BerandaHeadlineJadi Dosen Tamu di AIM Sidney, Picanussa Kenalkan Musik Bambu dan Gaba-Gaba

Jadi Dosen Tamu di AIM Sidney, Picanussa Kenalkan Musik Bambu dan Gaba-Gaba

Egy Nico
Dr. Branckly Egbert Picanussa, S.Si, M.Th.LM dan musisi Nico Tulalessy memperagakan instrumen musik bambu dan gaba-gaba dengan melantunkan lagu-lagu Ambon di Australian Institute of Music (AIM), Sidney, Kamis (7/11). (foto ist)

Ambon, Maluku.news – Wakil Rektor 3 IAKN Ambon Dr. Branckly Egbert Picanussa, S.Si, M.Th.LM menjadi dosen tamu di Australian Institute of Music (AIM), Sidney, Kamis (7/11). Ia menyampaikan materi etnomusikologi dengan topik: “Kreasi dan Pengembangan Alat Musik dari Bambu dan Gaba-Gaba”.

Kuliah tersebut diikuti para mahasiswa pada jenjang pendidikan sarjana dan master. Mahasiswa strata satu yakni Program Sarjana Pertunjukan Musik, Komposisi Musik, Teknologi Kreatif, Manajemen Hiburan dan Seni. Mahasiswa jenjang master yakni Program Master Music serta Master Hiburan dan Seni. Sejumlah dosen AIM juga mengambil bagian dalam kuliah tersebut.

Head of International Recruitment AIM Rupert Johnstone menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Picanussa untuk materi yang disampaikan. Ia menyambut positif keinginan Picanussa melakukan kerjasama institusional bagi pengembangan pendidikan dan pengajaran. Kerja sama itu antara lain short course bagi mahasiswa, pembicara tamu pada mata kuliah tertentu untuk para dosen, serta pengembangan kurikulum.

Ketua Ambon Sailing Community (ASC) sekaligus Koordinator Maluku Jukulele Leaders (MJL) Nicho Tulalessy dan dua staf KJRI Sydney, juga hadir dalam kuliah tersebut.

Nico Tulalessy mendapat kesempatan berbagi pengalaman mengembangkan komunitas Jukulele di Maluku dan manfaat bermain musik Jukukele bagi anak-anak di Maluku. Ia mengurai dampak jukulele pada peningkat rasa cinta akan music dan sebagai media pemersatu anak Maluku.

“Musik jukulele dipakai sebagai media pembentukan karakter bagi anak-anak,” papar Tulalessy.

Ditambahkan, komunitas jukulele bersinergi dengan pemerintah antara lain Dinas Pariwisata Kota Ambon, Dinas Pendidikan Kota Ambon, Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, serta Balai Pelestarian Budaya.

“Music jukulele telah menjadi ikon music paling diminati di Ambon,” ungkap Tulalessy.

Kuliah umum ditutup dengan pertunjukan lagu-lagu Ambon diiring musik Sanetphone Gaba-gaba oleh Dr Branckly dan Music Jukulele Pelepah Sagu oleh Nico Tulalessy.

Konsul Pendidikan, Sosial, Budaya KJRI Sidney Andos Tobing pada kesempatan itu atas nama Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Sydney menyatakan bangga menyambut Picanussa dalam program kuliah tamu di AIM.

“Kami merasa terhormat diundang bersama-sama dengan pengajar dari Institut Agama Kristen Negeri Ambon, sebuah institusi bergengsi yang terkenal dengan kontribusinya dalam bidang etnomusikologi,” ungkap Andos Tobing.

Menurut Tobing, etnomusikologi Indonesia adalah bidang kajian yang menarik dan kaya. Indonesia, dengan lanskap budayanya yang beragam, menawarkan permadani tradisi dan praktik musik yang luas.

“Dari orkestra gamelan Jawa dan Bali hingga suara-suara unik dari Sulawesi dan Papua, warisan musik Indonesia sangat beragam, sama beragamnya dengan pulau-pulau dan kelompok-kelompok etnisnya,” jelas Tobing.

Tobing menyampaikan penghargaan kepada AIM, khususnya Kepala Divisi Internasional Rupert Johnstone, juga Julian Gough, dan anggota tim AIM yang menyiapkan kegiatan kuliahh umum tersebut. (Maluku.News)

RELATED ARTICLES
Google search engine
Google search engine

Most Popular

Recent Comments