam,” tulis Manuputty.
Dia berharap, semoga suara Paus yang baru menjadi suara hati nurani dunia yang tajam menegur ketidakadilan, lembut mengusap luka umat manusia untuk melanjutkan jejak sebagai jembatan damai dunia, menembus sekat-sekat perbedaan, menggaungkan keadilan, dan memeluk kemanusiaan.
“Dalam perjalanan ekumenis yang panjang dan hangat bersama PGI, saya percaya: dunia masih bisa disembuhkan oleh kasih yang berpikir, dan oleh iman yang merangkul,” pungkasnya.
MERCY BARENDS, ANGGOTA DPR RI
Masih dari Jakarta, anggota DPR RI Mercy Barends menulis di akun FB.
“HABEMUS PAPAM: KITA MEMILIKI PAUS”
Di bawah kalimat itu, Bareds kemudian memberi apresiasinya.
“Saya seorang Protestan namun sangat antusias dan mengikuti berita terkait Konklav pemilihan Paus ‘Bapa Suci Katolik’. Kereeen banget proses pemilihannya. Dengan asap putih membumbung tinggi ke udara dari cerobong asap Biara Sistina, maka pemilihan Paus telah tuntas.” Demikian Barends.
SONNY HETHARIA-REKTOR UKIM

Kembali ke Ambon, dari Tanah Lapang Kecil, Rektor Universitas Kristen Indonesia (UKIM) Pendeta Sonny Hetharia mengawali responnya dengan antusias.
“Akhirnya: HABEMUS PAPAM…
Kardinal Robert Francis Prevost terpilih sebagai Paus Leo XIV. Suara Tuhan melalui para kardinal, telah memilih Kardinal yg tidak pernah diprediksi oleh siapapun sebagai calon Paus pengganti Paus Fransiskus…”
Hetharia menekannya hal itu, benar-benar pekerjaan Tuhan di dalam gereja-Nya dalam peristiwa Konklaf ini!
“Saya sebagai pendeta Gereja Protestan menyampaikan selamat kepada seluruh umat dan para rohaniawan gereja Katolik atas terpilihnya Paus Leo XIV. Allah Tritunggal lindungi dan kuatkan Bapa Paus dalam tugas-tugas memimpin dan melayani gereja Katolik dan negara Vatikan, serta memberkati kita semua… Amin! — merasa senang sekali.” Demikian Hetharia.
YUDIT TIWERY, AKADEMISI IAKN AMBON
Akun Yudit Tiwery milik akedemisi IAKN Ambon ini mula-mula menuliskan ucapan kepada umat Katolik di seluruh dunia.
“Kepada Umat Katolik di Seluruh Dunia. Selamat atas terpilihnya Robert Francis Prevost dengan nama baru Paus Robert Leo XIV sebagai pemimpin umat,” tulisnya.
Tiwery menyatakan, kepemimpinan Paus Leo XIV melanjutkan semangat perjuangan kemanusiaan Paus Fransiskus yang tiada henti mengedepankan belas kasih, keadilan, dan penghormatan bagi martabat semua ciptaan Tuhan.
“Sebagai seorang Protestan, saya turut berdoa agar Gereja Katolik tetap menjadi terang bagi yang terlupakan, suara bagi yang tertindas, dan jembatan perdamaian di tengah dunia yang terpecah,” lanjutnya.
Tiwery menutup komentarnya dengan harapan, “kiranya Roh Kudus memampukan Paus Leo XIV untuk membawa harapan baru dan menginspirasi kita semua, lintas iman, untuk bekerja sama demi kebaikan semesta.
Salve”. (Maluku.news)




